“MENJADI BIJAK”

<Senin, 08 Maret 2019 OOR 18:00>

Seorang guru berkata kepada murid-muridnya :

“Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang benar sebab orang benar selalu melakukan segala sesuatu yang menurutnya benar. Padahal kebenaran itu adalah sesuatu yang relatif (berubah), tidak ada yang absolut (pasti). Orang benar menilai semua pendapat yang tidak sesuai dengan pandangannya adalah salah. Dia akan terbelenggu dengan kebenaran dirinya”.

“Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang baik karena orang baik cenderung mudah menerima pendapat orang lain tanpa filter (penyaring), selalu berprasangka dan berpikiran positif, bahkan terhadap orang yang ingin menipunya. Tidak jarang membiarkan dirinya dikhianati berkali-kali tanpa pernah mau mengkoreksi diri dan tidak mau mawas diri”.

“Saya mengajarmu bukan untuk menjadikan dirimu menjadi orang pintar sebab kepintaran itu tiada batasnya. Di atas langit masih ada langit. Orang pintar cenderung menjadi egois jika tidak dibarengi dengan kemampuan mengolah hati yang benar dan kepribadian yang kuat”.

“Saya mengajarkan dirimu bukan untuk menjadi orang kaya atau terkenal. Sebab orang kaya atau terkenal cenderung menjadi sasaran empuk dari sebuah kesombongan dan selalu menganggap dirinya lebih hebat dari yang lain. Ada tenggat masa seseorang berada dalam posisi nyaman ini. Kaya dan terkenal itu tidak kekal”.

Sang Guru berkata lagi : “Namun saya mengajarmu untuk menjadi orang bijak sebab orang bijak pasti memiliki pandangan luas jauh ke depan. Orang bijak dapat melihat segala sesuatu secara objektif, dari berbagai sudut pandang yang berbeda, tidak berpikir hanya berdasarkan kebenaran dirinya sendiri, juga mampu melihat pendapat beragam dari orang lain, bahkan dari orang yang berlawanan dengannya”.

Sobatku yang budiman…

Memang sulit menjadi orang bijak karena harus memiliki kemampuan melihat dan menerawang menembus alam subjektifitas diri sendiri yang cenderung egois dan mau menang sendiri.

Orang bijak selalu menilai semua pemikiran secara objektif, baik sisi positif maupun negatif dari suatu masalah. Orang bijak akan mengeluarkan pernyataan, opini dan pendapat dengan penuh pertimbangan, berdasarkan semua sisi baik dan buruk yang mungkin muncul.

Orang bijak itu laksana neraca (timbangan) yang berupaya menyeimbangkan dirinya agar selalu adil dan tidak berpihak, tidak terjerumus ke dalam posisi like or dislike.

Dan yang pasti, orang bijak itu tidak akan pernah menyebarkan berita fitnah, bohong ataupun hoax.

Kebijaksanaan itu adalah kekal dan abadi…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s