“PERBEDAAN PANDANGAN POLITIK DI ANTARA SAHABAT”

<Rabu, 22 Maret 2017 RPOT 10:14>

Dwitunggal, Soekarno-Hatta. Setiap kali kita menyebut Soekarno, pasti segera akan menambahkan kata Hatta. Mereka berdua bagaikan layang-layang dan benang. Untuk menerbangkannya harus ada keduanya. Dan tentu saja, tidak terlepas juga dengan kehadiran hembusan angin, yang diibaratkan sebagai rakyat Indonesia.

Kelihatan keduanya sangat kompak, padahal sebenarnya begitu jamak perbedaan pandangan tentang banyak hal, di antara mereka berdua.

Bung Hatta berpendapat : “Pendidikan rakyat dulu, baru merdeka…”

Bung Karno berpendapat sebaliknya : “Oh tidak! Merdeka dulu baru pendidikan. Jika demikian maksud kamu, hingga kiamatpun kita tidak akan merdeka…”

Bung Hatta bertemu dengan Bung Karno untuk pertama kalinya di kota Bandung. Saat itu, sekitar tahun 1933, mereka seide untuk melawan penindasan dengan ketajaman berpikir dan buah pena yang kritis.

Pertemuan itu yang tidak disengaja, membuat mereka berdua berada dalam satu perahu, namun berbeda pemandangan. Hatta memandang ke kanan, Soekarno ke kiri, tapi perahu tetap ke depan, menuju kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sepenggal kisah dua pahlawan yang sangat berjasa bagi kemerdekaan Indonesia, menginspirasi penulis untuk mengulas tentang perbedaan politik diantara dua orang sahabat.

Idealnya, seorang sahabat itu selalu memiliki pandangan yang sama dengan kita. Itu idealnya… Namun tidak jarang, sahabat kita memiliki pendapat yang berbeda mengenai sesuatu hal, terutama menyangkut masalah pilihan politik di negari ini.

Banyak teman-teman yang mengeluhkan perilaku sahabatnya (sekarang sudah menjadi musuh) yang memblokir pertemanan di fb dan di medsos lainnya, dan yang lebih ekstrimnya langsung memutus tali silahturahmi dengannya. Penyebabnya sangat sepele, karena mereka memiliki perbedaan pilihan politik di pilpres dan pilkada.

Sebenarnya paling asyik jika kita memiliki sahabat yang berbeda pandangan politiknya, namun tetap menghargai pilihannya masing-masing. Untuk meminimalisir perdebatan, alangkah baiknya, pada saat bertemu tidak membicarakan hal-hal berbau politik. 

Namun seandainya sempat terjadi diskusi mengenai politik, maka segera sudahi dan mengalihkan ke topik pembicaraan yang lain. Jangan langsung membalas ucapan sahabat atau memberikan komentar yang dapat merusak suasana persahabatan. Jika diskusi masih tetap berlanjut, tetaplah dalam keadaan pikiran yang sehat, waras, segar dan tidak emosi. 

Setiap perbedaan seharusnya akan memperkaya wawasan dan saling mengisi satu sama lainnya. Hindari isu sektarian, SARA dan tudingan yang bersifat personality, yang sebenarnya tidak ada kaitan dengan bahan diskusi. Toh, yang dibahas adalah mengenai keunggulan jagoan masing-masing, bukannya siapa dan darimana asal kamu atau Tuhan kamu itu siapa?

Marilah kita berjiwa besar untuk menerima semua kekurangan jagoan kita, menelaah dengan hati jernih, bukan dengan sifat ngotot yang berlebihan. Jangan pula meninggikan derajat tokoh unggulan kita, secara membabi buta, sehingga terkesan hanya mau menang sendiri.

Sobatku yang budiman…

Keragaman pendapat pasti akan memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan, selama kita tetap memegang komitmen selalu mengedepankan keutuhan nilai persahabatan yang telah terjalin.

Tirulah pendahulu kita, Soekarno-Hatta, walau memiliki perbedaan pandangan, namun mereka menanggalkan baju keegoan dengan bergandengan tangan bersama-sama mengayuh perahu hingga ke tujuan.

Bukankah begitu terlihat lebih indah dan humanis?

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #politik #RP16 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s