“KITA TIDAK PERNAH TAHU”

<Minggu, 14 Mei 2017 OOR 11:32>

Hari ini, mungkin dia adalah orang yang paling kita benci. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia adalah orang yang menjadi teman hidup kita selamanya.

Hari ini, mungkin dia tidak memiliki banyak harta. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, baginya uang bagaikan lembaran kertas yang tidak berseri, saking banyaknya angka nol dalam saldo tabungannya.

Hari ini, mungkin dia masih lemah dan banyak bergantung kepada orang lain untuk sekadar mengisi perut. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia menjadi tumpuan harapan banyak orang dalam melanjutkan kehidupan mereka.

Hari ini, mungkin dia adalah orang yang paling getol berujar kasar, gemar mengucapkan caci maki dengan sumpah serapah dan kata-kata kotor. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia adalah orang yang paling lembut bicaranya.

Hari ini, mungkin dia adalah orang yang sombong dan suka memamerkan apa yang menjadi kelebihannya. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia berubah menjadi orang yang rendah hati, lebih senang berjalan kaki dengan hanya mengenakan celana ponggol dan sandal jepit, sedangkan pakaian dan sepatu bermereknya tersusun rapi dalam lemari.

Hari ini, mungkin dia adalah orang yang egois dan tidak suka mengalah. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia adalah orang yang paling sabar, lebih mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri dan suka mengalah.

Hari ini, mungkin dia adalah orang yang gemar berpakaian tidak pantas yang menampilkan lekuk tubuhnya di muka umum. Namun siapa tahu, mungkin esok lusa, dia adalah orang yang paling ikhlas menutup aurat tubuhnya dengan baik dan sempurna.

Sobatku yang budiman…

Hari ini adalah kenyataan dan hari esok itu adalah misteri. Kita tidak pernah tahu dan tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi setelah hari ini, sebab kita bukanlah pemilik dan penguasa alam semesta beserta segala isinya. Kita ini hanyalah sebutir pasir di antara milyaran pasir yang berada di pantai.

Tugas kita bukanlah untuk menilai dan menghakimi seseorang yang tidak benar. Tugas utama kita adalah mengajak mereka untuk meninggalkan sesuatu yang tidak baik dan menuntun mereka ke jalan yang benar. 

Bukan dengan menghina, merendahkan atau me-neraka-kan mereka yang tersesat, namun kita wajib membimbing dan merangkul mereka untuk hidup dalam kebenaran dan kebajikan.

Jangan pernah menghina awal kehidupan seseorang karena kita tidak pernah tahu bagaimana akhir dari perjalanan kehidupan mereka.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #misteri Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s