“MENYIKAPI KEHADIRAN MASALAH”

<Jumat, 07 April 2017 OOR 14:42>

Seorang pemuda bernama Uvewe, sedang frustasi karena mengalami berbagai cobaan dalam hidupnya. Perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan, rumah tangganya hancur berantakan dan teman-temannya banyak yang menjauhinya.

Setiap hari, Uvewe hanya menghabiskan waktu di rumah. Merenungi nasibnya yang buruk karena menjadi seorang pengangguran dan menangisi kepedihan hatinya karena ditinggal pergi sang isteri. Sempat terbersit keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Untunglah seorang sahabat karibnya, Opekiu tetap setia menemani kesehariannya. Setelah pulang kerja, Opekiu senantiasa mengunjungi kediaman Uvewe untuk menghiburnya sambil membawakan makanan untuk disantap bersama.

Opekiu : “Sudahlah bro… Untuk apa kamu meratapi semua yang sudah terjadi. Dengan berdiam diri, kamu tidak akan sanggup mengubah semuanya seperti semula…”

Uvewe : “Apa yang dapat saya lakukan sekarang? Saya ini seperti melihat awan gelap di hadapanku. Percuma saya bekerja keras jika takdir mengatakan saya harus jatuh. Untuk apa saya menebar kasih sayang, jika ternyata saya harus terluka dan tersakiti…?”

Opekiu : “Jangan menyerah begitu dong… Keraslah pada dirimu, maka hidupmu akan menjadi lunak… Jangan biarkan ragamu mengatur otakmu. Seharusnya otak kamulah yang mengatur tubuhmu. Jangan biarkan kemalasan, kesakitan, keengganan dan sikap menunda-nunda melakukan sesuatu karena perintah tubuhmu….”

Uvewe tercengang mendengar kata-kata bermakna dari sahabatnya yang baik hati. Matanya menerawang jauh. Sedikit demi sedikit jari-jari tangannya mulai mengepal.

Opekiu melanjutkan : “Saya tahu badanmu sudah hampir membeku, namun otakmu masih dapat berfungsi dengan baik, otakmu masih dapat berpikir. Maka perintahkanlah otakmu kepada tubuhmu untuk melakukan apa yang akan memudahkan hidupmu kelak. Masak kamu mau kalah dengan yang lain? Semudah itukah dirimu menyerah dengan keadaan ini? Kamu pasti bisa, bro…!!!”

Sejak saat itu, Uvewe mulai rajin mengamati info lowongan pekerjaan di surat kabar maupun berselancar di website. Hanya dalam satu bulan saja, dia berhasil mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemahirannya. 

Berkat ketekunan, integritas dan loyalitas yang tinggi, Uvewe berhasil mencapai posisi manajer dalam waktu setahun. Hidupnya sudah berubah. Seorang gadis, rekan sekerjanya bersedia menerima lamarannya setelah pendekatan selama tiga bulan.

Berkah kehidupan menghampiri hidupnya. Setelah terpuruk dalam kesusahan dan ditinggal pergi isterinya, Uvewe berhasil bangkit dan menikmati kehidupan yang bahagia. 

Sobatku yang budiman…

Tidak selamanya berkah hadiah itu terbungkus rapi dan indah. Seringkali Tuhan membungkusnya dengan masalah untuk menguji keimanan dan ketangguhan pribadi umatnya.

Jika seseorang memilih untuk menyerah, maka berkah yang berselimutkan masalah itu tidak mungkin akan tersingkap.

Sesungguhnya masalah itu adalah ujian menuju kedewasaan. Tidak ada alasan kita untuk menyalahkan keadaan atau orang lain. Benahi dan koreksi diri sendiri. Jadilah pribadi yang tangguh dan bijaksana.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #masalah Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s