“MEMPROVOKASI MAKANAN”

<Minggu, 16 Juli 2017 OOR 13:45>

Sepulangnya dari liburan bersama keluarga sang pacar, Mongky Prikitiw, Abece kembali ke habitat aslinya, kehidupan sehari-hari yang biasa dan tidak berlebih makanan.

Kepulangan Abece disambut dengan perasaan haru oleh sang bunda. Selama kepergian sang buah hati tercinta, sepanjang waktu ibunda Abece selalu berdoa semoga anak semata wayangnya dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat dan tanpa kelebihan apapun. Lebih hitam, lebih banyak luka karena ceroboh atau digampar orang yang kesal dengan ulah Abece maupun lebih kuning giginya karena Abece keseringan lupa membawa sikat gigi tradisionalnya yang terbuat dari daun kelapa.

Ibunda Abece : “Bagaimana liburan kamu bersama pacarmu…?”

Abece : “Enak mak… lebih enak daripada liburan di rumah nenek…”

Ibunda Abece : “Enaknya dimana…?”

Abece : “Kalau di rumah nenek, makannya dibatasi. Bahkan kadang harus berebutan makanan yang tersaji di atas meja. Sikut menyikut sama saudara yang lain sudah menjadi hal yang biasa… Kalo liburan kali ini, saya tinggal menunggu sisa makanan yang tidak dihabiskan mereka. Selanjutnya apa yang tersisa akan saya lahap hingga ke sumsum piringnya…”

Ibunda Abece : “Sumsum piring…?”

Abece : “Iya mak… Kalau makan sumsum tulang, biasanya kita sedot-sedot hingga habis sarinya. Yang ini, saya jilat-jilat piringnya hingga bersih, licin dan tidak ada sisa sedikitpun…”

Ibunda Abece menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penuturan dan pengalaman Abece : “Lain kali kamu tidak boleh demikian. Kan malu jika dilihat keluarga pacarmu…”

Abece berkilah : “Tidak mak… Justru mereka bersorak sorai kegirangan menyemangati saya. Mereka merasa sangat terhibur. Bahkan mereka berjanji akan mengajakku pergi liburan bersama lagi ke Eropa tahun depan…”

Ibunda Abece : “Pokoknya kamu harus pintar-pintar jaga penampilan di depan keluarga Mongky. Ibu takut mereka akan menyepelekanmu karena ulahmu yang konyol. Kasian Mongky yang mati-matian membelamu. Dia itu gadis yang baik dan sangat pengertian. Kamu tidak boleh menyia-nyiakan cinta Mongky kepadamu. Kalo tidak dengan Mongky, ntah siapa lagi yang akan peduli dan sayang kepadamu…”

Abece : “Iya mak… Saya mengerti kok. Saya pun cinta mati sama Mongky. Kalo dengan Mongky, saya tidak perlu khawatir kelaparan. Satu lagi, Mongky itu tidak suka mengeliminasi makanan ataupun memprovokasi makanan…”

Ibunda Abece : “Bah… apa maksud kamu mengeliminasi dan memprovokasi makanan?”

Abece tertawa terbahak-bahak dengan mulut mangap, menampilkan sederetan gigi yang tidak beraturan.

Abece : “Mamak memang orangnya udik. Gak gaul banget. Masak nggak ngerti kata mengeliminasi atau memprovokasi?”

Ibunda Abece : “Kalau kata mengeleminasi tentunya ibu tahu. Artinya mengurangi. Sedangkan memprovokasi artinya memanas-manasi…”

Abece : “Nah mamak kan tau juga… Jadi mengeliminasi makanan artinya mengurangi jatah makanan. Memprovokasi makanan artinya memanasi makanan…”

Ibunda Abece tersenyum sambil menggelengkan kepalanya : “Owalah… udah kayak artis Vicky Prasetio yang sok-sok memakai bahasa Inggris tapi serba belepotan. Anakku, I am sorry birth and soul yah…”

Abece kebingungan mendengar kalimat dari sang bunda : “Apa pulak itu artinya Mak…?”

Ibunda Abece : “Saya mohon maaf lahir dan batin…”

Abece : “Kacau nih mamakku…”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #provokasi Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s