Category Archives: Agama

“AGAMA DAN MEDIA PROVOKATIF”

<Senin, 19 Juni 2017 OOR 07:17> Abaikan saja media provokatif serta link-link hoax, fitnah dan mengganggu kebhinnekaan, dengan menggunakan jargon agama. Sebab mereka hanya pintar membuat perpecahan dan berusaha memancing emosi para pengikutnya yang sebagian tidak mengerti apa-apa. Para pengikutnya … Continue reading

Posted in Agama, Renungan Harian | Leave a comment

“HIDUP DENGAN WAJAR”

<Jumat, 16 Juni 2017 OOR 06:57> Kebanyakan orang suka dengan yang besar-besar. Rumah besar, mobil besar, impian besar, keinginan besar dan keberhasilan yang besar. Mereka kerapkali melupakan sesuatu yang kecil dan sederhana. Mereka tidak menyadari bahwa sebelum besar, pasti akan … Continue reading

Posted in Agama | Leave a comment

“PEMBELAJARAN”

<Senin, 02 Juni 2017 OOR 19:05> Hidup ini selalu memberi pembelajaran yang tiada henti. Setiap waktu, setiap kejadian dan setiap kondisi akan menghadiahi kita sebuah pembelajaran gratis yang mungkin tidak akan berulang lagi di waktu mendatang. Semua ini bergantung kepada … Continue reading

Posted in Agama | Leave a comment

“WAISAK”

Posted in Agama, Renungan Harian | Leave a comment

“INDONESIA TANAH AIRKU”

<Sabtu, 06 Mei 2017 OOR 18:46> Menanamkan jiwa nasionalisme pada anak balita memang terlihat seperti perbuatan sia-sia. Untuk ngomong aja, mereka belum lancar, suaranya masih cadel, kalimat yang terdengar masih terbata-bata dan tidak jelas.  Namun seandainya si balita merasa tertarik … Continue reading

Posted in Agama | Leave a comment

“KOTAK P3K”

<Jumat, 17 Desember 2017 OOR 07:11> Dalam menjalani hidup ini, kita harus memiliki kotak P3K yaitu “Perangkat Pribadi Pada Kehidupan”. Kotak ini harus diisi dengan benda-benda yang akan bermanfaat bagi kita dan orang sekitarnya. Di dalam kotak serba guna ini, … Continue reading

Posted in Agama | Leave a comment

“FATAMORGANA”

<Sabtu, 04 Februari 2017 OOR 01:14> Berjalan hingga ke delapan penjuru angin. Melangkah tanpa tujuan yang jelas. Berlari mengejar sesuatu yang tidak pasti. Mengembara tiada arah yang berakhir dengan kesia-siaan. Mengapa harus dimulai dari sini lagi?  Bukankah seharusnya diakhiri di … Continue reading

Posted in Agama | Leave a comment