“HIDUP DENGAN WAJAR”

<Jumat, 16 Juni 2017 OOR 06:57>

Kebanyakan orang suka dengan yang besar-besar. Rumah besar, mobil besar, impian besar, keinginan besar dan keberhasilan yang besar. Mereka kerapkali melupakan sesuatu yang kecil dan sederhana. Mereka tidak menyadari bahwa sebelum besar, pasti akan dimulai dari yang kecil dulu.

Kebanyakan orang suka dengan yang tinggi-tinggi. Bentuk tubuh yang tinggi semampai, jabatan dan kedudukan yang tinggi serta cita-cita setinggi langit. Padahal mereka lupa bahwa sebelum menjadi tinggi, kita harus menapak dari yang rendah dulu.

Kebanyakan orang suka dengan yang indah-indah. Pakaian yang mentereng, wajah yang dipermak dan dilapisi oleh sederetan kosmetik, rambut yang menawan berkat sentuhan tangan para stylist mahal. Mereka sering mengabaikan dan menyepelekan sesuatu yang alami dan polos. Padahal saat baru terlahir di dunia, kita semua identik dengan kepolosan, tanpa make up, tanpa parfum dan tanpa mengenakan sehelai benangpun.

Belakangan ini, muncul kecenderungan dari sebagian orang yang menilai kesuksesan dari banyaknya harta benda yang diperoleh, banyaknya deretan nol yang tertera di atas buku tabungan, besarnya rumah yang dimiliki, mahalnya mobil yang dikendarai dan luasnya tanah yang dimiliki. Alhasil, orang akan berlomba-lomba mengejar semua itu sehingga saat tidak berhasil mendapatkannya dan tidak mampu memilikinya, maka mereka akan merasa hidupnya gagal, mengalami depresi dan akhirnya menyalahkan diri sendiri, menganggap dirinya adalah manusia bodoh. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya.

Saat berkompetisi untuk memburu harta dan materi, manusia sering melupakan etika dan kepantasan, berseberangan dengan hati nurani dan merendahkan martabat sendiri. Melakukan pencurian, perampokan, penipuan, penggelapan, korupsi dan sederet tindak kejahatan yang dilarang oleh agama. 

Sobatku yang budiman…

Sesungguhnya harta itu tidak akan mampu melindungi hidup kita dari segala penderitaan. Harta banyak tidak akan menghindarkan kita dari sakit dan kematian. Orang kaya belum tentu memiliki keluarga yang harmonis. Orang hebat dan terpandang belum tentu berguna bagi orang lain. Orang cantik atau tampan belum tentu disenangi orang lain.

Jalanilah hidup ini dengan wajar dan dilandasi oleh nilai-nilai kebenaran. Jangan tergiur oleh keindahan duniawi yang seringkali dapat menyesatkan pikiran. Jangan gemar membandingkan apa yang dimiliki dengan yang dimiliki orang lain. Jika tidak cukup kuat mental, tentunya akan berbahaya.

Mulailah melangkah dengan tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku. Jangan mengkhianati batin dengan melakukan tindakan tidak terpuji. Langkah kecil dan sederhana yang bermanfaat bagi orang lain, pasti akan jauh bernilai daripada langkah besar namun merusak dan merugikan orang lain.   

Yang besar itu belum tentu membahagiakan.
Yang tinggi itu belum tentu bermanfaat.
Yang indah itu belum tentu menyenangkan.

Keinginan untuk mengejar yang besar, yang tinggi dan yang indah itu, seringkali membuat hidup kita menjadi berantakan. 

Nafsu mengalahkan logika karena pengeluaran lebih besar dari penghasilan. Lebih besar pasak daripada tiangnya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #hidupdenganwajar Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Agama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s