“MASALAH”

<Kamis, 04 Mei 2017 OOR 10:58>

Kita semua pasti mengenal semut. Binatang kecil ini sering dianggap sebagai musuh karena kegemarannya mengerubuti benda atau makanan yang manis-manis. 

Kehadiran seekor semut pengembara atau semut pekerja di dalam rumah, diawali dengan kebiasaannya berjalan mengembara dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan, hingga akhirnya berhasil menemukan apa yang diinginkannya.

Semut tersebut akan kembali ke koloninya, lantas memberitahu rekan-rekannya, bahwa dia telah menemukan makanan. Secara otomatis, rombongan semut akan beriringan berjalan mengarah ke tujuan. Rapi dan teratur dalam sebuah barisan.

Saat kita melihat seekor semut, kita tidak merasakan sebagai gangguan. Dua ekor semut, juga dianggap biasa. Namun, jika sudah berjumlah banyak, maka tentunya akan mengganggu pemandangan mata. 

Apabila kita masih membiarkan kehadiran mereka, maka semut-semut itu mulai mencari dan membangun sarang, tempat terdekat dengan letak makanan, misalnya di belakang lemari. Semakin lama semakin banyak karena mereka terus beranak pinak. 

Di saat itulah, kita mulai merasa terganggu dengan kehadiran para koloni semut itu. Ulah mereka yang mengerubuti dan memakan apapun yang terletak di atas meja atau di dalam lemari, kadang membuat bulu kuduk berdiri, kita merasa geli sendiri melihat sekelompok binatang kecil, bergerak-gerak tiada berhenti dalam satu lokasi. 

Bayangkan saja, seandainya ada sekelompok semut yang berada di dalam toples berisi gula, maka kebanyakan orang akan segera membuang gula tersebut karena merasa jijik.  

Demikian juga, saat semut-semut itu berada di dalam toples berisi permen bahkan ada yang sampai lengket di atas permukaan permen, maka sebagian dari kita pasti akan segera membuang permen-permen kesukaan kita ke tempat sampah.

Secara tidak sadar, kita mulai terintimidasi oleh kehadiran semut-semut tersebut. Merasa terganggu dan berniat untuk mengusir mereka. Saat hanya ada seekor atau beberapa ekor saja, kita akan mudah mengusirnya, namun jika sudah berkoloni dan menyebar ke seluruh ruangan, maka kita akan kesulitan untuk mengusirnya.

Sobatku yang budiman…

Dalam kehidupan ini, masalah itu diibaratkan dengan semut. Satu masalah akan mudah kita selesaikan, namun jika masalah itu datang secara berkelompok dan terus menumpuk, maka kita pasti akan kesulitan untuk menyelesaikan semuanya sekaligus.

Saat sebuah masalah timbul, kita harus segera menyelesaikannya satu persatu, jangan menunda-nunda hingga datangnya tumpukan masalah yang lain. Ujung-ujungnya kita akan kebingungan menentukan prioritas masalah yang harus diselesaikan.

Jangan biarkan masalah itu merasa nyaman bersemayam dalam hidup kita, membuat sarang hingga beranak pinak, sehingga kita sulit untuk menyelesaikannya sekaligus. Jangan sampai kita menukarkan “permen” kebahagiaan dengan kesedihan karena kehadiran “semut” masalah.

Kita harus yakin bahwa semua masalah dan hambatan yang hadir dalam hidup ini, bukanlah untuk melemahkan kita. Justru semua ini akan membuat kita menjadi lebih tangguh, lebih dewasa, lebih bijaksana, lebih sabar dan lebih beriman.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #masalah Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s