“KISAH SEBUAH DURIAN”

<Kamis, 26 Januari 2017 OOR 07:15>                                                  
Pada suatu hari Opekiu membeli sebuah durian berukuran jumbo. Buah yang banyak digemari orang itu, rencananya akan dinikmati bersama sahabatnya Uvewe.

Sesampainya di kediaman Uvewe, mereka amat berharap dapat menikmati buah durian yang mantap, sedikit pahit, seukuran kucing titun dan memiliki daging buah yang tebal.

Setelah dibuka, ternyata apa yang mereka impikan tidak terwujud. Durian raksasa yang dibeli dengan harga lumayan mahal ini, sebagian sudah busuk. Bukan itu saja, daging buahnya juga sedikit berair. Hal ini menimbulkan kemarahan yang luar biasa dari Uvewe. 

Uvewe : “Kurang asem..!!! Dari luar durian ini kelihatan begitu menggiurkan. Tapi ternyata isinya jelek dan tidak enak dimakan. Bahkan sebagian ada yang membusuk…”

Uvewe terus menerus mengomel. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Apa yang diharapkan, tinggal hanya kenangan. Opekiu tersenyum melihat sahabatnya ngedumel tiada henti. Opekiu membiarkan perilaku Uvewe hingga dia merasa puas dan capek sendiri. 

Setelah Uvewe diam, barulah Opekiu bertanya dengan tenang : “Sahabatku… Kepada siapakah dirimu harus marah? Kepada penjual durian? Kepada diriku yang membeli durian tidak bagus ini? Kepada petani yang menanamnya? Ataukah kepada Dia yang menciptakan buah durian ini?”

Uvewe terhernyak mendengar pertanyaan Opekiu. Dahinya berkernyit seperti memikirkan jawaban atas pertanyaan Opekiu. Hingga semenit kemudian, Uvewe sama sekali tidak dapat memberikan jawaban. Hanya diam membisu.

Sembari tersenyum, Opekiu melanjutkan perkataannya : “Sahabatku… Ketahuilah bahwa tidak mungkin seorang pedagang yang baik akan menjual barang dagangan yang berkualitas buruk. Mereka pasti mengharapkan pembeli akan kembali kepadanya dan menjadi langganan tetapnya. Seorang pembeli pasti akan memilih dan membeli sesuatu yang terbaik dan sesuai dengan keinginannya.”

Opekiu mengambil gelas berisi sirup dingin di atas meja, lalu meneguknya hingga habis. Dia melihat ke arah Uvewe, namun pria lajang yang temperamental itu tidak mempedulikan tingkahnya. Tatapan mata kosong Uvewe tertuju ke buah durian.

Opekiu melanjutkan : “Tidak mungkin juga seorang petani akan membiarkan tanamannya tumbuh tidak baik. Tentunya mereka akan merawatnya dengan amat baik dan sepenuh jiwanya agar menghasilkan buah yang terbaik. Nah… jika demikian, maka sasaran kemarahanmu pastilah ditujukan kepada Tuhan yang menciptakan durian ini bukan…?”

Pertanyaan terakhir dari Opekiu membuat Uvewe menggeleng-gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Kalimat ini seakan menembus hingga ke dalam sanubarinya yang terdalam.

Opekiu tertawa kecil melihat perubahan wajah Uvewe. Sejak durian dibuka, Uvewe terlihat marah dan emosi dengan suara menggelegar, bagaikan singa jantan yang sedang mengaum menunjukkan kekuasaannya. Namun saat ini, Uvewe terlihat bengong seperti anak kecil nan polos.

Opekiu : “Nyantai aja bro… Jangan menjadi stress setelah mendengar penuturanku. Bersyukurlah atas apa yang telah terjadi, baik itu menyenangkan ataupun menyedihkan. Jangan membuang tenaga percuma untuk sesuatu yang tidak dapat diubah lagi…”

Uvewe : “Iya bro…”

Opekiu : “Dalam hidup ini, jangan terlalu berharap dengan sesuatu yang baik saja Terimalah apapun yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan dengan lapang dada. Bukan pula dengan berdiam diri atau berpangku tangan, namun teruslah memperbaiki diri agar menjadi manusia yang bermartabat dan berguna bagi sesama. Jangan pernah menyesali kejadian buruk yang menimpa hidup ini. Mari kita nikmati sisa durian ini sebagai berkah dari Tuhan… Tidak ada gunanya mengeluh karena tidak akan mengubah durian ini menjadi seperti yang kita harapkan…”

Sobatku yang budiman…

Mengeluh atas kejadian yang sudah terjadi adalah perbuatan yang sia-sia dan hanya membuang-buang energi dengan percuma.

Lebih baik mensyukuri apa yang ada, dengan niat memperbaiki apa yang menjadi kekurangan dan menyempurnakan apa yang menjadi kelebihan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #mengeluh #bersyukur Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF, KISAH OPEKIU DAN UVEWE. Bookmark the permalink.

One Response to “KISAH SEBUAH DURIAN”

  1. Durian tahun ini katanya memang sedang jelek. Beberapa festival durian gak terlaksana gegara hal tersebut. šŸ˜¬

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s