“KEPALA BATU”

<Rabu, 26 April 2017 OOR 09:53>

Semua orang pasti mengenal es batu. Bentuknya bermacam-macam, sesuai dengan wadahnya saat berwujud air. Ada yang berbentuk balok persegi panjang yang besar, ada yang bulat seperti buah kelapa dan ada pula yang berbentuk cincin.

Saat berwujud air, tidak akan menyakitkan bila dilempar mengenai tubuh. Namun jika sudah berwujud padat, sebongkah es yang memiliki kekerasan sekeras batu, pastinya akan menyakitkan bila dilempar mengenai tubuh kita.

Apabila kita memegang atau menggenggam es batu dalam waktu lama, maka tangan kita akan menjadi kebas, rasanya tidak nyaman, dinginnya hingga menusuk tulang.

Namun, jika kita mencelupkan bongkahan es batu itu ke dalam gelas yang berisi air, maka es itu akan mencair. Bukan itu saja, es batu ini mampu mendinginkan air yang berada di dalam gelas. Menghasilkan minuman sejuk yang menyegarkan tenggorokan orang yang meminumnya.

Dalam hidup ini, banyak manusia memiliki sifat dan karakter menyerupai es batu, diistilahkan sebagai “kepala batu”. Ada yang menyebutnya keras kepala karena selalu ingin menang sendiri, tidak mau ditegur atau dikritik, menganggap dirinya paling hebat, paling unggul dan paling mulia, dibandingkan orang lain. 

Harga dirinya begitu tinggi, sehingga tidak pernah ada kamus “mengalah” dalam hidupnya. Tidak peduli benar atau salah di mata orang lain, yang penting menurutnya benar, maka pendapatnya akan terus dipertahankan sekuat tenaga.

Mereka yang berkepala batu, tidak responsif, hanya memiliki satu sudut pandang dan tidak dapat menerima pendapat orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan atau diucapkan seringkali menyakiti hati orang lain.

Padahal, semakin kita mempertahankan sifat kepala batu, maka beban hidup ini akan semakin berat. Semua ini karena ulah kita sendiri yang tidak mau berkompromi dengan lingkungan sekitarnya. Inginnya mau menang sendiri saja. 

Seandainya sifat “kepala batu” itu dapat dicairkan seperti bongkahan es yang mencair di dalam gelas berisi air, maka kita akan memperoleh suasana yang sejuk, tidak sedingin es yang menusuk tulang. Dan tentunya akan bermanfaat bagi orang lain di sekeliling kita. 

Sobatku yang budiman…

Berkeras hati untuk mencapai tujuan adalah perbuatan yang baik, namun membiarkan sikap kepala batu dalam mempertahankan pendapat, terutama pendapat yang salah, tentunya bukanlah perbuatan bijaksana. 

Manusia berkepala batu merujuk kepada mereka yang memiliki ego tinggi, sombong dan jauh dari sikap rendah hati. Mempertahankan gengsi demi sebuah harga diri, seolah-olah dirinya adalah sumber kebenaran serta merasa pendapatnya adalah yang paling hebat dan harus diikuti oleh semua orang.

Orang yang memiliki sifat kepala batu akan sulit mendapatkan teman, apalagi sahabat yang baik. Orang-orang akan bersikap dingin, malas dan tidak peduli kepadanya karena susah diatur, sulit ditegur, tidak mau dinasehati dan payah untuk diajak kerjasama.

Hanya mereka yang memiliki kerendahan hati yang akan dihormati dan bakal memperoleh kehidupan yang bahagia selamanya.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #kepalabatu Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s