“TERJATUH”

<Sabtu, 08 Juli 2017 OOR 14:52>

Suatu hari Abece pergi berlibur ke Bali bersama pacarnya Mongky Prikitiw dan keluarga besarnya. Ayah Mongky menyewa sebuah rumah selama seminggu. Mereka terlihat begitu akrab, saling bercanda dan bersenda gurau, tanpa memandang umur. Ada saja yang mereka obrolkan sehingga acara rekreasi keluarga menjadi begitu mengasyikkan.

Untuk soal makanan, tidak menjadi masalah bagi Abece karena dia begitu lahap menikmati setiap menu makanan yang tersedia. Yang paling disukainya adalah kepala udang lobster. Bentuk kepala yang besar diisap-isapnya hingga semua isi di kepala udang berpindah ke mulut dan berakhir di perutnya.

Mongky dan keluarga besarnya sedikit terperangah melihat ulah Abece yang tidak lazim. Namun untuk menjaga perasaan Abece, mereka berusaha tidak berkomentar negatif agar tidak sampai menyakiti Abece. Masalahnya Abece termasuk makhluk pemakan apa saja. Apapun makanan yang tersisa akan dilahap Abece hingga piringnya licin, seperti piring yang baru dicuci, keset dan mengkilat. Alhasil tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

Pada malam kedua, saat semua orang sedang tertidur lelap, tiba-tiba terdengar suara dentuman yang begitu keras : “Brukkkk…”

Nenek Mongky yang terkenal sangat peka dengan bunyi suara dentuman, segera terbangun dan berteriak : “Tolongggg…!!! Pasukan sekutu telah tiba… Mereka sudah membom tempat ini…”

Ayah Mongky dan Mongky segera berhamburan keluar dari kamar untuk menemui nenek Mongky : “Ada apa nek…? Malam-malam kok berteriak ada bom dari sekutu…?”

Nenek Mongky : “Saya takut pasukan sekutu datang kembali ke sini untuk menjajah negara kita…”

Mongky : “Nenek jangan lebay gitu dong… Negara kita kan sudah merdeka, mana mungkin bisa dijajah oleh negara asing lagi…”

Ayah Mongky : “Benar sekali… Ngomong-ngomong tadi suara dentuman itu berasal dari mana?”

Nenek Mongky : “Dari balik jendela, dekat pohon pete…”

Mereka bertiga segera bergegas ke luar rumah dan mendapati Abece sedang memegang topi Harley Davidson favoritnya.

Mongky : “Mengapa abang ada di sini? Tadi apa yang jatuh?”

Abece : “Topiku terjatuh ke tanah…”

Nenek Mongky : “Kok suaranya keras sekali seperti suara bom atom…?”

Abece : “Karena topinya jatuh bersama diriku… Hiks…hiks… hiks…”

Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Abece. Nenek Mongky menyela : “Bilang aja kamu yang terjatuh, pake acara bilang topi yang terjatuh. Dasar pekok…”

Mongky : “Mengapa abang bisa terjatuh…”

Sambil memegang kepalanya yang benjol sebesar buah duku, Abece menjawab : “Tadi saya melihat ada sepasang mata yang menatap tajam ke kamarku dari atas dahan pohon pete ini. Saya pikir dia itu seorang perampok. Makanya saya kejar dan segera memanjat pohon untuk meringkusnya…”

Ayah Mongky : “Dimana posisi orang itu…?”

Abece menunjuk ke arah atas, tepatnya di sebuah dahan pohon pete yang berdiameter kecil.

Nenek Mongky : “Dasar oon…!!! Itu bukan orang…!!! Itu kan burung hantu…!!!”

Mongky : “Abanggg… Masak seh gak bisa bedain antara mata manusia dan mata burung? Aya aya wae…”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #terjatuh Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

2 Responses to “TERJATUH”

  1. Se invece non ѕi dispone ɗi molto spazio, l’azienda propone l’installazione
    ԁi montascale, chhe rendono poswibile ⅼɑ salita e la discesa da un piano aⅼl’altгߋ in assolita autonomia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s