“MANUSIA MUNAFIK”

<Jumat, 03 Maret 2017 RPOT 18:02>

Pada suatu hari seorang pemuda bernama Opekiu meminjam sejumlah uang dari temannya yang bernama Uvewe. Beberapa hari kemudian Opekiu mengembalikan uang Uvewe beserta sedikit lebihnya.

Uvewe bertanya : “Kelebihan uang yang kamu pinjam ini buat apa? Saya tidak menerima bunga uang karena itu bukan prinsip hidup saya…”

Opekiu : “Kemarin uang kamu yang saya pinjam melahirkan dan kelebihan uang itu adalah anaknya…”

Uvewe merasa senang saat menerima pengembalian pinjaman uang plus “bunga” dari Opekiu. Dia dapat menerima alasan temannya walau terasa tidak masuk akal. Yang penting tidak “menabrak” prinsip hidupnya yaitu larangan menerima bunga pinjaman. Baginya menerima kelahiran anak uang pinjaman bukan termasuk menerima bunga pinjaman.

Seminggu kemudian, Opekiu kembali meminjam uang dari Uvewe. Kali ini Uvewe meminjamkan uangnya dua kali lipat lebih banyak dari yang diminta Opekiu, dengan harapan uangnya dapat melahirkan lebih banyak “anak” lagi.

Seminggu telah berlalu, namun kali ini, Opekiu belum juga mengembalikan uang yang dipinjamnya. Uvewe berusaha membesarkan hatinya : “Barangkali saja, uang pinjamannya melahirkan anak uang yang lebih banyak lagi. Jadi saya harus bersabar…”

Dua minggu telah berlalu, namun belum ada tanda-tanda Opekiu akan mengembalikan uangnya. Akhirnya Uvewe kehilangan kesabaran dan pergi menemui Opekiu.

Uvewe : “Hai bro, sorry nih… mau nanya mengenai pinjaman uang terdahulu…”

Opekiu : “Waduh… Mohon maaf yah… Saya mengucapkan turut belasungkawa karena uangmu telah hilang dibawa kabur oleh pencuri dan akhirnya wafat terbunuh…”

Uvewe meradang dan tidak dapat menerima alasan dari Opekiu : “Kamu jangan menipu saya…!!! Bagaimana uang bisa meninggal? Ini semua hanya akal-akalan kamu belaka… Ayo kembalikan uangku saat ini juga…!!!”

Opekiu : “Wah kamu ini aneh dan termasuk manusia munafik. Mengapa sekarang kamu tidak percaya kalau uangmu sudah mati sedangkan dulu kamu percaya bahwa uangmu melahirkan anak?”

Sobatku yang budiman…

Sepenggal cerita di atas, merupakan kejadian yang paling sering terjadi dalam kehidupan manusia.

Kebanyakan orang akan menerima dengan tangan terbuka uang hasil korupsi atau hasil kejahatan yang dilakukan oleh orang lain. Namun sebaliknya, mereka akan berjuang mati-matian menolak hukuman penjara akibat perbuatannya yang melanggar hukum, tentunya dengan seribu macam alasan.

Manusia munafik akan sulit menerima fakta kebenaran, jika itu merugikan dirinya. Sebaliknya, mereka akan bersukacita menerima segala bentuk kebohongan, asalkan menguntungkan dirinya. 

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #munafik #RP16 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s