“MEMAAFKAN”

<Jumat, 07 Juli RPOT 07:17>

Sebagai makhluk sosial, kita selalu berinteraksi dengan banyak orang, yang berasal dari beragam suku, agama, ras dan kebangsaan. Dan sepanjang hidup kita, tentunya kita pasti pernah bersinggungan atau berselisih paham dengan mereka.

Ada yang hanya dalam hitungan jam sudah berbaikan kembali, namun banyak juga yang memendam rasa dendam dalam jangka waktu lama. Beberapa kejadian buruk bahkan meninggalkan luka sayatan perih di hati yang sulit untuk dilupakan seumur hidupnya. Muncullah kata dendam kesumat dalam pikirannya.

“Kamu harus mampu untuk memaafkan dan melupakan semua hal yang menyakitkan perasaan”, itulah pesan yang paling sering kita dengar. 

Kadang, tidak ada salahnya kita meniru anak-anak. Saat mereka terlibat dalam perselisihan maka dalam hitungan jam, mereka akan kembali berteman dan bermain bersama seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka tidak ingin selamanya sendirian sebab mereka masih membutuhkan teman sepermainan.

Seharusnya, semakin bertambah dewasa, maka kita akan bertambah bijaksana dalam menyikapi suatu perselisihan dengan siapapun. Bukan justru menjadikan perbedaan pendapat menjadi sarana untuk saling menghina, mengejek atau bully-bullyan. 

Memaafkan merupakan kesanggupan diri dalam mengelola emosi dan kesabaran. Dengan memaafkan kita berupaya untuk menahan amarah dan menekan perasaan agar tidak gampang mengumbar kebencian. 

Memaafkan juga merupakan kemampuan kita menyediakan sedikit ruang di hati, tempat untuk menanam kesabaran dengan penuh kerelaan dan keikhlasan. Rasanya memang tidak enak dan bukan perkara mudah untuk melakukannya.

Sejatinya, memaafkan bukan melulu berkaitan tentang perselisihan dengan orang lain, namun lebih banyak berhubungan dengan kondisi mental diri kita sendiri. Bagaimana cara kita mengatasi perasaan yang bergejolak saat berhadapan atau mendengar nama orang yang kita benci, yang pernah membuat hati menjadi sakit, membeku dan tidak mau peduli lagi dengannya.

Sepatutnya kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, bercermin dari kejadian masa lalu dan tetap mawas diri agar kejadian buruk itu tidak berulang kembali. Kita harus bisa “move on”, meninggalkan masa lalu untuk melangkah di masa kini dalam suasana baru.

Berbekal pengalaman yang ada, kita harus menjadi lebih bijaksana dalam bertindak dan berperilaku agar tidak mengalami kejadian pahit untuk kali berikutnya. Setidaknya kita lebih siap untuk bertindak jika peristiwa yang sama terulang kembali.

Sobatku yang budiman…

Memaafkan dengan ikhlas dan tulus biasanya dibarengi dengan memberikan kesempatan kedua. Memberi kesempatan kepada mereka untuk berubah dan memperbaiki kesalahannya. Menebus kekhilafan yang terjadi di masa lampau.

Tidak sedikit yang mampu melakukannya. Kebanyakan orang akan mampu melupakan kejadian pahit dan meninggalkan bayang-bayang kelam dengan “mendepak” pribadi yang pernah menyakitinya dari dalam hatinya.

Hidup ini begitu berharga. Rasa sedih atau gembira, sakit atau senang, menderita atau bahagia, pasti akan kita alami dalam hidup ini.

Memaafkan adalah keharusan, namun memberikan kesempatan kedua merupakan pilihan. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana memandang, menyikapi dan memutuskan secara bijaksana atas sesuatu hal yang pernah menyakitkan hati.

Mari sediakan sedikit ruang di dalam hati untuk memaafkan orang yang pernah bersalah, memfitnah, mem-bully dan menghina kita, mereka yang pernah menyakiti hati kita, “dia” yang pernah mengkhianati kita serta seseorang yang pernah mengabaikan dan menyepelekan kita.

Kita pasti bisa…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #memaafkan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s