“PEMBENCI”

<Rabu, 31 Mei 2017 OOR 07:13>

Di dalam hidup ini, ada saja orang yang membenci diri kita, bukan karena kita melakukan kesalahan yang merugikan kepentingan khalayak ramai maupun kepentingannya, bukan karena berlaku tidak sopan atau melanggar etika tata krama yang berlaku, bukan pula karena melakukan tindakan yang melanggar hukum. 

Bahkan saat kita melakukan sesuatu perbuatan baik, bukan pujian yang kita dapatkan, melainkan caci maki, sumpah serapah dan segudang kebencian yang dialamatkan kepada kita. Padahal kita sudah melakukan sesuatu yang benar, namun tetap mendapat fitnah.

Sobatku yang budiman…

Biarkan dan cuek saja dengan apa yang diperbuat pembenci kita. Jangan mempedulikan segala komentar dan perilaku negatifnya. Jika kita meladeninya, mungkin saja mereka akan semakin bersemangat untuk “bertarung” dengan kita. Jika kita mengcounternya, maka besar kemungkinan kita akan terjebak melakukan kekeliruan. Jika kita melawan intimidasinya dengan membabi buta, maka kita akan kehilangan banyak waktu dan tenaga dalam meladeni orang yang tidak berguna dalam hidup kita. 

Saat kita merasa apa yang dilakukannya sudah melampaui batas, dalam arti sudah mengganggu jalannya kehidupan kita, maka kita hanya perlu melapor kepada pihak atasan, orang tuanya atau barangkali kepada pihak berwajib.

Seorang pembenci akan selalu membenci kita karena beberapa hal :

(1) Dia merasa minder dan rendah diri karena memiliki kelas kehidupan yang lebih tendah dari kita. 

(2) Dia merasa dengki karena tidak memiliki apa yang telah kita miliki.

(3) Dia merasa cemburu karena kalah bersaing dengan diri kita.

(4) Dia merasa tidak PEDE (percaya diri) karena tidak sanggup melakukan apa yang kita lakukan.

(5) Pada dasarnya dia memiliki kualitas diri yang rendah, mudah dihasut, gampang dipengaruhi dan bermental picik.

Jadi, sesungguhnya kehadiran seorang pembenci di dalam kehidupan kita adalah penanda bahwa kita berada lebih tinggi darinya. Lebih hebat darinya. Kita berada selangkah di depan dan dia akan selalu mengekor kita dari belakang. Dan lebih jelasnya, kita telah mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik darinya. 

Ingatlah, jangan membalas dendam atau balas membencinya, sebab kelas kita lebih tinggi darinya. Itu saja.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #pembenci Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s