“MOBIL DINAS”

<Jumat, 15 September 2017 OOR 10:05>

Beberapa tahun yang lalu, Abece berkenalan dengan seorang gadis, Moni panggilannya. Orangnya baik dan suka membantu, terutama membantu Abece.

Suatu hari Abece mendengar kabar bahwa ayah Moni mendapat kenaikan pangkat sehingga memperoleh fasilitas sebuah mobil dinas yang boleh dibawa pulang.

Bukan Abece namanya kalau tidak suka memanfaatkan kesempatan. Dengan berdalih untuk penghematan dan memudahkan mereka untuk berjalan-jalan, Abece memberanikan diri mengutarakan niat meminjam mobil dinas ayah Moni untuk liburan ke luar kota.

Abece : “Dik Moni yang cantik, boleh donk kita bertamasya dengan menggunakan mobil dinas ayahmu…?”

Moni : “Emangnya abang bisa bawa mobil…?”

Abece berlagak : “Gini-gini saya sudah nge-grab belasan tahun loh…”

Moni keheranan : “Bukankah grab baru beroperasi beberapa tahun yang lalu…?”

Abece : “Oh yah… sorry… maksud saya adalah supir truk tiga roda…”

Moni : “Mana ada truk yang beroda tiga… Itu kan becak, bang…”

Abece berkelit : “Itu dia maksudku… Hehehe… Pokoknya adik jangan khawatir. Abang pasti bisa bawa mobil dinas ayahmu… Bolehkah mobilnya kita pinjam…?”

Moni : “Tenang aja bang… Saya ini puteri kesayangan ayah. Beliau pasti memperbolehkan kita meminjam mobil dinasnya…”

Abece langsung menyosor ingin memeluk dan mencium Moni dengan tergesa-gesa. Namun segera ditepis oleh gadis manis berlesung pipit.

Moni : “Apa-apaan sich abang ini. Pake acara nyosor aja. Adik bukan, pacar juga bukan… Kita ini masih STD alias status tak jelas…”

Abece menyengir : “Sorry dik… Abang kegirangan hingga lupa diri. Sampai jumpa hari Minggu pagi yah. Pake pakaian cantik dan jangan lupa menggunakan parfum yang banyak biar wangi…”

Hari Minggu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Abece datang ke rumah Moni mengenakan kemeja berlengan panjang, celana jeans sobek yang lagi ngetren dan sepatu kets peninggalan ayahnya.

Dengan penuh percaya diri, Abece mengetuk pintu : “Selamat pagi… Salam sejahtera buat para penghuni… Pertama-tama….”

Belum selesai berbicara, Moni sudah muncul di hadapannya sambil berkata : “Abang ini mau bertamu atau berpidato? Panjang amat kasih salamnya…”

Abece : “Ini dikarenakan saya merasa gembira… gembira banget karena sebentar lagi akan membawa pujaan hatiku berjalan-jalan dengan menggunakan mobil keren dan mewah. Pasti bau mobil barunya masih terasa…”

Moni menyengir : “Abang bisa aja nih…”

Abece tidak sabaran : “Mana kunci mobilnya…?”

Moni menyerahkan segepok kunci yang terikat ke sebuah gantungan kunci.

Abece : “Ini kunci mobil atau kunci gudang? Kok banyak kali? Tapi gak papa dech. Yang penting bisa jalan-jalan. Mobilnya mana, non…?”

Moni menunjuk ke arah sebuah mobil berukuran raksasa berwarna kuning menyolok. Ada tulisan besar : “MOBIL PENYEDOT TINJA”

Abece gelalapan : “Apa adik gak salah? Mana mobil sedan dinas milik ayahmu…?”

Moni : “Itu mobil dinas yang didapatkan ayah dari kantor. Ayah berpesan agar mambawa mobil ini dengan hati-hati. Isinya masih penuh. Takut tercecer di jalanan…”

Abece : “Alamak… Dik, abang mau pingsan dulu. Ntar tiga jam lagi baru bangunin abang yah…”

Moni : “Abaaanggggg….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #mobildinas Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
Posted in JOKE | Leave a comment

“SANGGUPKAH ANDA…?”

“SANGGUPKAH ANDA…?”

Isilah tempat kosong diantara angka-angka dengan +/-/x/:/√/( ) agar mendapatkan jawaban yang benar yaitu 6.

2  2  2 = 6

3  3  3 = 6

4  4  4 = 6

5  5  5 = 6

6  6  6 = 6

7  7  7 = 6

8  8  8 = 6

9  9  9 = 6

Sanggupkah Anda menyelesaikan ke-8 soal di atas?

Sanggup 1 soal, setara tamatan SD

Sanggup 5 soal, setara tamatan SMP

Sanggup 6 soal, setara tamatan SMA

Sanggup 7 soal, setara tamatan S1

Sanggup 8 soal, setara tamatan S2

Silahkan bereksperimen…

#firmanbossini

Posted in SERBA SERBI | Leave a comment

“SITUASI KACAU”

<Kamis, 14 September 2017 OOR 07:32>

Tanpa diduga, kadang kala apa yang tidak diinginkan dapat terjadi. Saat kita mengharapkan semua berjalan lancar, tiba-tiba situasi menjadi kacau. Tidak seperti yang dibayangkan. Kepala mulai nyut-nyutan dan hati berdegub kencang menghadapi kejadian ini. Pikiran mulai tidak tenang dan muncul ketakutan.

Dalam kondisi seperti ini, kita tidak boleh ikut-ikutan menjadi kacau. Kita harus tetap tenang, tidak grasa-grusu, tidak kelabakan dan apalagi sampai pergi meninggalkannya. Kita perlu menjaga hati dan menertibkan pikiran agar tidak terseret dalam arus kekacauan. Hal ini akan membuat kita salah dalam mengambil keputusan.

Jangan menghindari masalah, jika memang masalah itu benar-benar datang menghinggapi hidup ini. Kita tidak boleh mencari masalah atau mencari gara-gara, namun kadang kala masalah itu datang tanpa diduga. Jika sudah terjadi, hadapi dengan tenang. Siapkan dengan penuh keyakinan, gunakan segala amunisi yang dimiliki.

Tuhan selalu memberikan kemampuan kepada umat-Nya dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk dalam hidupnya. Mulanya memang terasa begitu berat, begitu melelahkan dan begitu menyakitkan. Namun jika terus berusaha, lambat laun semuanya akan semakin baik dan terus membaik hingga kembali pulih seperti sedia kala.

Bagi yang lemah, akan menganggap kejadian buruk ini tidak ada solusinya lagi. Takluk, menyerah dan mengibarkan bendera putih tanda kalah. Tidak mau berjuang dan lebih senang menyerahkan semuanya kepada takdir, membiarkan waktu terus berjalan tanpa mau memikirkan solusi penyelesaiannya.

Akhirnya yang muncul adalah situasi buruk yang berkepanjangan, bahkan semakin parah karena muncul hal-hal buruk lainnya yang saling berkaitan. Memburuk dan semakin memburuk. Ujung-ujungnya hanya dapat meratap dan menangisi nasibnya. Mulai menyalahkan orang lain dan bahkan Tuhanpun ikut disalahkan.

Sobatku yang budiman…

Dalam menghadapi situasi buruk dan kacau, janganlah kita ikut-ikutan menjadi kacau. Tenangkan pikiran dan tetap berkonsentrasi. Cari akar permasalahannya. Uraikan benang-benang kusut itu secara teliti. Ambil ujungnya dan mulailah menggulungnya ke dalam tempatnya. Jika ada yang kusut dan tidak dapat diurai lagi, segera potong dan buanglah jauh-jauh. Mulailah menyambungnya dengan rapi. Perlu ketelitian dan kesabaran tinggi.

Jangan menunggu situasi menjadi parah. Hal yang akan membuat kita semakin sulit untuk menyelesaikannya. Jangan menunggu lama-lama karena masalah yang lain akan ikut terseret ke dalam. Semakin lama akan semakin sulit untuk diselesaikan.

Satu hal yang perlu diingat. Tidak semua pekerjaan perlu segera dilakukan. Kita memiliki keterbatasan. Prioritaskan yang perlu dikerjakan. Yang kurang perlu, dapat ditunda dulu. Fokus kepada akar permasalahannya. Kadang kala, hanya dengan membereskan akar permasalahan, secara otomatis masalah lain, ikut terselesaikan juga dengan hanya sedikit penanganan.

Fokus dan konsentrasi itu membutuhkan ketenangan dan kedisiplinan. Perlu latihan yang tidak sedikit. Di sinilah letak seni kehidupannya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #masalah #kacau Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“KISAH PENCARI IKAN HIAS”

Seorang pemuda bernama Sinchan bekerja sebagai pencari dan pengumpul ikan hias di dalam lautan. Dengan bermodalkan sebuah tabung oksigen yang terpasang di punggungnya, jaring penangkap ikan dan plastik pengumpul ikan hias, Sinchan akan menyelam hingga ke dasar lautan, tempat para ikan hias berkumpul. Sebelumnya Sinchan pernah mendapat pelatihan bagaimana cara mencari ikan hias yang bagus.

.

Saat dirinya terjun menyelam, Sinchan bertekad untuk mencari ikan hias sebanyak-banyaknya, seperti yang diinginkan majikannya.

.

Namun saat berada di bawah permukaan laut, Sinchan mulai melupakan tugasnya. Baru kali ini, Sinchan merasakan kehidupan alam laut yang begitu menakjubkan.

.

Pemandangan keindahan di dasar laut begitu mempesona. Bunga-bunga karang dengan warna-warni dan aneka bentuk yang menarik telah membuyarkan konsentrasinya dalam mencari ikan-ikan hias. Hewan-hewan laut yang belum pernah dilihatnya, berseliweran kesana kemari dengan gerakan gemulai, telah menggoda imannya untuk ikut bermain dan bercengkerama dengan mereka.

.

Begitu mempesona dan begitu eksotiknya kehidupan di dalam laut membuat Sinchan terlena dan melupakan tugas utamanya.

.

Hingga suatu saat, Sinchan merasa terkejut, tatkala dirinya mengetahui bahwa oksigen yang berada dipunggungnya tinggal sedikit.

.

Sinchan menyadari telah melakukan keteledoran. Muncullah perasaan takut. Niatnya untuk mencari ikan hias, bakal berakhir sia-sia. Dia membayangkan bagaimana amarah majikannya saat dia muncul dari dalam air tanpa membawa apapun.

.

Dengan semakin sempitnya waktu, Sinchan segera melepaskan pandangannya dari keindahan bawah laut, mulai memfokuskan diri untuk mencari ikan hias yang ada di sekitarnya. Dia tidak berani menyelam lebih dalam lagi, karena oksigen sudah semakin menipis.

.

Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras saat bercanda ria dengan para hewan dan saat menikmati keindahan alam bawah laut. Dengan memanfaatkan keterbatasan kekuatan yang ada, Sinchan hanya berhasil mengumpulkan beberapa ekor ikan hias, itupun bukan ikan hias yang tercantik.

.

Akhirnya, isi tabung oksigennya benar-benar kosong, memaksanya harus segera berenang ke atas permukaan. Walaupun ikan hias yang berhasil dikumpulnya sangat sedikit, mau tidak mau Sinchan harus segera meninggalkan kedalaman lautan.

.

Malangnya lagi, karena panik dan tergesa-gesa, Sinchan tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga saat bersenggolan dengan seekor ikan yang berukuran cukup besar, tali ikatan terlepas dan menumpahkan seisi plastik yang telah dikumpulkannya dengan sisa-sisa tenaga terakhir yang dimilikinya.

.

Ketika tiba di permukaan air, sang majikan telah menunggu dengan penuh harapan. Saat matanya menoleh ke isi kantong plastik, seketika wajahnya berubah menjadi merah padam.

.

Majikan : “Kamu sungguh keterlaluan, satu tabung berisi oksigen penuh, kamu sia-siakan dengan tidak membawa hasil apapun. Kamu kira oksigen ini tidak dibeli dengan uang?”

.

Sinchan : “Maafkan saya tuan, saya teledor dan melakukan kesalahan…”

.

Majikan : “Memangnya apa yang kamu lakukan di bawah sana?”

.

Sinchan : “Saya terbuai dengan keindahan pemandangan di bawah laut sehingga melupakan tugasku mencari dan mengumpulkan ikan hias. Saya terlena dengan kehidupan yang menakjubkan mata saya. Saya mohon maaf, tuan…”

.

Majikan : “Kesalahan kamu sudah terlalu fatal. Inilah pertama kali kamu diberi kesempatan bertugas mengumpulkan ikan-ikan hias, namun kamu mengabaikan kewajibanmu. Kamu hanya membuang-buang waktumu untuk kenikmatan sesaat. Saya sangat kecewa…”

.

Sinchan masih berusaha memohon dengan menumpahkan tangisnya. Untung saja majikannya masih mau memaafkan dan memberinya kesempatan untuk bekerja kembali.

.

Sejak saat itu, Sinchan mulai mengerti bagaimana cara membedakan antara menunaikan tugas dan menikmati keindahan dunia bawah laut. Tidak mau lagi membiarkan dirinya terbelenggu oleh kenikmatan sesaat yang dapat membuatnya mengabaikan tugas utamanya.

.

Sobatku yang budiman…

.

Sepenggal kisah di atas, sangatlah lumrah dan jamak terjadi dalam kehidupan kita….

.

Tabung oksigen dilambangkan sebagai jatah umur manusia sedangkan ikan hias diibaratkan sebagai pahala, perbuatan baik dan kebajikan yang harus kita kumpulkan. Keindahan pemandangan bawah laut yang memukau dapat dianggap sebagai godaan-godaan kenikmatan duniawi.

.

Seringkali kita terlena dengan buaian kehidupan duniawi yang “memabukkan alam pikiran” dan melupakan kewajiban untuk mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Di saat lain, waktu kita juga tidak banyak lagi. Hanya sebanyak “isi tabung oksigen”.

.

Pernahkah kita melakukan introspeksi diri, apakah ikan hias (pahala) yang kita peroleh sudah cukup? Sehingga suatu saat nanti, saat “oksigen sudah habis” dan kita harus segera naik ke atas permukaan untuk menjumpai majikan kita, Tuhan Sang Maha Pencipta, maka kita sudah memiliki “ikan hias” (pahala) yang cukup dan berharap akan diterima oleh-Nya dengan tangan terbuka dan senyum kebahagiaan.

.

Janganlah kita terlena dengan kehidupan duniawi dan kenikmatan sesaat yang menyesatkan. Bukan tidak mungkin, terkadang kenikmatan yang sedang kita rasakan merupakan cobaan dan ujian bagi kita, apakah kita akan selalu ingat Tuhan dan menjalankan kewajiban kita mengumpulkan pahala atau sebaliknya mengabaikannya…

.

Semua terserah kepada keputusan kita masing-masing…

.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com

Posted in CERITA KEHIDUPAN | Leave a comment

“KURUS DAN GEMUK”

<Minggu, 10 September 2017 OOR 15:32>

Mongky seringkali mengeluhkan bobot badannya yang terus meningkat. Kebiasaannya ngemil di malam hari merupakan salah satu penyebabnya. Beberapa kali Mongky berkeluh kesah kepada sang pacar Abece, namun tidak mendapat respon yang memuaskan.

Abece pernah berkata : “Kalau kamu tidak ingin tubuhmu bertambah gembrot, sekarang biarkan diriku untuk memindahkan semua makanan yang ada di kamarmu ke rumahku. Sederhana bukan…?”

Mongky menyolotkan bibirnya : “Yeee, enak di abang, sengsara di aku dong… Gak mau dech… Gimana jika malam-malam saya kelaparan…?”

Abece menjawab sekenanya : “Gojek dong sayang…”

Mongky tidak merespon apa yang disampaikan kekasihnya yang memiliki bobot otak 0.5 gram.

Mongky : “Mulai sekarang saya mau diet saja. Abang jangan mengajak-ngajak saya keluar makan lagi. Pokoknya berat badanku harus turun 5 kilo dalam sebulan…”

Abece terkejut mendengar penuturan Mongky. Dia merasa terancam kelaparan karena selama ini hanya berharap kepada Mongky saat perutnya sedang keroncongan. Makanan yang enak tentunya, bukan ketela atau daun ubi tumbuk.

Tiba-tiba Abece berkata : “Sayangku, sebenarnya orang kurus dan orang gemuk tidak berbeda dari segi makannya.”

Mongky : “Kek mana gak berbeda, bang…?”

Abece : “Karena orang kurus dan orang gemuk sama-sama suka makan…”

Mongky : “Makanya postur mereka berbeda karena porsi makannya berbeda…”

Abece : “Bukan begitu sayang… Keduanya sama-sama suka makan. Yang kurus itu makan hati sedangkan yang gemuk itu makan tempat…”

Mongky : “Abangggg jahatttt…”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #kurus #gemuk Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in JOKE | Leave a comment

“MEMILIH”

<Minggu, 10 September 2017 OOR 08:53>

Dalam hidup ini kita sering dihadapkan pada suatu kondisi dimana kita harus memilih. Memilih diantara pilihan yang kita sukai atau sebaliknya memilih diantara pilihan yang tidak disukai.

Saat dipaksa untuk memilih sesuatu yang disenangi, kita tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Toh yang dipilih adalah yang kita sukai. Memilih smartphone atau memilih pakaian, tentunya bukan perkara yang sulit.

Namun ketika dihadapkan pada pilihan yang tidak disukai, maka kita pasti akan mengalami kesulitan yang berarti. Bayang-bayang keburukan di kemudian hari, menari-nari di depan mata. Muncul rasa takut, jika sampai salah memilih maka akan berimbas buruk kepada perjalanan hidup di kemudian hari.

Seorang isteri yang selalu mendapat kekerasan dari suaminya, merasa bimbang untuk meninggalkan sang suami. Ragu untuk mengakhiri mahligai rumah tangga yang sudah terjalin selama ini. Salah satu penyebabnya adalah kedekatan sang buah hati dengan sang suami. Dia tidak dapat membayangkan betapa terpukul dan sedihnya si kecil, jika harus berpisah dengan ayahnya karena dia berniat membawa kabur si kecil.

Di lain pihak, dirinya sudah merasa tidak tahan dengan perlakuan sang suami yang sangat temperamental. Terbersit niat untuk meninggalkan keduanya dan pergi menjauh dari kehidupan mereka. Namun, bayang-bayang kesedihan si kecil membuatnya ragu untuk hjjrah ke negeri seberang.

Inilah contoh sulitnya memilih di antara dua pilihan yang menurutnya dapat berdampak buruk bagi kehidupannya kelak. Dia merasa frustasi dan enggan untuk memilih. Sang isteri membiarkan semua ini terus bergulir tanpa niat untuk memutuskan, mau tetap tinggal atau pergi sejauh-jauhnya. Hidupnya bagai berada di awang-awang. Saat di rumah, jiwa dan batinnya tidak berada di rumah.

Keberadaannya bagai ada dan tiada.

Padahal, jika memang terpaksa memilih untuk tetap bersama keluarga kecilnya, sang isteri harus berusaha membenahi mentalnya, lebih bersabar dan berusaha untuk menarik simpati sang suami. Jangan melihat sisi buruk sang suami saja. Lihat juga apakah memang dirinya sudah melakukan hal terbaik untuk keharmonisan keluarganya. Berusaha tersenyum, menghindari sesuatu yang tidak disenangi sang suami dan tetap memperlakukan suaminya dengan sebaik-baiknya.

Sekeras-kerasnya batu karang, pasti akan hancur oleh air yang terus menerus menghujamnya. Sekeras-kerasnya hati manusia, pasti akan luluh oleh kelembutan dan kasih sayang.

Sobatku yang budiman…

Memilih itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada petuah orang tua mengatakan, jika harus memilih diantara yang baik, maka pilihlah yang terbaik. Jika harus memilih diantara yang buruk, maka pilihlah yang paling sedikit keburukannya.

Jangan takut untuk memilih. Sebenarnya jika kita melihat dari kacamata yang jernih, maka setiap pilihan yang tersedia, baik yang disenangi atau yang dibenci, keduanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua itu bergantung kepada persepsi dan penilaian kita sendiri. Jika kita merasa pilihan yang tersedia itu buruk adanya dan hanya fokus kepada keburukannya, maka kita seolah-olah berada di dalam lingkaran keburukan, pilihan yang baik pun akan dianggap buruk.

Tidak ada orang yang sempurna. Hadapi semua itu dengan penuh percaya diri. Pilihlah yang menurut kita baik untuk kita. Yang sanggup untuk dilalui dengan penuh keiklasan.

Kita harus memiliki keyakinan bahwa hal yang kurang baik, pasti akan dapat diperbaiki. Jangan berharap munculnya manusia setengah dewa yang akan datang untuk menyelesaikan semua permasalahan kita. Semuanya berpulang kepada diri kita sendiri.

Kehidupan ini tidak selalu menyediakan pilihan terbaik untuk kita. Terkadang yang tersisa hanyalah pilihan-pilihan berikutnya yang menurut kita kurang baik dan sulit untuk dipilih.

Namun sesungguhnya yang tersulit bukanlah saat memilih, namun bagaimana kita mampu bertahan dengan pilihan kita.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #memilih Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment

“TEMAN SEJATI”

<Minggu, 03 September 2017 OOR 09:22>

Menemukan teman sejati yang tulus merupakan anugerah terindah dalam hidup ini. Mereka akan setia menemani di saat kita sedang bersedih. Berusaha menghibur dan berupaya mengobati luka karena kesedihan.

Seorang teman sejati akan selalu mendukung apapun yang kita lakukan asalkan tidak bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada kata sirik ataupun dengki. Tidak ada niat sama sekali untuk menebarkan paku di jalan yang akan kita lalui. Merasa gembira saat kita berhasil meraih apa yang menjadi impian kita.

Namun, untuk menemukan teman sejati yang akan bersama kita dalam waktu lama, bukanlah hal yang mudah. Seiring dengan berjalannya waktu, sosok mereka akan silih berganti menemani hidup kita. Ada yang hilang karena harus berpindah tempat, menikah ataupun masalah kesibukan pekerjaan. Waktu kebersamaan yang sedikit membuat hubungan yang sudah terjalin menjadi renggang. Tidak sedikit yang harus mengakhiri ikatan pertemanan karena perselisihan.

Di era keterbukaan informasi, semua orang tidak asing lagi dengan media sosial. Memiliki akun pribadi di berbagai medsos, misalnya : facebook, instagram dan sebagainya. Kita dengan mudah mengakses berita, cerita dan peristiwa semudah membalikkan telapak tangan. Hanya dengan modal internet dan smarphone, kita dapat menjangkau hingga ke belahan dunia lain dan mencari tahu apa yang tidak diketahui. Era sudah berubah. Zaman kertas sudah digantikan oleh digital.

Aneka masalah mulai bermunculan. Ketidakmampuan manusia dalam memilah informasi dan berita yang benar, seringkali menimbulkan perselisihan antara sesama pengguna medsos. Banyak hubungan pertemanan harus berakhir karena perbedaan pandangan. Yang satu melihat dari sisi kiri, yang lain melihat dari sisi kanan. Saling mempertahankan pendapat, tanpa mau mengalah. Tidak lagi mengingat, betapa dulu, pernah begitu akrab dan amat dekat. Yang muncul sekarang adalah sifat egois dan mau menang sendiri.

Padahal dulu, selalu bersama. Duduk sebangku saat sekolah. Tidur seranjang saat rekreasi keluar kota. Bahkan tidak jarang, menikmati makanan sepiring berdua. Seiya sekata dan rela mengorbankan perasaan demi kebahagiaan teman. Tidak ada jarak sama sekali.

Namun sekarang, hanya karena memiliki perbedaan pandangan, semua berakhir sia-sia, berselisih paham, saling menjatuhkan, saling mengejek dan bahkan mendoakan hal-hal yang jelek untuk temannya. Begitu mudah melupakan kebersamaan yang pernah terjalin dulu.

Sobatku yang budiman…

Jika saat ini kita memiliki seorang teman yang membuat kita merasa nyaman dan damai bersamanya, maka kita harus menjaga hubungan pertemanan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan merusaknya dengan melakukan perbuatan yang tidak benar. Percayalah kepadanya dan tidak merusak kepercayaan yang sudah ada.

Seorang teman palsu lebih mempercayai dan selalu percaya dengan rumor dan fitnah yang bersumber dari orang lain.

Seorang teman sejati selalu percaya dengan realita dan kebenaran yang bersumber dari mulut kita.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #teman Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Posted in RENUNGAN | Leave a comment