“DAFTAR KESALAHAN SUAMI”

<Minggu, 29 Januari RPOT 07:31>

Berawal dari pertemuan yang tidak terduga di sebuah kedai penjual disc di pinggir jalan, mengantarkan seorang pemuda berkenalan dengan seorang gadis manis nan cantik dengan tinggi tubuh semampai. Tidak berselang lama, mereka pun menjalin hubungan percintaan.

Perjalanan pacaran begitu berliku-liku dan sempat tidak direstui orang tua sang gadis karena kisah masa lalu sang pria yang pernah membagi hidupnya dengan wanita lain. Namun kedua pasangan sejoli ini terus bertahan dan akhirnya mampu melalui semua rintangan ini. Sang pria dan kekasih hatinya sukses melangsungkan pernikahan dalam acara yang cukup mewah.

Semua sanak saudara dan rekan-rekan dari kedua belah pihak sangat antusias menyambut momen yang berbahagia ini. Sungguh merupakan acara wedding yang luar biasa mengesankan bagi mereka.

Mempelai wanita begitu anggun dalam balutan gaun pengantin putih nan indah menjulur ke belakang dengan diiringi oleh pengiring pengantin. Sang pria bagaikan seorang bangsawan dalam busana tuxedo putih dengan dasi kupu-kupu di dada, kelihatan sangat gagah dan berwibawa. 

Setiap pasang mata yang hadir pasti akan setuju untuk mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi dan ideal. Sorotan mata kedua pasang kekasih ketika didaulat untuk melakukan ritual “wedding kiss” menunjukkan kesan bahwa keduanya begitu saling mencintai satu sama lain. 

Dua tahun kemudian setelah pernikahan, tiba-tiba sang istri berkata kepada suaminya yang sedang berbaring santai di atas tempat tidur, “Sayangku, aku baru membaca sebuah artikel di majalah online tentang ‘bagaimana mempererat tali pernikahan’ agar bisa langgeng hingga anak cucu dan cicit.”

Sang isteri melanjutkan perkataannya sambil merebahkan tubuh di atas dada sang suami, “Masing-masing dari kita akan mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan. Kemudian, kita akan membahas bagaimana upaya kita untuk mengubah hal-hal negatif tersebut menjadi sesuatu yang disenangi oleh pasangannya…..”

Sang suami sempat terkejut dengan pernyataan dari isterinya. Dalam benaknya dia merasa, mengapa pernikahan yang baru seumur jagung, harus melalui tahap “ujian” seperti kemauan sang isteri. Untuk menghormati dan menyenangkan hati isterinya, sang suami pun menyetujui usul ini.

Masing-masing dari mereka mulai memikirkan hal-hal yang tidak disukai dari pasangannya. Mereka berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik yang didapat selama dua tahun pernikahan. 

Malam hari setelah bersantap malam di sebuah warung makan di pinggir jalan, mereka sepakat tidak tidur sekamar agar memudahkan masing-masing pihak untuk memikirkan dan mencatat semua hal negatif yang terlintas dalam benaknya.

Malam ini adalah malam yang “istimewa” karena untuk pertama kali mereka tidak tidur seranjang sejak mereka resmi menjadi pasangan suami isteri.

Keesokan harinya, ketika selesai menyantap sarapan pagi, mereka bersiap-siap untuk mendiskusikan “keluh kesah” masing-masing. 

Suami : “Baiklah sayangku. Kamu yang mulai duluan…”

Isteri : “Okay sayang, aku akan mulai duluan…”

Lalu sang isteri mengeluarkan daftar keluhan yang lumayan banyak yang ditulis di atas kertas folio ukuran A4 sebanyak dua lembar timbal balik. Saat sang isteri mulai membacakan satu persatu hal yang tidak disukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…..

Sang isteri merasa terkejut dan menghentikan aktivitas membaca sejenak. Dia berjalan ke arah sang suami sambil menyeka air mata yang turun membasahi wajah sang suami tercintanya.

Isteri : “Maafkan sayangku… Ada apa denganmu? Apakah saya telah menyinggung perasaanmu? Apakah aku harus berhenti?” 

Suami : “Oh tidak… Aku tidak apa-apa kok… Lanjutkan saja hingga tuntas…” 

Kemudian sang istri kembali melanjutkan membaca semua kalimat yang tertulis di atas kertas, lalu melipat kertasnya dengan senyum manis. Dia meletakkan kertas tersebut diatas meja dan memberikan sebuah ciuman mesra kepada sang suami.

Isteri : “Sayangku, sekarang saatnya engkau membacakan daftarmu. Saya ingin sekali mendengarnya…”

Dengan suara perlahan sang suami berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun dikertasku…”

Isteri : “Loh kok begitu…?”

Suami : “Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin mengubah dirimu seperti yang kumau. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau adalah wanita tercantik dan terbaik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kekurangannya…. ”

Sang istri terkejut, tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dari sang suami. Kalbunya bergejolak atas ungkapan cinta serta isi hati sang suami. Sang isteri sangat malu dan merasa bersalah karena telah menuliskan puluhan kekurangan suaminya. 

Dia segera mengambil kertas yang dilipatnya di atas meja, mengoyak dan membuangnya ke dalam keranjang sampah. Dia sangat bersyukur bahwa suaminya bersedia menerima dirinya apa adanya…

Ia menunduk dan menangis. Terdengar ucapan lirih : “I love you my sweetheart…”

Sobatku yang budiman…

Dalam hidup ini, kita sering mengalami kekecewaan akibat perilaku pasangan yang tidak sesuai dengan keinginan hati.

Banyak sekali pasangan suami isteri yang merasa kecewa, sakit hati dan bahkan depresi karena terus memendam perasaan negatif tersebut, hingga akhirnya mencari pelampiasan di luar rumah dengan berselingkuh. Ujung-ujungnya terjadi perceraian.

Sesungguhnya kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal negatif tersebut. Lihat saja hal-hal positif yang melekat dalam diri pasangan. Tidak ada yg sempurna di muka bumi, termasuk pasangan yang sudah kita pilih menjadi pendamping hidup selamanya.

Orang yang tulus mencintaimu, tidak akan pernah meninggalkanmu, hanya karena adanya kekurangan dalam dirimu.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #kesalahansuami #repost Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Agama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s