“KITA TIDAK HIDUP SENDIRIAN”

<Kamis, 20 Juli 2017 OOR 09:27>

Ada orang yang bertabiat sombong dan mau menang sendiri, egois dan merasa dirinya paling hebat. Memiliki harta berlebih, merasa paling kaya. Memiliki ilmu sedikit, merasa paling pintar. Memiliki follower lebih banyak, merasa paling tenar dan benar.

Apapun yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat. Apapun yang dilakukan selalu diyakini sudah benar. Apapun yang diyakininya, harus diikuti oleh semua orang. Tidak boleh ada yang membantah. Yang melawan dianggap musuh. Yang membangkang harus diusir. Yang menolak harus dibinasakan.

Padahal, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita adalah makhluk sosial yang tidak pernah luput dari kesalahan, kekhilafan dan kekurangan. Sangat jauh dari kata sempurna. Kita hidup sampai detik ini saja, selalu ditolong oleh orang lain.

Lahir ditolong orang lain. Belajar dan menuntut ilmu ditolong orang lain. Makan, minum dan mandi menggunakan bahan, alat dan perkakas yang dibuat oleh orang lain. Harta yang sekarang diperoleh, juga dihasilkan dan diberikan oleh orang lain. Sukses kita pasti karena dukungan orang lain. Bahkan nanti setelah meninggal, jasad kita pasti akan diurus oleh orang lain.

Ternyata sejak lahir hingga berakhirnya kontrak kita di dunia ini, selalu ditolong orang lain. Tanpa orang lain kita bukanlah apa-apa. Bukanlah siapa-siapa.

Lantas apa lagi yang mau dibangga-banggakan? Apa lagi yang ingin dipamerkan? Apa lagi yang mau disombongkan?

Sobatku yang budiman…

Hidup ini tidaklah kekal. Roda kehidupan itu selalu berputar. Kadang di atas dan kadang di bawah. Tidak ada gunanya menyombongkan diri di saat kita sedang berada di atas. Suatu saat kita pasti akan berada di bawah.

Jika kita mengabaikan dan menyepelekan orang lain ketika sedang berada di puncak kesuksesan, maka di saat kita terpuruk di jurang kegagalan, orang-orang akan enggan menolong kita. Mereka justru membiarkan kita tetap berada di lembah penderitaan. Mereka enggan mengangkat kita keluar dari jurang kesakitan, enggan mengobati luka kita dan tidak bersedia memberikan pundaknya sebagai sandaran kepala kita.

Tentunya hal ini yang paling ditakuti semua orang. Seorang diri merangkak keluar dari jurang yang dalam dan sendirian berjalan menembus lorong gelap yang tidak kelihatan ujungnya. Hidup sunyi sepi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak tahu harus dimulai dari mana. Terus mencari ujung benang yang kusut dengan pikiran yang kacau.

Di saat ini kita membutuhkan orang lain. Tidak mungkin ada manusia super yang dapat menolong dirinya sendiri. Mustahil menapak jalan yang berliku sendirian. Kita tidak paham di depan kita ada apa. Mungkin kerikil atau lubang menganga. Kita harus dituntun supaya selamat. Jelas sekali, dalam semua kondisi, kita membutuhkan orang lain, terutama saat terlilit masalah.

Bersahabatlah dengan semua orang, tanpa pandang bulu, tanpa membeda-bedakan dari suku, agama, ras dan kebangsaan. Peliharalah persahabatan yang sudah terjalin dengan sebaik-baiknya.

Jangan menghina dan menyepelekan orang lain. Jangan merasa diri adalah paling benar dan paling hebat. Sebab kita bukanlah siapa-siapa tanpa orang lain.

Kita pasti membutuhkan pertolongan orang lain, kapanpun dan dimanapun kita berada. Sebab kita tidak hidup sendirian di dunia ini.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #hidup #kehidupan #tidaksendirian Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s