“KOMPETISI”

<Sabtu, 10 Juni 2017 OOR 17:07>

Abece bersama dua orang sahabatnya, Xwaizet dan Kupruk sedang mengadakan perlombaan atau kompetisi, siapa yang paling hebat dan paling ligat. Targetnya mereka harus mampu membunuh babi hutan yang telah mengganggu lahan pertanian penduduk desa, sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat mungkin.

Setelah berembuk, akhirnya mereka memutuskan yang pertama kali berangkat ke hutan adalah Kupruk, lalu Xwaizet dan yang terakhir adalah Abece. Pemenang kompetisi ini adalah yang berhasil paling duluan kembali dengan sukses dan paling banyak menghabisi hewan berkaki empat itu.

Kupruk segera berlari secepat pesawat jet. Hanya dalam waktu dua jam dia sudah kembali. Wajah dan tangannya berlumuran darah. Keringatnya bercucuran membasahi baju putihnya.

Abece : “Wah, hebat sekali dirimu. Hanya dalam waktu dua jam saja, kamu sudah kembali. Memangnya berapa ekor babi hutan yang telah kamu bunuh?”

Kupruk : “Biasa aja bro. Hanya dua ekor yang berhasil saya bunuh. Mereka sangat alot dan gesit, sehingga saya sempat kewalahan melumpuhkan mereka…”

Xwaizet : “Baiklah, sekarang giliran saya beraksi. Doakan saya yah teman-teman…”

Belum sempat Abece dan Kupruk menjawab, Xwaizet sudah berlari secepat kilat. Hanya dalam hitungan detik, bayangan Xwaizet menghilang dibalik rimbunnya pepohonan.

Tidak sampai sejam, Xwaizet sudah kembali. Dengus nafas ngos-ngosan terdengar begitu jelas, menandakan dia sangat kelelahan setelah menuntaskan misinya agar dapat memenangkan kompetisi ini.

Kupruk : “Bagaimana hasil yang kamu dapatkan bro…?”

Xwaizet : “Tidak jelek-jelek amat. Cuma dapat tiga ekor. Saya kesal karena babi hutan keempat lolos dari sergapanku. Sayang banget…”

Kupruk : “Wah, mantap… Ternyata kamu lebih hebat dari diriku. Selamat yah… Saya mengaku kalah…. Sekarang giliran kamu, Bro Abece…”

Abece menganggukkan kepala dengan lemah. Dia tidak yakin dapat mengalahkan Xwaizet yang berhasil membunuh tiga ekor babi hutan dalam waktu kurang dari sejam. Namun, Abece berusaha mengalahkan kebimbangannya. Setelah mengikat tali sepatunya dengan erat, Abece segera berlari sekencang-kencangnya, meninggalkan kedua sahabatnya.

Belum sampai lima belas menit, Abece sudah kembali. Wajahnya bercucuran darah segar. Tangan dan kakinya gemetaran seperti menahan sesuatu. Kaos oblong bermotif mickey mouse terlihat memerah karena darah dan mengalami koyak sepanjang dua puluh centimeter.

Kupruk bertepuk tangan menyambut kepulangan Abece : “Inilah pemenang kita yang sesungguhnya. Hanya dalam waktu kurang seperempat jam, sudah berhasil kembali ke sini. Selamat yah bro…”

Xwaizet menimpali : “Sebenarnya saya kurang percaya dengan kemampuan dirimu. Namun setelah kamu kembali dalam waktu singkat, saya harus mengakui bahwa kamu memang hebat. Ngomong-ngomong berapa ekor babi hutan yang telah kamu bunuh…?”

Abece tersenyum meringis sambil mengelap darah yang masih mengucur membasahi wajahnya : “Begini sobat-sobatku… Saya ingin tanya kepada kalian, apakah kalian melihat sebuah pohon durian yang terletak di belokan sana?”

Kedua sahabat Abece serentak menjawab : “Tentu saja kami melihatnya…”

Abece : “Sialan nih… Saking semangatnya berlari, saya tidak melihat pohon durian itu….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #kompetisi Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedi

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s