“BELUM KAYA-KAYA”

<Rabu, 29 Agustus 2018 OOR 15:00>

Jalan hidup manusia tidak ada yang tahu, kecuali Sang Pencipta. Semua serba rahasia. Apa yang direncanakan sering kali tidak berjalan mulus. Target yang dipatok belum juga tercapai.

Padahal kita sudah berupaya mendapatkan rezeki secara halal dengan mengerahkan segenap kemampuan yang dimiliki.

Mencari ilmu dan pengetahuan melalui jalur formal maupun informal. Sederetan gelar terpampang rapi di depan dan belakang nama. Belasan sertifikat tersusun rapi di dinding ruangan yang didapatkan dari berbagai seminar yang diikuti. Namun rezeki masih belum mendekat.

Relasi dan pertemanan sudah diperbanyak. Dari mulai sekelas manager hingga pemilik perusahaan. Pergaulan juga sudah diperluas hingga waktu untuk keluarga menjadi berkurang. Namun rezeki belum juga datang.

Semua aturan telah diikuti dan dilaksanakan dengan benar. Sehingga tidak memunculkan celah untuk berbuat curang dan berpotensi melanggar pidana. Tidak lagi bermain secara teori belaka, namun semua sudah dipraktekkan dalam bisnis. Namun tetap belum kaya-kaya.

Ada saja penghalang yang menghadang. Ada saja penghambat yang merintangi jalan di depan. Semua itu di luar dugaan dan tidak dapat diprediksi sebelumnya. Di luar batas kemanusiaan.

Bukan itu saja, urusan religi tidak pernah dilupakan. Doa tidak pernah ketinggalan. Menjalankan ajaran dan perintah agama selalu diutamakan. Termasuk menjauhi larangan untuk berjudi, berzinah dan minum minuman keras.

Lalu, sudah mendapatkan restu dan doa dari orang tua atas apapun yang dijalankan saat ini. Juga memberikan penghidupan yang layak untuk mereka. Gemar bersedekah dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Namun, sekali lagi, rezeki masih tetap belum mendekat.

Mengapa Tuhan masih belum memberikan apa yang kita inginkan? Lantas, dimana salah kita? Apa lagi yang harus diperbuat agar dapat sukses dan menjadi orang yang bergelimangan harta?

Sobatku yang budiman…

Hal di atas sangat jamak dan amat sering kita dengar. Banyak orang yang saleh dan baik hatinya, hidup sederhana dan jauh dari kata sukses untuk ukuran manusia. Yang membuat miris hati, orang jahat dan selalu berbuat curang malahan hidupnya bergelimpangan harta. Adilkah ini?

Banyak dari kita akan merasakan bahwa hidup ini tidak adil. Menganggap Tuhan itu tidak bijaksana dan sungguh tidak adil. Ada yang putus asa, lalu menghujat Tuhan itu sudah buta, yanh baik disengsarain, sedangkan yang jahat justru disenangin.

Berhentilah berprasangka buruk kepada Sang Penguasa Langit dan Bumi. Kuasa Tuhan itu tidak ada batasnya. Apa yang terjadi adalah kehendak-Nya. Kekuasaan-Nya absolut dan tidak dapat dibantah.

Kita harus yakin bahwa sesungguhnya Tuhan itu amat menyayangi umatnya. Siapapun kita. Mungkin waktunya belum tepat untuk kita menjadi sukses atau kaya. Jika saat ini kita dibukakan pintu rezeki yang selebar-lebarnyq, barangkali kita akan berubah menjadi manusia yang sombong. Kita menjadi lupa diri. Merasa menjadi orang hebat dan tidak terkalahkan. Tidak lagi menuruti aturan main dan bahkan melanggar perintah agama.

Bertindak sembrono dan menghalalkan segala kecurangan dalam berbisnis. Bergaul dengan para pecandu narkoba, mabuk-mabukan serta keluar masuk tempat hiburan dengan alasan untuk menghilangkan penat. Ujung-ujungnya menjadi penghuni hotel prodeo.

Dengan belum mengalirnya rezeki secara lancar, sesungguhnya Tuhan sedang mengajarkan kita tentang arti kesederhaan dan kesabaran. Tuhan sedang mendidik kita untuk menghargai sejengkal demi sejengkal rezeki yang diperoleh dengan susah payah. Agar kelak saat Tuhan telah membuka pintu rezeki selebar-lebarnya, maka kita menjadi mengerti bagaimana memanfaatkan rezeki itu sebaik-baiknya. Tidak berfoya-foya dan mampu menjauhkan diri dari lingkungan yang tidak benar.

Percayalah… akan ada waktunya bagi mereka yang penyabar untuk menikmati buah yang ditanam sebelumnya. Semua akan indah pada waktunya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #Aug2018 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s