“PERBEDAAN”

<Kamis, 27 April 2017 OOR 16:15>

Belakangan ini, kita melihat suatu fenomena tidak baik tentang perbedaan. Sebagian kalangan sengaja meruncingkan ketidaksamaan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, satu profesi dengan profesi yang lain dan yang lebih parahnya membuat garis perbedaan yang begitu tajam antara keyakinan yang satu dengan keyakinan yang lain.

Entah mengapa, orang-orang di masa kini semakin sulit menerima adanya perbedaan. Membesar-besarkan perbedaan yang sudah menjadi kodrat Tuhan, memusuhi orang yang tidak sealiran dan bahkan berniat menenggelamkan orang yang tidak mau ikut dalam perahu yang mereka kemudikan.

Semua orang ditekan dan dipaksa untuk mempunyai pikiran, pandangan dan pendapat yang sama. Karena itu, mereka bahkan berani menyetani (setan) orang lain, padahal mereka adalah manusia biasa, sama-sama ciptaan Tuhan. Jika tidak sama, maka yang berbeda akan diserang terus menerus, mencari kelemahan dan kekurangan untuk dihujat.

Padahal perbedaan itu sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang biasa dan alami, tidak perlu dibesar-besarkan sebagai garis pemisah yang tidak boleh untuk dipersatukan. Justru dengan perbedaan yang ada, semua elemen masyarakat dapat saling mengisi, saling melengkapi dan saling menyempurnakan. Tujuannya tidak lain tidak bukan yaitu untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kuat, bangsa yang disegani oleh negara-negara lain di dunia.

Keanekaragaman itu bukanlah sebuah ancaman. Toh, semua ini adalah maha karya Sang Pencipta. Jika berkehendak, bisa saja Tuhan menciptakan manusia menjadi satu kaum saja, seragam dan sama satu sama lainnya. 

Namun kenyataannya tidak demikian. Tuhan menciptakan manusia menjadi banyak suku dan banyak bangsa, menguji ketaqwaan umatnya dengan memperbolehkan kehadiran banyak agama dan aliran kepercayaan. 

Dengan perbedaan, kita dapat saling mengenal satu sama lain, mengerti tentang persamaan dan mentolelir adanya ketidaksamaan. Dengan demikian, semua orang dapat saling bekerja sama, menerima apa yang menjadi kekurangannya dan memberi apa yang menjadi kelebihannya. Indah bukan?

Sobatku yang budiman…

Saat berada di dalam lingkungan internal atau dalam keluarga, kita selalu melihat banyak kesamaan perilaku orang-orang sekeliling kita. Lantas kita diajarkan tentang hal-hal yang sama yang menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. 

Namun, kita hidup bukan hanya berada di dalam kungkungan. Kita pasti akan berbaur dan bergaul dengan kelompok lain yang tentunya memiliki perilaku dan kebiasaan yang berbeda dengan yang biasa kita lihat dan kita kerjakan.

Di sinilah kita belajar tentang toleransi atau tenggang rasa. Kita tidak mungkin memaksakan kebiasaan kita kepada orang lain, sebab kita juga tidak ingin dipaksa mengikuti kebiasaan mereka. Saat ini mungkin kita adalah mayoritas, namun di skup lingkungan yang lebih besar, mungkin kita adalah minoritas.

Jangan takut berbeda. Jadikanlah perbedaan itu sebagai kekuatan maha dahsyat untuk menjaga dan mempertahankan negeri ini dari rongrongan pihak asing yang tidak suka dengan kemajuan negeri ini.

Jika takut melihat perbedaan, apa bedanya kita dengan sebagian hewan yang suka memangsa hewan lain yang tidak sejenis dengannya?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #perbedaan Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s