“JANGAN LARI DARI MASALAH”

<Kamis, 02 Maret 2017 RPOT 10:57>

Sebuah ladang terlantar dimanfaatkan seorang petani tua untuk menanam palawija. Ternyata di tengah ladang terdapat sebuah batu besar yang sangat mengganggunya dalam membajak sawah.

Berbulan-bulan sang petani terus membajak tanah di sekitar batu besar tadi. Beberapa mata bajak telah mengalami kerusakan dan patah tatkala sang petani tidak sengaja menghantamkan bajaknya ke batu tadi.

Kejadian ini berlangsung terus menerus, hingga akhirnya sang petani hampir saja menyerah dan hendak meninggalkan pekerjaannya mengolah ladang kosong tadi. Padahal beliau sudah menghabiskan waktu yang cukup lama, namun belum menghasilkan apa-apa, hanya gara-gara sebongkah batu tadi.

Seorang penggembala kerbau yang melihat kegelisahan sang petani datang menghampiri dan mencoba memberikan saran.

Penggembala : “Wahai petani, mengapa engkau mudah sekali menyerah dan berniat meninggalkan semua ini?”

Petani : “Saya merasa putus asa karena batu ini…”

Penggembala : “Mari kita bersama-sama melihat dan menghadapinya. Apa dan bagaimana bentuk batu itu…”

Penggembala mengajak petani menghampiri batu besar tadi. Ternyata batu besar tadi telah mengalami keretakan. Dengan hanya menggunakan sebuah martil, batu tersebut berhasil dipecah menjadi kepingan yang lebih kecil. Begitu mudah bagi sang petani untuk menyingkirkan batu besar yang menjadi penghalangnya selama ini.

Sobatku yang budiman…

Sepenggal kisah di atas mengingatkan kita semua, bahwa begitu banyak dan beragamnya problematika kehidupan yang menghampiri keseharian kita.

Bagaimana cara terbaik buat kita untuk keluar dari suatu permasalahan?

Kerapkali kita tidak memiliki kemauan untuk menghadapinya. Tidak sedikit orang, malah berusaha menghindar dan meninggalkan masalah yang berada di hadapannya. Hanya sekadar melihat dan berkeluh kesah tanpa berupaya untuk menghampiri dan menyelesaikannya dengan cara yang bijaksana.

Di saat kita sedang terburu-buru menyelesaikan masalah besar (membajak sawah), seringkali kita melupakan masalah kecil yang ada di depan kita (sebongkah batu besar).

Kita melalaikan masalah kecil dan terus mengerjakan pekerjaan atau barangkali berpura-pura tidak tahu dan tidak mau peduli.

Padahal, dengan mengambil sedikit waktu untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menghampirinya, lantas menyelesaikan dan menyingkirkan masalah tersebut dengan pikiran jernih, maka kita tidak lagi akan dihantui atau dikejar-kejar oleh masalah tadi.

Jika penghalang tersebut terus berulang terjadi dalam hidup kita, jauh lebih bijaksana jika kita mengambil waktu lebih untuk memperbaiki dan menyelesaikannya. 

Jika kita tergoda untuk ‘melarikan diri’ dari masalah tersebut, cobalah untuk berhenti dan bertanya pada diri sendiri, apakah seorang manusia yang memiliki akal dan kebijaksanaan harus menjadi seorang pecundang alias seorang pengecut? Pertimbangkan juga dari segi biaya dan waktu yang telah banyak dihabiskan untuk menghindarinya.

“Cara terbaik untuk keluar dari suatu permasalahan adalah dengan menghadapi dan melalui masalah tersebut” 

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #masalah #RP16 Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Kisah Inspiratif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s