“SINGA BUNGSU”

<Jumat, 24 Maret 2017 OOR 07:08>

Seekor singa betina melahirkan beberapa ekor anak singa yang lucu dan imut. Setelah beberapa bulan, anak-anak singa tumbuh dengan amat baik. Setiap hari singa betina ini pergi mencari mangsa tidak jauh dari sarangnya dan membawa hasil buruannya untuk dinikmati ketiga buah hatinya yang masih belum dapat mencari makanan sendiri. 

Dia membesarkan anak-anaknya hingga menjelang remaja. Saatnya sudah tiba, anak-anak singa akan diajari cara berburu, mencari target mangsa yang sesuai, sebagai menu santapan harian. Dari ketiga anak-anaknya, hanya ada seorang anak yang giat belajar berburu. Dialah si bungsu, yang terus mengamati dan mempelajari gerak-gerik sang bunda saat berburu.

Sedangkan kedua saudaranya tidak pernah serius dalam belajar. Walaupun sudah diingatkan oleh ibunya, namun mereka tetap tidak peduli. Mereka terlalu asyik dengan sifat manjanya. Memelihara kemalasan, karena berharap sang bunda akan dapat menyediakan makanan untuk mereka selamanya.

Sementara itu, singa bungsu terus berlatih, mulai dari mencari mangsa kecil seperti tikus, kelinci dan binatang pengerat. Hingga akhirnya si bungsu sudah mandiri, mampu berburu binatang yang lebih besar.

Karena memiliki keahlian dalam berburu, kedua saudaranya merasa iri kepadanya. Saat sang bunda tidak berada di sarang, singa bungsu ini diusir dari sarangnya. Mereka bersepakat untuk menghilangkan keberadaan si bungsu, agar hasil buruan sang bunda hanya dinikmati mereka berdua saja.

Apa boleh buat, si bungsu terpaksa meninggalkan sarangnya untuk pergi mengembara seorang diri, waktu yang sebenarnya terlalu cepat untuk dijalaninya. Untunglah selama ini, dia sangat tekun belajar berburu, sehingga ketakutan akan masa depannya sedikit terhapus.

Bulan demi bulan berlalu. Tidak terasa sudah setahun si bungsu pergi meninggalkan sarangnya. Kerinduan yang begitu dalam kepada sang bunda, akhirnya si bungsu membulatkan tekad untuk kembali ke lokasi dimana dia dilahirkan dan dibesarkan.

Sesampainya di sarang, si bungsu menjumpai dua ekor singa sedang terbaring lemah di bawah pohon rindang. Si bungsu mengenal kedua singa tersebut sebagai saudara kandungnya, yang pernah mengusirnya.

Singa bungsu : “Saudaraku… apa yang terjadi? Dimanakah ibu…? Mengapa kalian begitu kurus dan lemah…?”

Kedua saudaranya mengenal si bungsu, lalu menangis pilu, tangis kesedihan yang begitu menyayat hati.

Singa sulung : “Sebulan lalu ibu telah tewas. Beliau mengalami luka yang begitu parah karena terperosok ke dalam jurang. Kami sangat sedih dan merasa sangat kehilangan sosok yang menjadi penopang hidup kami. Bukan itu saja, kami mengalami kelaparan yang berkepanjangan karena selalu gagal dalam berburu mangsa. Bahkan seekor kelinci kecil saja, tidak mampu kami tangkap….”

Singa bungsu : “Saya menyesal telah meninggalkan ibu seorang diri mencari makanan. Beliau adalah sosok panutan hidupku. Berkat ketelatenan beliau, akhirnya saya menjadi singa dewasa yang mandiri dan mampu berburu seorang diri…”

Singa sulung : “Maafkan kami adikku… Ada dua penyesalan hidup kami. Pertama, malas belajar berburu hingga menderita kelaparan seperti saat ini. Kedua, mengusirmu keluar dari sarang….”

Singa bungsu : “Sudahlah… semua sudah berlalu. Tidak ada yang perlu ditangisi atau disesali. Kalian berdua tetaplah saudaraku…”

Kedua singa yang bertubuh kurus kering segera beranjak dari atas rumput, bergerak menuju ke tempat si bungsu, memeluk dan menjilat sekujur tubuh si bungsu, menandakan rasa kasih dan sayang.

Singa bungsu : “Mulai sekarang saya menjadi pimpinan kelompok ini. Kalian berdua harus tekun belajar berburu. Saya akan menempa kalian menjadi pemburu ulung….”

Sobatku yang budiman…

Jangan pernah menggantungkan hidup kepada siapapun karena semua itu pasti ada akhirnya. Dan ketika masa itu tiba maka hidup kita pasti akan hancur.

Jangan memelihara rasa malas, karena kemalasan itu akan menyengsarakan hidup kita kelak. Jika kita tidak mencoba dan melakukan aksi, maka sesuatu yang baru, harapan akan masa depan yang cerah, tidak bakal terwujud.

Tidak ada seorangpun yang berhasil dalam hidup ini, karena malas, berpangku tangan dan hanya mengharapkan rezeki turun dari langit. Walaupun mengalami kegagalan, jangan pernah menyerah dan pesimis. Banyak orang mengalami kesuksesan, justru di saat tidak muda lagi, setelah mengalami kegagalan berkali-kali.

Jika kita mau sedikit berkorban, bergiat melatih kemampuan diri dan berupaya melakukan sesuatu, yang barangkali dianggap “gila” oleh orang lain, niscaya perubahan besar akan menghinggapi hidup kita.

Selamat berjuang sobatku semua…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #janganmenyerah Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in DONGENG. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s