“TRIO SERANGKAI VS POLISI”

<Minggu, 19 Maret 2017 RPOT 17:28>

Abece, Xwaizet dan Mongky sedang mengendarai mobil milik ayah Mongky. Yang mengemudikan mobil adalah Xwaizet karena hanya dialah yang memiliki SIM A, sedangkan Abece duduk di samping Xwaizet dan Mongky berada di bangku belakang.

Di sebuah persimpangan empat, mobil mereka dihentikan oleh seorang petugas Polisi karena Xwaizet menerobos lampu merah.

Xwaizet : “Aduhhh, bakalan kena dech kita…”

Abece mengernyitkan dahi untuk berpikir…

Tinggg….!!!!

Ide brillian Abece pun keluar dari otaknya yang moncer…

Abece : “Ok, tenang saja. Percayakan kepada diriku. Kalian ikuti saja permainanku yah…”

Xwaizet dan Mongky bingung dengan maksud kalimat Abece. Tapi mereka pasrah dan mengangguk tanda setuju.

Polisi : “Selamat siang Pak. Tolong diperlihatkan SIM-nya”.

Abece : “Wah, teman saya ini bisu Pak. SIM-nya sedang berada di kantor polisi…”

Polisi : “Kenapa bisa begitu..?”

Abece : “SIM-nya sudah dicabut karena terlalu sering ditilang. Padahal dia kan tidak bersalah…”

Polisi : “Ahhh, banyak kali alasan kamu. Terus, mana STNK mobil ini?”

Abece mulai kelihatan kesal karena merasa petugas kepolisian ini mencari-cari kesalahan, padahal apa yang dilakukan polisi ini sudah sesuai standar prosedur pemeriksaan.

Abece menjawab dengan suara sengaja dikeraskan : “Bro, jangan bilang mobil ini hasil curian yah…”

Polisi yang mendengar kalimat Abece, merasa sangat terkejut…

Kemudian Abece menoleh ke belakang ke arah Mongky : “Cepat katakan dimana kamu simpan STNK-nya? Atau saya tetap akan menyekap dirimu walaupun sudah ditebus 200 juta oleh ayahmu…”

Polisi ini semakin terperanjat mendengar ada kata “menyekap”. Polisi ini segera mengabarkan kejadian ini melalui HT kepada komandannya.

Mongky mulai mengerti arah pembicaraan Abece, menambahkan : “Pak, STNK mobil ada di kotak P3K tepat di samping pistol milik Bapak…”

Polisi : “Hah…? Apa benar ada pistol di kotak P3K?”

Abece membusungkan dadanya sambil tersenyum menyeringai : “Pistolnya baru saya gunakan untuk merampok bank. Tuh di belakang bagasi ada kotak rokok berisi uang 2 milyar. Bapak mau?”

Polisi : “Ada uang 2 milyar di belakang bagasi ..?”

Abece hanya menganggukkan kepalanya yang sedikit peyang. Mendengar kasus yang begitu penting, petugas polisi ini segera menghunuskan pistolnya ke arah Abece dan menyuruhnya turun dari mobil. Kedua tangan Abece diborgol dengan erat.

Tidak berapa lama kemudian, lima mobil patroli polisi lengkap dengan puluhan petugas polisi dan Brimob segera mengepung mobil yang dicurigai melakukan tindakan kejahatan. Kapolres didampingi ajudan dan beberapa pengawal Brimob mendekati Abece dan mulai menginterogasinya.

Kapolres berkata dengan tenang dan santun : “Bolehkah saya melihat SIM Anda, Pak ?”

Abece : “Saya tidak memiliki SIM Pak…”

Kapolres : “Mengapa bapak mengendarai mobil tanpa memiliki SIM?”

Abece : “Saya tidak bisa mengendarai mobil Pak. Jadi untuk apa saya harus memiliki SIM?”

Kapolres melihat ke arah petugas kepolisian yang menangkap Abece dkk. Petugas itu mengangguk dan menunjuk ke arah Xwaizet.

Xwaizet segera mengeluarkan SIM A untuk diperiksa Kapolres. Ternyata SIM Xwaizet masih berlaku.

Abece : “Tuh kan, anggota bapak membuat laporan yang tidak benar. Terus suka-suka dia pula memborgol tanganku…”

Kapolres : “Ini mobil siapa?”

Abece : “Lepaskan borgolku, Pak… Saya akan tunjukkan STNK mobil ini…”

Setelah bebas, Abece segera mengambil STNK mobil dan menunjukkan ke arah Kapolres. 

Kapolres semakin bingung. Dalam hatinya berpikir, laporan anak buahnya kok bisa keliru?

Kapolres : “Wanita di belakang itu siapa?”

Abece : “Itu pacar saya Mongky. Bapak mau kenalan? Saya tidak bertanggungjawab jika nanti isteri bapak cemburu…”

Kapolres mengurungkan niatnya untuk mengecek keberadaan dan status Mongky. Sang Kapolres terlihat kesal, matanya mengarah tajam ke anggotanya yang memberikan laporan tidak akurat. Sedangkan polisi tadi terlihat sedikit menunduk.

Kapolres : “Okelah kalau begitu. Bisakah bapak membuka pintu bagasi belakang?”

Abece segera menyuruh Xwaizet membuka pintu bagasi, sambil berkata : “Pasti anggota bapak mengatakan ada pistol dan kotak rokok berisi uang 2 milyar. Bukankah begitu komandan..?”

Kapolres mengangguk : “Saya memang mendapat laporan ada kasus kriminal yang bapak lakukan, tidak memiliki SIM dan STNK, penculikan terhadap seorang wanita, pencurian mobil, perampokan bank senilai 2 milyar dan yang paling berbahaya yaitu memiliki senjata api….”

Abece tertawa terbahak-bahak…

Abece : “Hahaha… Begitukah laporannya? Saya yakin anak buah bapak pasti membual mengatakan kami melanggar lampu merah… Betulkah begitu komandan,..?”

Kapolres mengangguk : “Iya benar…”

Abece : “Jadi, bolehkah kami pergi sekarang…?”

Kapolres : “Silakan Pak… Mohon maaf atas kesalahan anak buah saya. Hati-hati di jalan….”

Abece : “Siaaapp komandan…!!!”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #polisi #RP16 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s