“SALAH ATAU BENAR”

<Sabtu, 15 Juli 2017 OOR 11:48>

Dalam hidup ini, ada dua tipe manusia yang lalu lalang dalam kehidupan kita. Ada yang selalu merasa salah dan sebaliknya ada yang selalu merasa benar. 

Yang selalu merasa salah menganggap apa yang dilakukannya belum sesuai dengan apa yang dipikirkan, apa yang dihasilkan belum sesuai dengan apa yang dikerjakan. Mereka merasa dirinya belum sempurna. Berusaha sekuat mungkin menggali potensi dalam diri dan sumber daya yang tersedia di sekitarnya untuk dijadikan referensi perbuatannya.

Mereka tidak pernah puas, ada perasaan takut jika orang lain menilai negatif terhadap apa yang telah diperbuat. Cenderung ragu dalam bertindak. Tidak gegabah dan bersikap wait and see. Tidak berani maju di depan. Lebih memilih berada di barisan belakang menunggu instruksi dari orang di depannya.

Jika merasa semua yang ada di dunia ini tidak lagi dapat diandalkan, maka mereka akan segera bersujud meminta petunjuk dan arahan dari Tuhan. Berserah diri dan berharap hatinya menjadi lebih tenang.
Sementara itu…

Yang merasa selalu benar menganggap dirinya tidak pernah melakukan kesalahan. Apapun yang dilakukannya adalah kebenaran dan tidak boleh dibantah. Bahkan untuk perbuatan atau perkataan yang jelas-jelas salah, akan terus dipertahankan sebagai kebenaran, tentunya dengan seribu satu macam alasan maupun dalil.

Mereka selalu berada di barisan terdepan untuk menunjukkan eksistensi dan memamerkan kemampuannya. Selalu merasa menjadi pusat perhatian. Merasa bangga dengan apa yang telah diperbuatnya, walaupun telah menyinggung dan menyakiti hati orang lain.

Orang yang selalu merasa benar, tidak pernah mau dibantah. Semua omongannya adalah perintah yang harus dilaksanakan. Terkadang memanipulasi keberadaan Tuhan agar dianggap sebagai wakil Tuhan. Bahkan mungkin sesekali, ucapannya diklaim sebagai ucapan yang bersumber dari Tuhan. Menggunakan nama Tuhan untuk memuluskan aksinya, tujuannya agar mendapat kepercayaan dari banyak orang.

Mereka cenderung angkuh, sombong dan tidak mau kalah. Tidak boleh ada yang mendebat perkataannya, sebab hal ini akan merendahkan kehormatannya. Mereka berpegang teguh atas kebenaran versinya sendiri dan tidak akan pernah menerima pendapat orang lain. Yang penting, dirinya adalah kebenaran.

Sobatku yang budiman…

Kedua karakter di atas bukanlah sifat manusia yang baik. Yang satu selalu merasa pesimis dan yang lain cenderung optimistis. Yang satu merasa rendah diri, yang lain terlalu percaya diri, cenderung takabur.

Ada perbedaan mencolok dari keduanya. Yang selalu merasa salah, akan terus melakukan pembenahan dan introspeksi agar ke depannya menjadi lebih baik. Sedangkan yang selalu merasa benar, akan menganggap dirinya sempurna dan tidak perlu lagi untuk belajar. Toh menurutnya, dirinya adalah kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat.

Namun jika disuruh untuk memilih satu dari antara keduanya, maka pilihan terbaik adalah : “Lebih baik menjadi orang yang selalu merasa salah daripada menjadi orang yang selalu merasa benar”

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #salah #benar Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s