“BELAJAR MENDENGAR”

<Senin, 13 Februari 2017 RPOT 07:14>

Mungkin banyak orang yang heran, mengapa untuk mendengar saja kita harus belajar? Toh… Mereka menganggap bahwa telinga merupakan bentuk alami anatomi manusia yang yang akan bekerja sepanjang waktu. Lubang telinga senantiasa terbuka lebar tanpa ada filter penyaring sebelum masuk dan dicerna oleh otak manusia.

Sejak masih bayi, kita sudah terbiasa untuk mendengar, kemudian meniru untuk mengucapkan, walaupun dengan bahasa yang cadel dan sepatah-sepatah.

Pernahkah kita bertanya mengapa manusia hanya memiliki satu mulut untuk berbicara dan dua buah telinga untuk mendengarkan? Arti sebenarnya adalah kita harus lebih banyak mendengar daripada mengucapkan sesuatu.

Sering kali kita ditawarkan untuk mengikuti pelatihan “public speaking” (berbicara di depan umum), agar dapat menjadi tenaga pemasar (marketing) yang ulung, menjadi pembicara handal dan lain-lain. Namun, jarang kita mendengar adanya pelatihan “bagaimana menjadi pendengar yang baik”.

Padahal, kita tidak akan mampu berbicara tentang sesuatu hal, jika tidak menerima informasi yang benar dan utuh mengenai apa yang akan kita sampaikan kepada orang lain. 

Belajar mendengar jauh lebih sulit daripada berbicara…

Banyak orang lebih suka menyolot omongan orang lain, tanpa mendengarkan terlebih dahulu hingga selesai. Beberapa diantara kita, lebih suka menyepelekan apa yang disampaikan lawan bicara dan mengganggap itu sesuatu yang tidak berguna karena kita merasa lebih pintar darinya.

Sesungguhnya belajar mendengar akan mengajarkan kita menjadi manusia yang peka dan peduli terhadap apapun, kepada siapapun serta dalam kondisi apapun juga.

Orang yang bicara belum tentu memperhatikan lawan bicara, tetapi orang yang mau mendengar, sudah pasti peduli dengan orang yang berbicara. 

Apakah kita lebih suka mendengar atau bicara? Apakah kita lebih peduli atau malah lebih cuek? 

Selalu ada kesempatan untuk terus belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Kita harus selalu belajar untuk mendengar. Belajar lebih peduli, belajar untuk lebih peka melihat apa yang terjadi di sekitar kita.

Sobatku yang budiman….

Jangan sekali-kali mengabaikan kemampuan untuk mendengarkan. 

Latihlah terus dan belajarlah mendengarkan lebih banyak. Maka, kita akan menemukan banyak informasi yang akan menjadi suatu pembelajaran yang tiada bernilai harganya.

Jika di dunia ini, lebih banyak orang yang berbicara daripada mendengar, maka dipastikan tiada lagi ketenteraman dan kedamaian. Yang ada hanyalah hiruk pikuk, hingar bingar dan kebisingan yang mengganggu pendengaran kita.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #belajarmendengar Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s