“UTUSAN TUHAN”

<Senin, 17 Juli 2017 OOR 07:36>

Di suatu kota besar hiduplah seorang pengusaha muda yang bernama Hates. Beliau merupakan orang terpandang karena memiliki banyak bisnis dan mempekerjakan hampir sepersepuluh penduduk di kota tersebut. Hates sangat senang berfoya-foya, setiap malam menghabiskan waktunya dengan mengadakan pesta. Tidak jarang juga menyediakan minuman beralkohol untuk menjamu rekan-rekan bisnisnya.

Kemahirannya berbisnis mengantarkannya menjadi sepuluh besar orang terkaya di negerinya. Berkat diplomasi dan kepiawaiannya menjalin pertemanan, Hates bersahabat dengan salah seorang pemimpin dunia yang namanya sudah dikenal di seantero jagad. Namanya adalah Trames, pemimpin negeri adidaya yang fenomenal dan memiliki perangai aneh. Beberapa kali Trames mengeluarkan kebijaksanaan yang tidak lazim dan tidak disukai banyak orang. Sebelum menjadi pemimpin di negerinya, kelakuan Trames sering menjadi sorotan publik karena beberapa kali berfoto tidak senonoh dan di luar kepantasan. 

Merasa memiliki hubungan pertemanan yang erat dengan Trames, Hates semakin percaya diri. Dia merasa mampu melakukan apa saja, sering berbuat tidak semena-mena kepada bawahannya, menghalalkan segala cara untuk menguasai bidang bisnis yang diincar, tentunya dengan cara keji “menghabisi” lawan-lawan bisnisnya.

Hates semakin tidak terkontrol. Dengan melimpahnya uang yang dikumpulkan, Hates merasa sudah memiliki semuanya. Bahkan salah satu impiannya adalah untuk merebut kekuasaan dan berniat mengkudeta pemimpin yang sedang berkuasa, dengan memanfaatkan semua elemen masyarakat yang tunduk dan menghamba kepadanya.

Semakin hari kelakuan Hates semakin menjadi-jadi. Merasa dirinya adalah penguasa sesungguhnya. Sesuka hati berbuat apapun, memerintah orang untuk mendukungnya, cukup dengan membuka sedikit keran tabungannya. Banyak lawan politiknya yang sebelumnya berseberangan dengannya, saat ini berbalik arah mendukungnya. Semua ini terjadi berkat kucuran dana yang melimpah.

Banyak rakyat tidak suka kepada Hates. Mereka selalu berdoa agar pengusaha zalim ini mendapat hukuman atas perbuatannya yang tidak baik. Mereka berharap suatu saat nanti Tuhan mau mengabulkan doa mereka.

Suatu malam, saat hujan turun dengan derasnya, disertai dengan suara petir yang menggelegar, datanglah seorang utusan Tuhan ke kediaman Hates yang besar dan mewah. Utusan ini membawa catatan yang berisikan nama-nama orang yang harus dipanggil menghadap Tuhan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama ini.

Sang utusan : “Selamat malam Tuan Hates. Sesuai mandat yang diberikan kepadaku, saat ini saya datang untuk menjemputmu menghadap Tuhan…”

Hates bertanya dengan suara bergetar : “Apa maksud perkataanmu? Apakah saya harus mengakhiri hidupku saat ini juga?”

Sang Utusan : “Benar sekali, tuan…”

Hates : “Tapi saya belum siap… Tunggulah dua puluh tahun lagi… Saya masih banyak janji dengan rekan bisnisku. Usahaku banyak yang baru mulai dirintis, tidak bisa kutinggalkan begitu saja. Saya juga sedang merealisasikan mimpiku menjadi pemimpin negeri ini… Saya mohon supaya bisa ditunda…”

Sang Utusan menunjukkan nama sang pebisnis ulung yang berada di urutan teratas dalam catatannya : “Maaf, hal ini tidak dapat ditunda. Tugas kami adalah menjemput satu persatu nama yang tertera, mulai dari urutan yang teratas, tidak boleh lompat-lompat…”

Tubuh Hates bergetar, berkata dengan suara sangat pelan : “Saya masih muda dan sejujurnya saya masih ingin menikmati kehidupan di dunia ini. Masih banyak mimpiku belum terwujud. Apapun yang kalian mau akan saya berikan. Hartaku melimpah, tentunya saya dapat menyediakan apapun yang kalian mau…”

Sang utusan menggelengkan kepala : “Sekali lagi saya mohon maaf. Ini sudah menjadi perintah dari Tuhan. Tidak bisa ditunda-tunda lagi…”

Hates mencoba berdiplomasi : “Begini saja, bolehkah saya menelepon Tuhan yang memerintah dirimu untuk menjemputku? Setahuku Tuhan itu Maha Adil dan Maha Penyayang. Beliau pasti akan mengabulkan permintaanku…”

Sang Utusan : “Kamu tidak punya hak untuk berbicara langsung dengan Tuhan. Derajatmu jauh dibawah Tuhan. Dan satu lagi, kamu tidak akan mengerti bahasa Tuhan…”

Kali ini Hates tidak mampu lagi berkata-kata : “Baiklah kalau begitu. Bolehkah saya mengambil makanan terakhirku sebelum saya pergi meninggalkan dunia ini…?”

Sang Utusan : “Tentu saja boleh…”

Hates segera menyiapkan makanan dan minuman untuk dirinya dan Sang Utusan. Karena tidak rela dipanggil duluan, maka Hates berusaha menggunakan akal liciknya untuk mengelabui Sang Utusan. Hates membubuhkan obat tidur ke dalam hidangan yang dipersiapkan untuk Sang Utusan. Setelah selesai, Hates menyajikan semua ini ke hadapan Sang Utusan.

Hates : “Silakan dinikmati makanan dan minuman ini…”

Tidak berapa lama kemudian setelah menyantap hidangan, Sang Utusan itupun tertidur pulas. Di saat inilah, Hates segera mengambil catatan yang berada di dalam genggaman Sang Utusan. Dia menghapus namanya yang berada di urutan pertama dan menuliskan namanya di urutan paling akhir. Dengan demikian, Hates berharap Sang Utusan akan menjemput orang yang berada di bawahnya.

Setelah dua jam, Sang Utusan bangun dari tidur lelapnya. 

Sang Utusan tersenyum kepada Hates, lalu berkata : “Anda sungguh baik Tuan Hates. Karena kebaikanmu inilah saya akan menjemput orang yang berada di urutan paling belakang….”

Sobatku yang budiman…

Setiap perbuatan jahat, pasti akan mendapat balasannya. Kita tidak akan pernah tahu, kapan balasan itu akan datang. Tuhan tidak pernah tidur dan akan menghukum mereka yang telah berlaku zalim kepada sesama umat manusia.

Mungkin saat ini, ada orang yang sedang menari-nari di atas penderitaan orang lain, mengambil sesuatu yang bukan haknya, melakukan manipulasi dan perbuatan jahat lainnya, namun saat tiba waktunya, akan datang hukuman setimpal atas perbuatannya itu. 

Selagi masih diberi kesempatan, marilah kita selalu melakukan perbuatan baik. Apapun yang dilakukan, harus menghasilkan nilai-nilai kebajikan untuk diri sendiri dan terutama untuk orang lain.

Dengan berbuat kebajikan, maka hati akan menjadi tenang dan senang. Pikiran menjadi jernih dan lebih bijaksana. Batin kita akan selalu dipenuhi rasa bahagia. Hidup menjadi lebih berkualitas.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #utusantuhan #kebajikan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in AGAMA, Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s