“DASI DAN PETE”

<Minggu, 29 Oktober 2017 OOR 14:04>

Suatu ketika Abece berjualan dasi di sebuah pusat perbelanjaan tradisional. Beberapa penjual merasa heran dengan keberadaan Abece.

Penjual sandal : “Apa gak salah abang berjualan dasi di sini? Memangnya orang ke pasar ini membeli dasi untuk dipakai saat berbelanja…?”

Abece : “Abang jangan sewot dong… Saya pernah menerima wejangan dari seorang pakar marketing terkenal. Beliau berkata, agar sukses, kita harus menjual sesuatu yang berbeda dengan orang lain. Nah… karena tidak ada yang berjualan dasi di sini, makanya saya merasa apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang benar. Saya pasti berhasil. Doakan saya ya…”

Para penjual tidak mau berdebat kusir dengan Abece. Mereka merasa tidak ada untungnya menasehati pemuda yang sok hebat ini.

Abece mulai mencoba menawarkan dasi kepada beberapa pembeli. Namun tidak ada respon. Tidak kehilangan akal, lantas Abece mulai mengikatkan dasinya ke lehernya. Alhasil, penampilan Abece terlihat sangat lucu dan norak.

Akhirnya, seorang kakek-kakek, tertarik untuk menawar dasi yang dipajang di atas meja.

Kakek : “Bang, saya ingin membeli dasi yang berwarna hijau ini. Berapa harganya…?”

Abece : “Gak mahal kok… cuma seratus ribu rupiah saja…”

Kakek : “Makjang… mahal banget… Gak bisa kurang…?”

Abece : “Dasi hijau ini terbuat dari kain katun kualitas super. Hanya untuk kakek sebagai calon pembeli pertama, saya berikan harga khusus. Kalau buat yang lain, saya kasih harga dua ratus ribu…”

Kakek : “Gak jadi beli… Harganya mahal sekali. Saya bisa membeli selusin pete dengan uang sebanyak itu…”

Abece naik emosi : “Gini aja Kek… Jika nanti ke pesta, silakan kakek ikatkan saja pete-pete itu ke leher kakek… Hahaha…”

Tiba-tiba kakek itu menarik dengan kencang, dasi yang sedang terpasang di leher Abece : “Kurang ajar… dasar penjual sinting… Berani-beraninya kamu menghina saya….”

Abece berteriak minta tolong karena lehernya terlilit dasi : “Tolongg… tolongggg…”

Para penjual dan pengunjung hanya tersenyum-senyum saja, tanpa ada niat untuk menolong Abece.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #dasi #pete Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in JOKE | Leave a comment

“ORANG KAYA BENERAN”

<Sabtu, 28 Oktober 2017 OOR 09:35>

Di kehidupan ini, kita sering menjumpai aneka karakter manusia, yang idealis dan jujur maupun yang munafik dan suka berpura-pura. Juga dengan status sosial yang beragam, yang kaya maupun yang tidak kaya.

Ada orang kaya beneran, namun ada juga orang kaya bohongan. Ada yang berlimpah harta, namun hidupnya sederhana. Sebaliknya ada yang berlagak kaya, padahal tidak kaya, namun hidupnya suka berfoya-foya dan gemar memamerkan segala sesuatu dan ingin selalu dianggap orang kaya.

Orang kaya beneran, berusaha tidak berhutang. Jikalau harus berhutang, hal ini semata-mata untuk ekspansi bisnis. Kelak akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda. Sedangkan orang kaya bohongan, amat senang berhutang, terutama berhutang kartu kredit. Bukan untuk bisnis, melainkan untuk membeli barang-barang konsumtif dengan tujuan untuk pamer dan berharap dapat menaikkan status sosialnya.

Yang benar-benar kaya, hidupnya selalu tenang dan damai. Tidak ngotot menimbun harta berlimpah. Jikapun ada rezeki, mereka tidak pernah lupa untuk berbagi. Baginya, kekayaan yang dimiliki hanyalah titipan Tuhan dan tidak akan dibawa mati.

Yang pura-pura kaya, tidak suka berbagi. Cenderung egois dan pelit. Sedikit berpunya, langsung berpikir untuk membeli barang-barang mewah agar dianggap hebat. Jangankan untuk orang lain yang tidak dikenal, bahkan untuk saudara dan sahabatnya, mereka selalu penuh perhitungan. Menganggap hanya dengan memiliki banyak harta, baru dapat bahagia. Merasa dengan menggunakan jam tangan rolex dan pakaian bermerek, baru dianggap orang sukses.

Sesungguhnya, orang kaya beneran itu hidupnya benar-benar bahagia, bukan karena memiliki banyak harta dan dapat membeli apapun yang diinginkan, namun mereka merasa cukup dan mau bersyukur dengan apa yang sudah dipunyai. Mereka memiliki kesenangan untuk berbuat baik dengan segala kelebihannya, gemar berbagi dan bersedekah.

Orang kaya bohongan itu hidupnya risau, galau dan tidak bahagia karena selalu mengenakan topeng untuk menutupi wajah aslinya. Hidupnya gelisah karena selalu mendambakan sesuatu yang baru, walaupun tidak mampu dijangkaunya. Mereka lebih senang memaksakan diri, hingga akhirnya terseret dalam lilitan hutang.

Gaya hidup orang kaya beneran itu tidak tamak dan rakus, sebab mereka sudah merasa puas dengan apa yang diperoleh. Orang kaya yang serakah itu adalah orang kaya bohongan. Orang kaya yang selalu merasa kekurangan, bukanlah orang kaya beneran.

Sobatku yang budiman…

Kaya dan miskin itu adalah terminologi buatan manusia. Bagi Tuhan, manusia yang benar-benar kaya adalah mereka yang memiliki tabungan abadi, yaitu amal dan pahala, kebaikan dan kemuliaan. Semua harta keduniawian yang berhasil dikumpulkan, tidaklah berarti di mata Tuhan, jika hidupnya diselimuti oleh aura kebohongan dan naluri kejahatan.

Hindarilah menjadi sosok manusia munafik yang penuh dengan kepura-puraan. Sebab berpura-pura itu amat capek dan sungguh melelahkan. Hidup yang selalu dipenuhi kebohongan dan tipu-tipu. Jika sampai ketahuan, maka malunya akan berkali-kali lipat.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #orangkayabeneran Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“BIJAKSANA DALAM BERTINDAK”

<Sabtu, 21 Oktober 2017 OOR 10:26>

Di sebuah kampung, terdapat sekelompok anak yang gemar berkumpul hingga larut malam. Bukan hanya mengobrol, kadang kala mereka bernyanyi-nyanyi dengan suara cukup keras. Walaupun mereka mendendangkan lagu dengan baik, namun yang disayangkan, mereka sering lupa waktu. Tidak sadar bahwa ulah mereka telah mengganggu ketenangan malam penduduk kampung. Mereka seakan tidak tahu bahwa suara keras mereka telah mengusik tidur orang lain.

Beberapa kali, warga kampung menegur, namun mereka tidak peduli dan bahkan melawan saat akan diusir. Ada penduduk yang berniat melaporkan ke pihak berwajib namun masih ragu karena takut akan berujung panjang. Sebab diantara pemuda itu ada yang memiliki hubungan persaudaraan dengan kepala preman.

Seorang tetua kampung bernama Opung Toba berusaha menenangkan warga kampung agar tidak bertindak anarkis. Kekhawatiran terjadinya pertikaian akan merusak kedamaian yang selama ini telah tercipta dengan baik.

Opung Toba : “Berilah saya waktu seminggu untuk menangani masalah ini. Jika gagal, saya persilakan kalian untuk bertindak atau melapor ke polisi…”

Malam itu, Opung Toba mendatangi para pemuda yang sedang berkumpul dan bernyanyi- nyanyi.

Opung Toba : “Bukan main merdunya suara kalian. Kalau tidak keberatan, bolehkan kalian bernyanyi sejam lagi. Kalian akan saya berikan uang masing-masing lima puluh ribu. Gimana…?”

Tentu saja para pemuda merasa kegirangan karena adanya imbalan uang yang cukup besar dari orang tua yang berjanggut putih ini. Mereka bernyanyi dengan semangat hingga satu jam ke depan. Kepala Opung Toba ikut bergerak-gerak mengikuti alunan lagu. Sesekali beliau berdiri dan menggoyangkan tubuh dengan rileks. Terlihat begitu menikmati lagu-lagu yang didendangkan para pemuda.

Satu jam telah berlalu. Opung Toba menepati janjinya memberikan uang kepada masing-masing pemuda. Mereka menyalami Opung Toba untuk berpamitan pulang.

Seorang pemuda bertanya : “Bolehkah kami bernyanyi lagi besok? Apakah kami akan mendapatkan uang lagi…?”

Opung Toba tersenyum dan mengangguk, sambil berkata : “Tentu saja boleh…”

Keesokan harinya para pemuda kembali berkumpul. Kali ini mereka belum mau bernyanyi dan menunggu kehadiran Opung Toba. Mereka berpikir, lebih baik menghemat suara supaya dapat bernyanyi lebih lama. Uang yang diperoleh tentunya akan lebih banyak. Sejam dapat lima puluh ribu. Dua jam dapat seratus ribu. Dan seterusnya.

Orang yang ditunggu-tunggu sedang berjalan mendekati mereka. Wajah para pemuda begitu gembira, membayangkan akan mendapatkan upah bernyanyi yang lebih banyak dari kemarin.

Opung Toba : “Maaf… telah membuat kalian menunggu lama. Saya sudah tidak sabar ingin mendengarkan suara merdu kalian. Badanku ingin sekali bergoyang dan berjoged…”

Pemuda : “ Apakah kami akan dibayar sejam lima puluh ribu…?”

Opung Toba : “Iya…iya… Tapi kali ini saya cuma sanggup membayar setengahnya saja. Dan itupun untuk satu jam bernyanyi. Soalnya dagangan saya tidak laku hari ini…”

Para pemuda melakukan protes : “Masak cuma setengahnya? Kami keberatan…”

Opung Toba : “Ayolah… Saya tidak sabar ingin mendengarkan suara kalian bernyanyi…”

Pemuda : “Kalau cuma setengahnya, kami tidak mau lagi bernyanyi di sini. Silakan bapak menyuruh orang lain saja…”

Para pemuda segera meninggalkan Opung Toba seorang diri. Setelah kejadian ini, mereka tidak pernah lagi muncul di kampung ini. Para penduduk kampung merasa senang dan dapat menikmati peraduannya tanpa gangguan.

Sobatku yang budiman…

Tidak selamanya sebuah masalah harus diselesaikan dengan percekcokan atau pertikaian. Banyak orang lebih senang untuk adu mulut, adu otot dan adu kuat. Bukannya selesai, yang ada justru muncul masalah baru yang lebih berat dan merugikan kedua belah pihak.

Emosi yang tidak terkontrol sering membuat orang menjadi lupa diri dan lupa segalanya. Setelah muncul masalah baru yang lebih pelik, barulah merasa menyesal. Namun keburu sudah terlambat.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Kita memiliki akal, pikiran dan hati sehingga dapat memilah cara terbaik, cara yang dewasa, bijaksana serta tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Damai itu indah…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #bijaksana Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in NASEHAT OPUNG TOBA | Leave a comment

“SIFAT BUAS”

<Sabtu, 14 Oktober 2017 OOR 15:06>

Seekor kucing berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan setapak di sebuah areal perkebunan. Kakinya terkilir karena terjatuh ke sebuah lubang. Untunglah, setelah bersusah payah, akhirnya kucing malang ini berhasil keluar dari lubang tersebut.

Sekelompok anak-anak sedang asyik bermain bola. Seorang anak bernama Sinchan melihat keberadaan kucing berbulu putih tersebut. Lalu dia mengajak teman-teman yang lain untuk “mengerjain” si kucing.

Sinchan : “Kawan-kawan… lihatlah… ada seekor kucing jalannya aneh sekali. Sebuah kaki belakangnya tidak menginjak tanah. Tentunya menyenangkan sekali kalau dijadikan mainan…”

Seorang anak yang lain merasa kasihan. Dia tidak tega melihat kucing yang sedang terluka itu menjadi mainan teman-temannya yang nakal, lalu berkata : “Jangan begitu… Apa kalian tidak kasihan dengan kucing ini? Saat ini ia terlihat begitu lemah. Mohon jangan mengganggunya…”

Sinchan : “Halahhh… Dia itu cuma seekor binatang. Lagipula sekarang kucing ini sedang terluka sehingga tidak membahayakan jika bermain-main sejenak dengan kita. Hahaha….”

Anak yang baik hati itu menggelengkan kepalanya : “Seharusnya kita tidak mengganggunya karena kucing malang ini sedang terluka… Dan jangan lupa, kalau terus menerus diganggu, kucing ini bisa marah. Cakar dan taringnya masih tajam loh…”’

Sinchan tertawa sinis : “Mengapa harus takut dengan kucing pincang… Hahaha….”

Sinchan dan beberapa temannya tidak peduli dengan nasehat temannya. Mereka mulai menjalankan aksinya “bermain-main” dengan kucing itu. Menggunakan ranting untuk memukul-mukul badan dan terutama kaki yang terluka. Melemparkan tanah lumpur ke sekujur badan kucing sehingga bulunya yang berwarna putih menjadi hitam kecoklatan.

Walaupun si kucing mulai menunjukkan mimik marah, namun Sinchan dan teman-temannya tidak mundur, bahkan semakin bersemangat untuk membullynya. Hingga suatu ketika, entah mendapat energi extra dari mana, tiba-tiba kucing tersebut mengeluarkan suara keras, seperti suara harimau mengaum, lalu melompat dan menerjang Sinchan yang berada paling dekat dengannya.

Tanpa ampun, taring tajamnya menusuk masuk hingga ke daging betis Sinchan. Teman-temannya terkejut dan segera berlari menjauh. Kucing itu tidak mau melepaskan gigitannya. Sinchan meronta-ronta dan mencoba memukul kucing itu. Beberapa saat kemudian, kucing itu melepaskan gigitannya setelah seorang petani tua yang kebetulan lewat, menolong Sinchan.

Setelah mendengarkan cerita dari teman Sinchan mengenai kejadian barusan, petani tua itu bertanya : “Mengapa kalian mengganggu kucing yang malang ini? Tidak adakah rasa kasihan di hati kalian? Bagaimana jika kalian diganggu saat sedang terluka?”

Sinchan dan teman-temannya menunduk dan merasa bersalah telah melakukan kesalahan.

Petani tua itu melanjutkan : “Semua makhluk memiliki batas kesabaran. Jika terus menerus didesak maka akan muncul sifat buas yang tidak terkendali. Dan ini sangat berbahaya bagi makhluk lain…”

Sobatku yang budiman…

Alangkah baiknya jika kita tidak terlalu menekan atau mendesak orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat kehilangan nalar berpikir yang sehat ketika bertindak.

Di saat sedang tertekan, banyak orang menjadi nekad dan lupa diri. Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Tidak peduli dengan apapun akibat yang dimunculkan oleh perbuatan negatifnya.

Mereka berprinsip : “Peduli amat dengan setan. Yang penting saat ini saya merasa puas sudah membalas dendamku… Apapun yang akan terjadi, itu nanti urusan belakang…”

Bagaimanapun di dalam diri manusia terdapat tabiat atau sifat buas dari binatang, yang sewaktu-waktu dapat muncul di saat tekanan datang. Ada yang sedikit, namun ada yang sangat parah hingga menimbulkan sifat merusak atau membunuh.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #buas #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment

“DENGKI”

<Rabu, 11 Oktober 2017 OOR 10:08>

Kita banyak menjumpai sifat buruk manusia dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah sifat dengki atau iri hati. Mereka akan susah hati saat melihat orang bergembira dan sebaliknya akan merasa senang saat melihat orang berada dalam kesusahan.

Tidak ubahnya seperti kepiting yang berada di dalam baskom. Saat seekor kepiting hampir berhasil meloloskan diri dan keluar dari baskom, maka kepiting yang lain akan berusaha menarik kaki kepiting tadi hingga gagal keluar dari baskom. Kejadian berulang terus menerus hingga tidak ada seekor kepitingpun yang berhasil keluar dari baskom.

Saat orang lain berhasil menjadi juara, bukannya berlatih lebih giat, mereka justru lebih senang menghalalkan cara busuk untuk menjegal sang juara. Bukannya introspeksi, mereka malah lebih suka memprovokasi dan menyebarkan fitnah tentang kebohongan. Menyebut sang juara melakukan kecurangan, menggunakan doping atau obat terlarang, menyalahkan wasit hingga menyalahkan penonton yang terlalu ribut.

Saat orang lain berhasil menduduki posisi terhormat, mereka mulai menyebarkan berita hoax bahwa rekannya yang berprestasi melakukan aksi “angkat telor” kepada pimpinannya hingga menciptakan fitnah bahwa ada skandal terlarang antara pimpinan dan rekannya itu. Bahkan dengan entengnya mereka akan mengatakan : “Pasti si anu menggunakan ilmu mistik…”

Saat orang lain berhasil mencapai kesuksesan dalam materi alias kaya raya, mereka dengan gampangnya menuduh orang lain melakukan korupsi, menimbun harta dari hasil kejahatan, melakukan transaksi narkoba, perjudian hingga menjual diri dan kehormatan.

Sifat buruk yang tersimpan di dalam hati akan membuat mereka menjadi manusia yang kerdil. Tidak ada upaya untuk memperbaiki diri untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak memiliki niat untuk bersaing secara sehat dan beradab. Tidak mempunyai semangat untuk maju dalam meraih kesuksesan. Bagaikan hidup dalam kubangan yang dipenuhi oleh lumpur dengki dan sirik. Kaki tertanam dan tidak mampu bergerak untuk maju.

Sobatku yang budiman…

Di dalam lingkungan sekitar, kita melihat begitu banyak persaingan-persaingan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti prestasi juara, jabatan dan karir, kepopuleran serta kekayaan. Mungkin kita sendiri terlibat di dalamnya.

Bersainglah secara wajar dan sportif. Jika memang belum berhasil, maka tekadkan dalam diri untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. Jangan menghalang-halangi orang untuk maju, berhasil dan mencapai kesuksesannya.

Perasaan dengki hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengki itu akan datang tanpa diduga-duga. Ini merupakan sifat alami manusia yang hidup dalam dunia persaingan. Kita harus mampu mengendalikan diri dan pikiran, agar tidak terjerumus dalam kubangan kedengkian. Buang jauh-jauh saat perasaan itu mulai datang. Jangan biarkan sifat dengki itu bersemayam dalam hati.

Yakinilah bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan untuk berhasil. Hanya saja, tidak seorangpun yang dapat memprediksi kapan keberhasilan itu akan muncul dalam hidup ini. Ada yang telah berusaha semaksimal mungkin, namun masih gagal. Ada yang berusaha sedikit namun sudah berhasil. Biarkan saja. Yang paling penting kita tidak boleh dengki, lupa diri dan menjadi patah semangat.

Menjatuhkan orang lain untuk meraih keberhasilan bukanlah kunci utama untuk meraih kesuksesan. Semua ini hanya akan menghambat diri sendiri untuk maju dan berkembang. Daripada memiliki niat untuk menjatuhkan lawan karena dengki, lebih baik kita mengembangkan potensi yang ada dalam diri.

Marilah kita bertekad untuk mencapai keberhasilan dengan cara benar dan wajar. Kita pasti bisa…!!!

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #dengki Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“KALUNG BERLIAN”

<Senin, 09 Oktober 2017 OOR 18:52>

Saat sang kekasih akan berulang tahun sebulan lagi, Abece berniat membelikan hadiah sebagai surprise untuk menyenangkan hati wanita yang sudah dipacari selama dua tahun.

Abece menanyakan kepada Mongky : “Sayangku, sebentar lagi kamu akan berulang tahun. Kamu inginnya hadiah apa?”

Mongky : “Terserah abang saja… Yang penting tidak memberatkan abang…”

Abece : “Gak kok sayangku… Saya lagi bingung mau beli mobil atau kalung berlian…”

Mongky : “Harga sebuah mobil itu tidak murah loh… Kalung berlian juga mahal, bisa sampai ratusan juta…”

Abece : “Tenang saja… saya pasti sanggup lah… Sekarang kamu mau yang mana?”

Mongky tersenyum kegirangan : “Terserah abang dech… Saya pasti bahagia sekali menerima pemberian abangku yang ganteng dan baik hati…”

Abece : “Baiklah kalau begitu… Nanti saya pikir-pikir mana yang akan saya berikan…”

Tepat di hari ulang tahun Mongky yang diadakan di sebuah cafe terkenal, Abece menyerahkan sebuah cincin bertahta berlian. Begitu indah menawan. Kilauan sinarnya menyilaukan mata. Bermotif “love” dengan rangkaian berlian mengelilinginya. Semua orang merasa terpukau dengan hadiah istimewa ini.

Seorang pengunjung berkata kepada pengunjung yang lain : “Saya pernah melihat motif berlian seperti ini di majalah terkenal. Mahal banget…. Kalau gak salah harganya jutaan dollar. Yang men-design kalung ini adalah Bulgari…”

Yang lain menimpali : “Bulgari adalah seorang desainer perhiasan terbesar dari Italia, dibuka pada tahun 1884 dengan produk andalan kalung emas yang terinspirasi dari Yunani dan Romawi, juga gelang dengan permata besar yang terkenal di dunia sampai sekarang. Bukan main… Tajir banget nih anak muda…”

Abece tersenyum bangga mendengar pujian para pengunjung.

Xwaizet yang menemani Abece, berbisik lemah : “Bro, saya heran. Mengapa kamu lebih memilih membelikan kalung berlian yang berharga sangat mahal, seharga sebuah rumah, dibandingkan dengan mobil?”

Abece menyeringai, lalu merangkul kepala Xwaizet untuk mendekat kepadanya. Bibir Abece lengket ke telinga kiri Xwaizet sambil berkata : “Soalnya susah mencari mobil palsu, bro….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #kalungberlian #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“PUNCAK”

<Senin, 09 Oktober 2017 OOR 07:23>

Banyak orang memimpikan untuk mencapai puncak kesuksesan. Mereka berusaha semaksimal mungkin, berjuang dengan sekuat tenaga, berebut dengan saling menyikut, bersaing saling menjatuhkan, berlomba-lomba berlari sekencang mungkin menuju ke tempat tertinggi. Puncak kesuksesan, puncak jabatan dan karir, puncak kejayaan dan puncak kemasyhuran. Puncak segalanya sehingga dipandang sebagai manusia terhebat dan terunggul.

Untuk meraih impiannya, hanya sedikit yang menggunakan cara yang benar dan beradab. Namun sebagian besar menghalalkan segala cara, baik dengan ilmu putih maupun hitam. Melakukan fitnah, menyebarkan berita hoax dan tidak benar dengan tujuan menjatuhkan rivalnya. Mengorbankan segala-galanya, waktu dan tenaganya, keluarga dan kerabatnya serta kehormatannya.

Mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka impikan sebenarnya adalah sebuah tempat yang paling berbahaya. Di puncak, tempat yang sangat sempit, selalu mendapat hembusan angin yang paling kencang. Dengan posisi kaki yang bertengger di tanah sempit, siapapun akan mudah terjatuh sebab tidak ada dinding untuk berpegang atau bersandar.

Seseorang yang sudah mencapai puncak, yang tidak memiliki kepribadian yang kuat akan mudah terombang-ambing dan mudah terjerambab jatuh hingga ke dasar. Bukan saja oleh orang lain, namun kebanyakan karena ulahnya sendiri.

Saat berada di puncak, mereka sering lupa dengan apa yang menjadi tujuannya, lupa dengan janji-janjinya, lupa dengan idealismenya, lupa dengan sanak saudaranya dan lupa dengan segalanya. Merasa diri paling hebat dan menganggap orang-orang di bawah sebagai manusia kecil dan tidak berguna. Sikapnya sangat kontras dan berbeda 180 derajat saat belum berada di puncak. Lantas menganggap posisinya di puncak tidak akan tergantikan dan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya. Ingin selamanya berada di puncak.

Tidak ada yang abadi. Roda kehidupan selalu berputar. Tidak selamanya yang di bawah selalu di bawah. Pun yang di atas selalu di atas.

Angin yang bertiup kencang akan menjatuhkannya. Kewaspadaannya berkurang karena ditutupi oleh kesombongan. Kehati-hatiannya tidak ada lagi karena kepongahannya.

Angin kencang tidak mampu ditahan lagi. Batu-batu kerikil turut berperan menjatuhkannya. Kakinya tergelincir. Debu dan pasir menutup matanya, hingga tidak tahu lagi hendak berlindung kemana. Sempoyongan dan akhirnya benar-benar jatuh terjungkal, berguling-guling ke bawah hingga ke dasar. Meninggalkan luka-luka di sekujur tubuh.

Bukan itu saja, kesombongannya membuatnya susah untuk berdiri karena semua orang memilih untuk menjauh. Mereka masih mengingat masa-masa saat disepelekan, dihina dan disingkirkan olehnya. Tidak ada yang mau menolong. Tidak ada yang mau mengulurkan tangan. Jatuh yang paling menyakitkan adalah jatuh dari puncak tertinggi.

Sebagian orang tidak berani mengambil kesempatan menuju ke puncak. Mereka sadar akan kemampuannya. Ingin hidup biasa-biasa saja. Mereka takut dengan ketinggian yang akan memunculkan sifat angkuh tanpa terkendali.

Sebagian lagi berupaya mempersiapkan diri sebaik-baiknya, melatih mental dan stamina yang cukup untuk berjuang menuju puncak. Mereka berani mewujudkan impian hidupnya. Tujuannya bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk kebaikan orang lain, untuk menolong dan meringankan beban sesama karena memiliki previledge saat berada di puncak.

Saat waktunya tiba, akan segera turun dengan perlahan menyusuri jalan setapak yang telah dipersiapkannya saat berada di puncak. Ingat naik dan ingat turun. Dengan tenang dan penuh wibawa turun hingga ke dasar, tanpa terjungkal. Sesampainya di bawah, orang-orang akan menyambutnya dengan penuh kehangatan.

Sobatku yang budiman…

Keinginan menaklukkan puncak dapat membius dan membuat kita terlena karena ambisi yang berlebihan, tidak waspada dan membiarkan diri bersekutu dengan kesombongan. Mudah tergelincir dan jatuh ke dalam jurang kegelapan.

Banyak orang enggan mencapai puncak karena takut terjatuh, namun sebagian orang berani menjalani proses berliku mencapai puncak. Yang ikhlas dan berkepribadian akan menikmati masa-masa indah di puncak, lantas kembali lagi ke bawah dengan penuh ketenangan.

Demikian juga kehidupan yang akan dialami manusia. Perjuangan menuju puncak seharusnya merupakan langkah menuju kebaikan, menjadikan hidup menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Bukan sebaliknya untuk menambah musuh yang setiap saat berusaha mencari celah untuk menjatuhkan.

Marilah kita hidup dalam kesederhanaan di manapun kita berada.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #puncak #okt2017 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment