“PERTOLONGAN PURA-PURA”

<Sabtu, 17 Juni 2017 OOR 08:10>

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang. Beragam sifat dan kebiasaan dari mereka akan menghiasi warna kehidupan kita. Ada saatnya kita menolong dan ada waktunya kita yang ditolong. Semuanya akan terjadi silih berganti.

Ada yang benar-benar tulus berteman, jujur berkata dan ikhlas menolong di saat kita sedang kesusahan. Sebagian dari mereka ada yang berperangai halus dan santun, namun tidak sedikit yang “to the point”, blak-blakan dan mungkin saja bagi orang lain, dia kasar dan jahat. Padahal sebenarnya hatinya baik. Hanya mulut dan kelakuannya yang ceplas-ceplos serta tidak memiliki filter yang baik. Istilahnya, kasar namun tulus dan baik hati.

Sebaliknya ada yang berteman karena melihat situasi, jika menguntungkan maka dia akan menjalin hubungan dengan kita. Mereka lebih mengedepankan masalah untung dan rugi, banyak berkira dan mau menang sendiri. Mereka sering menutupi niat jahatnya dengan berpura-pura baik, berpura-pura perhatian dan caper (cari perhatian). Tujuan utamanya agar mendapatkan hati orang yang dicaperinnya. Berharap mendapatkan keuntungan darinya. Bagikan musang berbulu domba.

Sobatku yang budiman…

Setiap pertolongan yang diterima, sewajarnya kita apresiasi dan hargai sebagai bentuk terima kasih. Yang harus diperhatikan, simak apa selanjutnya yang diinginkan mereka, baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam. 

Bagi yang tulus menolong, mereka pasti tidak memiliki maksud terselubung. “Kalo mau tolong… ya tolong aja, gak pake embel-embel”. Walaupun ada yang sedikit kasar dan menyakiti hati, namun sebenarnya mereka sedang menyadarkan kita agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, mencubit agar melupakan masa lalu yang kelam serta memukul bokong agar mau bangkit dan berjalan ke depan.

Namun bagi yang mempunyai maksud tertentu, dia akan terus mendekati kita, mulai menyusun agenda untuk memuluskan aksinya dan bahkan lebih parahnya akan mulai memaksakan kehendaknya. Saat kita menolak, mereka akan mengeluarkan jurus “balas jasa”. Kita akan merasa terpojok oleh ulahnya. Jika mengikuti kehendaknya, maka kita akan menjadi sapi perahannya. Jika kita menolak keinginannya, maka kita akan dianggap manusia yang tidak tahu berterima kasih. Sungguh serba salah.

Berhati-hatilalah dalam berteman, terutama dalam menerima pertolongan orang lain…!!

Belum tentu orang yang menolong kita adalah kawan. Sebab banyak orang jahat menutupi sifat buruknya dengan memberikan pertolongan pura-pura.

Belum tentu orang yang menyakiti kita adalah lawan. Sebab banyak orang baik akan memberikan cubitan untuk menyadarkan seseorang dari kekhilafan dan kekeliruan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #pertolongan #purapura Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s