“KARENA CINTA”

<Minggu, 12 Februari 2017 OOR 08:34>

Seorang petani bertubuh kurus ceking sedang mencangkul tanah. Walaupun memiliki tubuh kecil, namun petani itu mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, tanpa terlihat kerut kelelahan di wajahnya.

Seorang temannya yang bertubuh besar dan berotot ingin mencoba apa yang dilakukan sang petani. Dia merasa memiliki tubuh kekar, sehingga yakin akan memudahkannya untuk mencangkul.

Awalnya semua berjalan seperti biasanya. Namun tidak berapa lama kemudian, pemuda itu merasa kecapekan dan akhirnya menyerah. 

Teman petani : “Saya heran, mengapa kamu sanggup mencangkul seharian tanpa merasa lelah, padahal tubuhmu kurus dan tidak berisi…?”

Petani : “Masalahnya bukan karena saya tidak lelah, namun karena saya sudah terbiasa menahan lelah ini. Saya berusaha dan berhasil untuk mencintai pekerjaan ini. Dengan cinta, saya tidak merasa terbebani, justru menganggap pekerjaan ini sebagai wujud tanggung jawab untuk menghidupi keluarga tercintaku…” 

Sementara itu…

Seorang perempuan muda, bertubuh kecil, kurang berotot dan kelihatan tidak bertenaga sedang menggendong anaknya selama berjam-jam saat mengantri tiket kereta api. Saudara iparnya, pria yang memiliki otot besar, menawarkan bantuan untuk menggendong anaknya.

Tidak berapa lama kemudian, mimik wajah pria itu mulai memerah, tangannya gemetaran karena menahan beban lima belas kilo. Dia pun buru-buru mengembalikan anak itu kepada ibunya.

Pria : “Wah, saya tidak menyangka, ternyata menggendong seorang anak balita itu begitu melelahkan. Lihat, tanganku sampai kesemutan dan gemetaran. Walaupun tubuhku jauh lebih besar dari kamu, namun ternyata kamu jauh lebih kuat dariku karena sanggup menggendong anakmu hingga berjam-jam…”

Ibu muda : “Masalahnya bukan karena tidak capek, namun saya tulus menahan rasa capek itu. Masalahnya bukan karena tidak ada beban, namun karena saya ikhlas menanggung beban ini. Saya mencintai anakku yang menurut sebagian orang adalah beban hidupku, namun bagiku tidak demikian. Karena cinta, tidak ada yang akan membebani hidup ini. Saya menikmati semuanya dengan riang gembira. Saya sich…enjoy saja…”

Jawaban ini membuat sebagai pengantri tiket mengangguk-anggukkan kepala, setuju dengan ucapan yang bijaksana ini. Beberapa orang ada yang bertepuk tangan, salut dan takjub dengan kehebatan seorang wanita bertubuh mungil. 

Sebagian lagi harus menunduk malu karena terus mengomel dan merepet sejak awal mengantri. Beda dengan ibu muda ini, walaupun harus mengantri dengan menggendong anaknya, ibu ini sama sekali tidak mengeluh kecapekan.

Sobatku yang budiman…

Saat kita memandang sebuah pekerjaan sebagai beban yang berat, maka pikiran kita akan teracuni oleh stigma negatif ini, membuat pekerjaan akan benar-benar terasa berat, melelahkan dan membosankan. Bahkan, bisa jadi, kita akan membenci pekerjaan ini.

Kita merasa terpaksa untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tidak lagi merasa enjoy, tidak nyaman, tidak senang dan merasa tertekan, stress hingga depresi. Dengan kondisi ini, hasil pekerjaan akan menjadi tidak optimal. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, akan tercipta kesalahan fatal yang dapat merugikan semua pihak.

Untuk mencegah terjadinya hal yang buruk, cobalah untuk mengubah pemikiran agar menjadi positif. Kerjakan apa yang ada di hadapan kita dengan cinta, karena hanya dengan cintalah akan mampu menguatkan kita saat melewati rintangan seberat apapun. 

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #cinta Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s