“BUKAN ORANG LAIN, TAPI KITA SENDIRI”

<Sabtu, 13 Mei 2017 OOR 10:10>

Setiap hari kita akan berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Entah itu karena urusan pekerjaan, urusan organisasi atau sekadar bertemu untuk mengobrol. Entah itu saudara, teman, sahabat, rekan bisnis ataupun orang yang tidak kita kenal.

Siapapun yang kita hadapi dan apapun yang kita dapatkan, belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan. Kadangkala kita justru menerima perlakuan kasar serta kata-kata yang menyakitkan hati. Lantas kita mulai “mengolah” apa yang diterima dalam pikiran dan dalam waktu singkat langsung memberi penilaian buruk kepada mereka.

Saat kita berpikiran negatif kepada seseorang, tanpa mau melihat akar permasalahan penyebab mereka berbuat hal buruk kepada kita, maka sebenarnya tanpa sadar, kita telah menghakimi orang lain, berdasarkan sudut pandang kita.

Ujung-ujungnya, pikiran kita akan bertambah semrawut, dipenuhi oleh sesuatu yang tidak baik. Tidak jarang, hal ini dapat mengalahkan nalar positif di pikiran. Kita menjadi buta padahal mata kita masih dapat melihat dengan baik. Kita menjadi tuli padahal telinga kita mampu mendengar dengan sempurna. Kita menjadi bisu padahal mulut kita masih mampu berkata-kata dengan jelas.

Lebih gampang mana, mengeringkan baju yang basah karena terkena air hujan atau menggantinya dengan baju kering yang lain?

Lebih mudah mana, menyingkirkan semua pecahan beling tajam di sepanjang jalan atau mengenakan sepatu beralas tebal agar kaki kita tidak terluka?

Lebih benar mana, menutup pintu dan jendela rapat-rapat agar tidak ada kuman penyakit yang masuk ke dalam rumah atau memperkuat ketahanan tubuh sendiri?

Lebih masuk akal mana, menasehati anak-anak lain atau menasehati anak sendiri agar tidak terjadi percekcokan?

Lebih enteng mana, mencegah agar setiap mulut tidak berbicara sembarangan atau menjaga hati agar tidak mudah baper dan tersinggung?

Lebih penting mana, belajar untuk menguasai orang lain atau belajar menguasai diri sendiri?

Lebih baik mana, mengeluarkan selaksa caci maki untuk melampiaskan kekesalan atau berdiam dan merenung untuk introspeksi diri?

Lebih hebat mana, berusaha agar orang lain berbuat baik kepada kita atau berupaya agar kita dapat berbuat baik kepada orang lain?

Sesungguhnya, yang dapat membahagiakan diri kita, bukanlah karena perbuatan orang lain, bukan pula karena apa yang kita dapatkan dari lingkungan sekeliling, melainkan bagaimana cara kita menyikapi dan memposisikan diri untuk selalu berbahagia di setiap waktu dan kesempatan.

Bayangkan saja, jika seorang pelawak sedang menjalankan aksi gokilnya, maka seluruh penonton akan terpingkal-pingkal karena ulahnya. Jika hati kita sedih dan tidak bahagia, maka di saat semua orang sedang tertawa, maka hanya tinggal kita sendiri yang tidak tertawa. Di saat wajah semua orang berseri-seri, hanya kita sendiri yang berwajah muram.
 

Sobatku yang budiman…

Setiap waktu yang telah dilewati dalam hidup ini, tidak akan berulang kembali. Namun semua yang telah dijalani, pasti akan memberikan kita ilmu tentang kehidupan. Kita dapat belajar dari apa yang sudah kita lakukan di masa lalu, sebagai bekal tiada bernilai di hari ini dan hari esok. 

Hidup adalah rangkaian proses yang satu menuju proses yang lain, berjalan simultan dan berkesinambungan, tidak pernah berhenti, hingga tiba waktunya memang harus berhenti karena berakhirnya kontrak kita di dunia ini.

Hidup adalah belajar, tanpa ada batas umur dan tanpa ada batas waktu. Kapan, dimana dan dengan siapa saja, kita dapat belajar.

Setiap tempat adalah sekolah kehidupan.
Setiap orang adalah guru kehidupan.
Setiap peristiwa adalah ilmu kehidupan.
Setiap masalah adalah ujian kehidupan.
Setiap keberhasilan adalah kelulusan ujian kehidupan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #kehidupan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s