“AKIBAT PENGEN”

<Selasa, 11 Juli 2017 OOR 10:46>

Suatu pagi, Abece dan sang pacar Mongky Prikitiw, pramugari dari Cong-Air sedang berteleponan ria.

Mongky : “Bang… Aku pengen nangis…”

Tidak berapa lama kemudian Abece muncul ke rumah Mongky sambil menenteng dua ikat buah manggis. Yang menerima adalah nenek Mongky karena sang pacar sedang luluran di kamar.

Setelah mengantarkan buah manggis, Abece segera pulang ke rumah untuk beristirahat. Belum sempat mendudukkan bokongnya ke sofa reyot di rumahnya, hape Abece kembali berbunyi. Ternyata Mongky yang meneleponnya.

Mongky : “Kok abang membawakan manggis untukku? Kan saya pengen nangis… Ada yang jual, gak…?”

Abece : “Ohh, tadi saya salah dengar. Oke dech sayang… Nanti saya antarkan apa yang diminta ke rumah…”

Tidak sampai sejam, Abece sudah muncul kembali ke rumah Mongky sambil membawa sebotol obat kudis merek terkenal dan paling manjur.

Kali ini Mongky sendiri yang menerima barang bawaan Abece, Melihat apa yang dibawa Abece, Mongky menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mongky merengut : “Kok abang bawa obat kudis? Sejak kapan aku kudisan? Abang jangan macam-macam dech…”

Abece gelalapan dan berusaha berkilah : “Sebenarnya obat kudis ini untuk nenekmu…”

Tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam kamar sang nenek : “Kurang ajar… Sejak kapan kamu mengintip nenek mandi? Kok tahu pundak dan bokong nenek ada kudisnya…?”

Abece menjentikkan telunjuknya ke lengan Mongky dan mengerlingkan matanya, sambil berteriak : “Mongky yang bilang nekkkk…”

Mongky terpaksa ikutan berteriak agar sang nenek tidak berpikir macam-macam kepada Abece, apalagi sampai menuduh Abece sebagai tukang ngintip : “Iya neeeek… saya yang ngomongggg….”

Tidak lagi terdengar suara sang nenek. Kelihatannya nenek Mongky tidak mempersoalkan masalah kudis lagi. Bersyukur mendapat obat kudis baru karena obat yang lama sudah habis. 

Sambil menggamit lengan Abece, Mongky berkata : “Makanya jangan asal bicara… Ngomong-ngomong aku pengen nangis, bang… Bisa tolong cariin, gak…?”

Abece : “Kamu tunggu sebentar yah… Nanti saya persembahkan apa yang kamu ingini sampai ke hadapanmu…”

Mongky : “Benar yah bang… Saya tunggu lo…”

Lima belas menit kemudian, Abece tiba di rumah dengan kaki berlumuran lumpur. Tangannya menggenggam seikat bawang merah yang baru saja dipetiknya dari kebun tetangga.

Melihat hal ini, akhirnya Mongky benar-benar menangis. Dengan tersedu-sedu, Mongky berkata : “Saya menangis bukan karena bawang merah ini… Tapi karena kamu begonya tidak ketulungan…”

Abece terlihat bingung : “Sayangku… Aku benar-benar tidak mengerti dengan kemauanmu. Padahal saya sudah berusaha setengah mati untuk memenuhi keinginanmu… Sebenarnya apa sich yang kamu mau…?”

Mongky : “Abang kok gak peka banget… Kalo ada yang bilang pengen nangis, berarti lagi butuh perhatian… Abang pura-pura oon atau memang tidak sayang lagi sama Mongky…”

Abece : “Abang minta maaf dech…”

Setelah saling diam selama sejaman, lalu Abece berusaha membujuk sang pacar agar melupakan apa yang telah terjadi, toh menurut Abece, keinginan sang pacar yang pengen nangis sudah terpenuhi. Berarti Abece tidak bersalah. 

Setelah tangisannya mereda, Mongky mulai menyadari bahwa sebenarnya Abece tidak sepenuhnya bersalah, bahkan sudah berjuang mati-matian untuk memenuhi keinginannya. Ternyata operasi gendang telinga Abece sebulan lalu, masih bermasalah sehingga pendengarannya kurang berfungsi dengan baik.

Kali ini, Abece balik bertanya : “Sekarang abang pengen bahagia, ada yang jual gak…?”

Mongky tersenyum manis : “Tidak perlu beli bang… Saya punya stok banyak…”

Abece : “Ahhh masak…?”

Secara spontan Mongky memonyongkan bibirnya ke arah wajah Abece. Hampir 10 menit baru dilepaskan. 

Lantas Mongky bertanya : “Bagaimana bang? Sudah bahagia?”

Abece menutup mata sambil berbisik : “Hampir… kurang sikit lagi sayangku…”

Tiba-tiba nenek Mongky muncul ke ruang tamu. Sambil menggigit-gigit daun sirih, nenek Mongky mendorong tubuh Mongky ke samping, lantas menempelkan bibirnya yang berwarna merah menyala karena belepotan sirih ke arah bibir Abece…

Sekejap Abece tersadar ada yang aneh. Baunya agak gimana gitu. Ternyata segumpal kunyahan sirih masuk ke dalam mulutnya. Abece membuka sedikit matanya dan akhirnya jatuh pingsan hingga masuk ke ruang ICU. Rupanya tanpa disengaja, gumpalan sirih dan sepotong gigi geraham palsu milik sang nenek, tertelan olehnya.

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s