“PERSAHABATAN”

<Minggu, 02 Juli 2017 OOR 10:43>

Seiring dengan perkembangan teknologi yang demikian maju, banyak orang melakukan interaksi tidak lagi harus bertemu muka. Facebook, twitter, instagram, whatsapp, line dan lain-lain dapat digunakan sebagai media berkomunikasi yang cepat dan berbiaya murah. Hanya bermodalkan kuota internet atau memanfaatkan wifi yang banyak disediakan di lokasi umum atau tempat nongkrong.

Saat ini, orang memiliki sahabat lebih banyak diperolehnya dari dunia maya. Tidak ada salahnya, malahan itu sangat baik. Dengan memanfaatkan utiliti di medsos, kita dapat mengenal lebih jauh kehidupan orang lain. Mengetahui karakter, kepribadian dan kebiasaan mereka melalui apa yang mereka tampilkan dan mereka bagikan di timeline akun miliknya. Sangat mudah, hanya dengan men-scroll ke bawah, kita dapat mengamati satu persatu cerita atau berita yang mereka upload.

Tidak sedikit yang berhasil “menemukan” teman-teman sekolahnya atau sahabat kecilnya. Lantas melakukan interaksi intens, mempersiapkan acara reuni-reunian, sehingga tali silahturahmi yang sempat terputus, dapat dirajut kembali. Istilah reuni dan kopdar (kopi darat) menjadi istilah yang begitu lazim terdengar belakangan ini.

Persahabatan, baik yang terjalin dari dunia maya maupun dunia nyata, adalah investasi cinta yang tidak ada batasnya. Tidak akan pernah habis dimakan jaman. Tidak akan pernah menjadi mubazir walaupun tidak sempat dimanfaatkan.

Membangun jaringan persahabatan itu sesungguhnya adalah membangun jaringan cinta. Tidak ada yang instan dari jaringan persahabatan itu. Membangunnya membutuhkan waktu dan komitmen. Harus diuji oleh perbuatan, keseriusan dan keikhlasan. Saling percaya dan saling mendukung adalah pondasi utamanya.

Membangunnya tidak mungkin hanya dengan waktu singkat dan seketika langsung jadi. Tidak seperti makan cabe yang langsung terasa pedasnya atau minum kopi tanpa gula yang seketika terasa pahitnya. Semua itu perlu waktu dan perjuangan. Dan pastinya perlu pengorbanan. Menekan ego dan sifat mau menang sendiri, sebab kedua faktor inilah sebagai pemicu utama berakhirnya hubungan persahabatan.

Menjadikan seseorang menjadi sahabat itu memerlukan proses panjang dan berliku yang akan menguji ketulusan kita. Sepanjang kebersamaan itu, pribadi kita akan diuji dan dinilai, apakah memang kita pantas menjadi seorang sahabat bagi orang lain. Tidak perlu memiliki kesamaan, namun karena perasaan nyaman saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan kita, maka orang lain akan “jatuh cinta”. Nah, di saat inilah kita sukses mendapatkan modal cinta. Semakin banyak cinta yang diperoleh, maka semakin indah, hidup yang kita jalani.

Seorang sahabat akan selalu ada di saat duka dan akan menjadi bagian hidup di saat kita sedang terpuruk. Dia akan selalu ada saat kita butuh. Dia rela menyediakan bahunya sebagai sandaran kepala kita. Dia akan menyeka air mata di saat kita menangis. Dan dia akan setia mendengar hingga akhirnya kita kehabisan kata-kata untuk bercerita.

Sobatku yang budiman…

Bersahabatlah dengan cinta. Bukan karena motif ekonomi atau kepentingan lain yang pasti akan merusak jalinan persahabatan. Bangunlah jaringan persahabatan atas nama cinta. 

Tidak semua tanaman akan tumbuh dengan baik. Ada yang bantet dan bahkan ada yang mati sebelum berkembang. Tidak semua padi akan tumbuh menjadi padi, ada juga yang tumbuh ilalang. Dan ilalang juga ada gunanya. Selain sebagai makanan ternak, juga untuk mengingatkan kita agar tetap berada dekat padi yang ditanam, terus menjaga pertumbuhan padi. Melindunginya dari burung, tikus maupun hama wereng.

Tidak semua telur akan menetas menjadi ayam. Ada juga yang tidak dapat berkembang atau busuk. Seekor ayam akan terus mengerami telur, tanpa peduli ada yang baik maupun ada yang busuk.

Demikian juga dengan persahabatan. Tidak semua orang yang kita temui akan menjadi sahabat kita. Pasti diantaranya ada yang palsu, bertopeng dan mungkin sedang berkamuflase. Namun apapun ceritanya, tetaplah bangun persahabatan itu. Siramilah dengan cinta dan kasih sayang. Bersabarlah dengan semua komentar negatif dan selalu mengutamakan ketulusan dalam berinteraksi.

Kita akan merasa nyaman, damai dan bahagia, bukan melulu karena kita cantik, ganteng, kaya, memiliki jabatan tinggi, namun karena kita berhasil merebut cinta orang dan mendapatkan modal cinta untuk bertumbuh dan berkembang, melangkah dan berlari, mengayuh dan berlayar dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

Percayalah, yang sulit akan menjadi mudah, yang kusut akan terurai, yang sakit akan menjadi sehat, yang susah akan menjadi senang dan yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Semua ini karena hidup kita penuh dengan cinta.

Maukah anda menjadi sahabatku…?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #persahabatan #cinta Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s