“KESEMPATAN ATAU PILIHAN”

<Sabtu, 01 Juli 2017 OOR 13:52>

Saat berjumpa dengan seseorang yang berpenampilan menarik, mempunyai karakter serta kepribadian yang baik dan kita merasa sangat nyaman berada di dekatnya, maka ini adalah kesempatan.

Saat orang tersebut, yang telah memikat hati kita, memberi sinyal-sinyal positif, menyalakan lampu hijau buat kita untuk mendekat, maka ini adalah kesempatan.

Memiliki waktu bersama, saling bertukar pikiran, bercengkerama dan intens berkomunikasi untuk mengenal satu dengan lainnya, maka ini juga adalah kesempatan.

Ketika semuanya berjalan lancar, maka kita akan ditagih komitmen oleh seseorang untuk melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya. Di saat inilah, seringkali akal sehat kita akan bekerja, menimbang-nimbang, merasa-rasa dan menggunakan ilmu cucoklogi untuk menentukan apakah memang benar dia adalah pasangan impian yang akan membahagiakan kita.

Mungkin batin kita akan ikut nimbrung berkomentar, apa memang sudah yakin dengan pilihan hidupmu? Bukankah sudah banyak contoh pasangan yang gagal mempertahankan mahligai rumah tangga karena satu persatu sifat tidak baiknya, muncul ke permukaan setelah menikah?

Lantas kita akan duduk merenung dalam jangka waktu yang tidak terbatas, berusaha untuk mengambil keputusan terbaik agar tidak ada sesal di kemudian hari. Melanjutkan hubungan atau menghentikannya dan berusaha mencari sosok yang lebih baik lagi, mungkin hingga ke ujung dunia. Bimbang?

Nah, saat kita sudah memutuskan dan membulatkan tekad untuk mencintai seseorang, terlepas dari segala kekurangan, baik fisik maupun sifatnya, maka ini bukanlah kesempatan. Ini adalah pilihan.

Saat kita memilih seseorang sebagai pendamping hidup, bersedia menemaninya baik di saat suka maupun duka, maka ini juga adalah pilihan.

Meskipun kita menyadari bahwa di luar sana, banyak orang yang lebih menarik, lebih pintar, lebih kaya dan lebih hebat dari pasangan kita, namun kita tetap dengan pendirian teguh untuk mencintai pasangan kita lahir dan batin, menyayangi pasangan kita sepenuh hati dan segenap jiwa, berusaha untuk membahagiakannya, maka jelas ini adalah pilihan. 

Perasaan suka, cinta dan ketertarikan itu datang menghampiri kita karena adanya kesempatan. Berjumpa, bersama, berinteraksi dan menjalin hubungan, juga berawal dari adanya kesempatan.

Namun, memutuskan untuk bersama selamanya dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan seseorang, ini adalah pilihan. Menjadikan seseorang sebagai belahan jiwa, bertekad membahagiakan, rela berkorban perasaan demi mencintai seseorang dengan sepenuh hati, jelas ini adalah pilihan.

Sobatku yang budiman…

Kesempatan untuk hidup bersama seseorang, tergantung dengan keseriusan kita untuk merealisasikannya, namun untuk bersama hingga di penghujung waktu, itu bergantung kepada komitmen kita. Membiarkannya terbengkalai hingga akhirnya “membusuk” atau berkenan merawatnya dengan cinta agar tetap bersemi dalam suasana kasih sayang.

Mungkin kita akan menemukan pasangan hidup dengan kesempatan yang tersedia, namun untuk mencintai dan bersama dengan pasangan kita adalah pilihan kita, pilihan yang patut untuk diwujudkan.

Kita hadir di dunia ini bukan sekadar mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai. Namun kita belajar bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #kesempatan #pilihan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KELUARGA DAN PASANGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s