“MAKAN DI WARTEG”

<Minggu, 13 Agustus 2017 OOR 16:28>

Suatu ketika Abece pergi ke warung nasi untuk meredakan kelaparan yang menusuk hingga ke ulu hatinya. Sudah seharian ini, Abece belum sempat menikmati sepiring nasi karena menghabiskan banyak waktu untuk bercengkerama dengan kambing peliharaannya. Abece berusaha menghibur kambingnya yang sedang demam dan flu berat. Memandikan dengan air hangat, membedaki dengan bedak tabur milik ibunya dan juga menyarungi dengan sarung yang biasa dipakainya.

Setelah meninabobokkan kambingnya, barulah Abece dapat meninggalkan sang kambing sendirian di dalam kandang, yang baru dihiasi dengan aneka gambar pemandangan rumput hijau. Tujuannya untuk menggugah selera makan si kambing.

Abece segera bergegas ke warung Pak Sadong, tentunya untuk menenangkan gerombolan cacing yang bersemayam di dalam perut buncitnya. Agar mereka tidak terus menerus mendendangkan lagu keroncong bernada tinggi yang memekakkan telinga. Sesuatu yang akan membuat orang-orang sekeliling tersenyum simpul, setelah mendengar lantunan melodi bersahut-sahutan. Kerukkk…krukkkk…krukkk…

Abece berteriak : "Pak… saya sudah lapar berat…"

Pak Sadong : "Berapa kilo beratnya…"

Abece : "Mohon bapak jangan main-main… Saya sendiri tidak main-main, mengapa pula bapak harus main-main karena sesungguhnya kita tidak pernah bermain bersama…."

Pak Sadong bingung mendengar penjelasan Abece yang berbelit-belit kayak benang kusut yang jatuh ke dalam selokan.

Abece : "Cepetan… siapkan tiga piring nasi putih…"

Pak Sadong : "Kuning sedikit gak papa yah… Soalnya tadi telat diangkat, jadinya gosong…"

Abece mulai jengkel, lantas berkata : "Ada ayam…?"

Pak Sadong : "Ada bang…"

Abece : "Biawak…?"

Pak Sadong : "Jangankan biawak, ularpun saya ada… Mau pesan berapa…?"

Abece berlari berhamburan keluar warung Pak Sadong : "Wadawww… Saya benci ayam, biawak dan ular… Cepat usir mereka keluar…!!!"

Pak Sadong : "Cuma dagingnya saja… Bukan yang hidup…"

Abece : "Pokoknya saya tidak mau makan di sini kalau masih ada mereka di dalam…. Walaupun mati, mungkin saja mereka tetap bisa bergerak-gerak seperti ekor cicak yang terputus atau ulat yang terbelah tubuhnya. Jijay sekali…"

Pak Sadong : "Memang sedeng nih orang…"

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s