“TIDAK SEMUANYA MUDAH DILIHAT”

<Jumat, 09 Juni 2017 OOR 08:48>

Seringkali kita memandang suatu peristiwa dengan kacamata sendiri, yang mungkin saja “buram” karena emosi atau “retak” karena dendam. Alhasil, kita akan menyikapi peristiwa tersebut berbeda dengan orang lain. Sudut pandang yang kita gunakan tidak sama dengan sudut pandang mereka.

Sebagai contoh, saat seorang pimpinan mengharuskan para bawahannya untuk lembur selama seminggu. Apa yang terbersit dalam benak masing-masing karyawan? Tentunya ada yang menyikapinya dengan pikiran positif, namun ada juga yang bersikap nyinyir dan memandang negatif atas lembur tersebut.

Yang berpikiran positif akan memandang bahwa tugas lembur itu sebagai konsekuensi kewajiban yang harus dipenuhi sebagai karyawan perusahaan. Mereka menilai aktivitas lembur yang tidak biasanya, memang dibutuhkan untuk mengurangi bertumpuknya pekerjaan yang selama ini terabaikan. Agar perusahaan dapat melayani konsumen lebih baik lagi. Dan terutama untuk meningkatkan performa perusahaan.

Yang berpikiran negatif akan memandang lembur itu sebagai upaya perusahaan untuk menjadikan karyawannya sebagai sapi perah. Mereka menilai seharusnya perusahaan menambah jumlah pekerja, bukan dengan menambah waktu kerja. Mereka keberatan, jika waktu santai atau waktu berkumpul bersama keluarga harus dinomorduakan demi urusan perusahaan. Dan parahnya lagi, ada yang mengganggap perusahaan telah melakukan ekspoitasi tenaga kerja secara berlebihan dan melanggar hak karyawan dalam hal waktu kerja.

Sobatku yang budiman…

Dalam hidup ini, sering kali kita tidak melihat sesuatu yang penting dalam suatu peristiwa. Semuanya menjadi kabur tidak mudah untuk dilihat. Kita selalu menggunakan perasaan saat menghadapi suatu peristiwa, bukan menggunakan akal sehat. Dan ujungnya apa yang disimpulkan menjadi rancu dan bertolak belakang dengan apa yang menjadi makna dari suatu peristiwa.

Kadang kita harus menajamkan naluri, berkonsentrasi penuh dan tetap fokus untuk melihat sisi lain agar memahami rahasia tersembunyi dan makna tersirat di balik terjadinya suatu peristiwa.

Dalam keseharian, kita sering merasakan hidup yang biasa saja, tidak ada yang menarik dan cenderung monoton, layaknya sebuah robot yang menjalani rutinitas pekerjaan karena dikendalikan oleh pengontrolnya. 

Kita hanya menghitung detik demi detik berlalunya waktu, hingga kita tidak menyadari bahwa waktu berjalan sedemikian cepatnya. Dan tidak menyadari apa yang telah dilakukan, apa yang telah dihasilkan dan apa yang menjadi tujuan hidup ini. Kita tidak mampu menyimpulkan hal istimewa yang telah dilakoni selama ini. Menganggap semuanya berjalan biasa-biasa saja dan tidak ada istimewanya.

Gunakan pikiran positif untuk menyikapi suatu peristiwa atau masalah, sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih bersyukur. Cobalah untuk menggali keistimewaan dari setiap kejadian. Membuat hari ini menjadi lebih spesial dari hari kemarin.

Kita harus membuka mata lebih lebar lagi untuk melihat apa yang ada di sekitar kita. Kita harus lebih peka dengan apa yang terjadi dalam hidup ini. Pandanglah dengan cara berbeda, maka kita pasti mampu melihat dan menyingkap rahasia yang terselip dalam suatu peristiwa.

Hidup ini begitu monoton, jika kita melihatnya dengan kacamata yang buram.
Hidup ini begitu menakutkan, jika kita melihatnya dengan kacamata yang retak.
Hidup ini begitu menarik, jika kita mau melihatnya dengan kacamata yang jernih.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #rahasiakehidupan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s