“BERBOHONG”

<Minggu, 26 Maret 2017 OOR 10:15>

Berkata jujur itu bukanlah perkara mudah, apalagi saat kejujuran itu dianggap sebagai suatu perbedaan. Orang yang berkata jujur sering dianggap sebagai musuh bersama yang harus dijauhi, karena dia berada di tengah lingkungan orang-orang yang tidak jujur. 

Dalam lingkungan sehari-hari, banyak orang terpaksa harus berbohong hanya untuk menutupi kekurangannya. Padahal akibat kebiasaan berbohong akan membuat dirinya hidup dalam belenggu yang menyiksa.0

Inilah beberapa dampak negatif dari berkata bohong :

(1) Berbohong itu akan menyebabkan terciptanya rangkaian kebohongan yang lain. 

Seorang isteri, saat ditanya mengenai uang belanja bulanan yang habis sebelum waktunya, terpaksa harus berbohong kepada suaminya. Alasannya uang tersebut dipinjam oleh temannya yang sakit.

Suami : “Nih, saya berikan uang untuk menutupi biaya bulanan. Ntar uang pinjaman teman kamu, tolong digunakan untuk melunasi cicilan motor di akhir bulan…”

Saat tagihan cicilan motor sudah tiba, sang isteri kebingungan mencari uang yang telah dipergunakan untuk berfoya-foya. Segala upaya telah diusahakan, mencari pinjaman, namun gagal. Akhirnya dia meminta uang dari suaminya untuk melunasi cicilan motor.

Suami : “Belum kamu tagih hutang temanmu?”

Isteri : “Katanya nanti di awal bulan…”

Sang suami mempercayainya : “Okelah nanti di awal bulan depan, saya tidak memberikan uang bulanan lagi. Nanti uang kita yang dipinjam temanmu, kamu pakai saja…”

Demikianlah, kebohongan demi kebohongan terus dilakukan oleh sang isteri, hingga hidupnya begitu melelahkan karena berusaha mempertahankan dan juga menciptakan kebohongan yang terlanjur sudah diucapkan.

(2) Kebohongan ifu adalah candu yang lebih berbahaya dari apapun.

Seorang pemuda, begitu bersemangat menceritakan tentang pergaulannya yang hebat, teman-temannya berasal dari golongan jetset, orang terkenal dan pejabat. Padahal semua orang tahu, bahwa dia hanyalah orang biasa, bukanlah seorang yang memiliki status sosial di atas rata-rata. 

Kesehariannya, hanya mengendarai mobil keluaran lama milik isterinya, kadang-kadang menggunakan motor butut atau menyewa taxi. Namun kebiasaannya membual, sudah begitu mendarah daging.

Pemuda : “Kalian tenang saja… Kalau ada apa-apa, ngomong aja. Saya mengenal banyak pejabat penting di negeri ini. Saya tinggal menelepon mereka, bereslah urusannya…”

Suatu ketika seorang teman ditangkap polisi dan meminta bantuan kepadanya. Alih-alih menolong, begitu temannya meminta bantuannya, pemuda ini tiba-tiba mematikan hapenya. Keesokan harinya pemuda ini meminta maaf, tidak sempat membantu karena baterai hape keburu habis.

(3) Berbohong itu menyiksa diri sendiri

Suatu hari seorang cowok diajak ceweknya pergi bertamasya ke funland, yang menyediakan permainan roller coaster (Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta gandeng yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda).

Cewek : “Saya pengen naik roller coster… Temani saya yah… Sayangku berani kan…?”

Sang pacar merasa malu kalau dianggap tidak berani, padahal sebenarnya dia phobia ketinggian. Agar dianggap gentleman, dia mengiyakan keinginan ceweknya dengan membeli dua buah tiket.

Sepanjang permainan, sang cowok merasa begitu tersiksa. Matanya terpejam erat, mulutnya terkatup rapat dan detak jantungnya berdegub tidak beraturan. Dia berusaha menahan teriakan ketakutan. 

Setelah selesai, sang cewek berkata : “Enak sekali naik roller coaster… Begitu menakjubkan. Sayangku juga suka kan…?”

Sang cowok mengangguk perlahan. Dengan wajah masih terlihat pucat, dia menjawab : “Iya, enak…”

Sang cewek merangkul puncak cowoknya sambil berkata : “Minggu depan kita main di sini dan naik roller coaster lagi yah…”

Sang cowok : “@$&&##%!!!??”

Sang cowo senyam-senyum tertahan, sambil menelan ludah dan berdoa dalam hati : “Apa…? Naik roller coster lagi…? Hari ini saja, saya sudah seperti mau mati. Oh Tuhan… jangan lagi dech…”

(4) Berbohong dapat menghilangkan kepercayaan orang lain dan menyebabkan tertutupnya pintu rezeki.

Seorang agen asuransi menawarkan produk unggulannya. Banyak orang tertarik dan membeli produknya.

Seorang konsumen bertanya : “Bagaimana dengan proses klaim jika saya menderita sakit dan harus diopname…?”

Agen asuransi : “Jangan khawatir, semuanya saya yang urus. Pokoknya ibu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Bahkan ibu tidak usah buang-buang tenaga memikirkannya…”

Beberapa waktu kemudian, saat ibu tersebut jatuh sakit dan ingin mengklaim dana asuransinya, ternyata agen tersebut berusaha menghindar untuk membantunya. Beribu alasan disampaikan agen ini.

Hingga akhirnya sang ibu berkata : “Saat menjual produkmu, kamu bilang semuanya akan gampang dan bakal kamu urus. Sekarang kelihatan banget, kamu berupaya menghindar. Mulai besok, saya akan berhenti menggunakan produk kamu. Bukan hanya saya saja, belasan temanku juga akan mengikuti langkahku pindah ke produk lainnya…”

Sobatku yang budiman…

Untuk berkata jujur itu tidaklah sulit, hanya diperlukan sedikit keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang benar. Jangan biarkan kebohongan demi kebohongan meracuni pikiran kita, sebab pikiran yang sudah dicandui oleh kebohongan, pasti tidak akan dapat dipergunakan lagi secara optimal untuk menghasilkan kebaikan.

Jika kita tidak sanggup melakukan sesuatu, katakan saja dengan jujur. Berikan alasan yang benar dan masuk akal. Siapapun pasti akan menerima dan menghargai kejujuran kita. 

Berani jujur itu hebat…!!!

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #bohong Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s