“KEGALAUANKU” (JANGAN MENANGIS IBU PERTIWI)

<Senin, 23 Januari 2017 RPOT 14:42>

Setelah mengarungi bahtera lika liku kehidupan hingga umur beranjak uzur, aku baru menyadari ketidakmampuanku mewujudkan banyak impian hidupku…

(1) Tatkala aku masih muda dan bebas untuk berkhayal apa saja, aku memiliki impian ingin menjadi manusia super, manusia “superhero” yang dapat mengubah dunia…

Namun, seiring dengan bertambahnya umur dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah menjadi lebih baik, karena aku belumlah menjadi manusia super.

Oleh karenanya, impianku pun kubatasi dan kupersempit…

(2) Kemudian kutegaskan niatku hanya untuk mengubah negeriku, negeri terindah di muka bumi…

Namun lagi-lagi, mimpiku pun tiada membawa hasil yang memuaskan batinku. Negeri indah dan kaya raya laksana cerita dongeng, harus terpuruk di barisan belakang di antara negara-negara sebenua, konon (apalagi) dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Aku tidak berdaya untuk mengubah negeriku menjadi lebih baik, disebabkan kursi-kursi kekuasaan telah diisi oleh orang-orang yang bermental “drakula”. Aku tersingkir bukan karena ketidakmampuanku mengubah negeri ini…

Aku tersingkir karena para “barbarian” telah memegang “stempel negara” yang akan dan terus berupaya melanggengkan tirani kekuasaan untuk diri sendiri, anak cucu dan konco-konconya.

Oleh karenanya, impianku pun semakin kubatasi dan kupersempit…

(3) Ketika usiaku semakin senja, dengan serpihan-serpihan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah perilaku anak-anak negeri yang masih belum benar dan orang-orang sekelilingku yang masih salah.

Tapi celakanya, merekapun tidak mau diubah. Mereka sudah terlalu nyaman dengan kehidupan yang penuh kemunafikan. Sebagian dari mereka sudah menyatu dengan pemikiran-pemikiran radikal yang menghalalkan segala cara untuk mempertahankan prinsip dan keyakinannya. 

Sebagian dari mereka juga sudah menghambakan harta, tahta dan jabatan. Mereka dapat bertindak sesuka hati, bahkan mengatasnamakan rakyat untuk mengeruk semua kekayaan negeri tercinta. Berperilaku dan bergaya hedonis yang penuh dengan kemunafikan.

Oleh karenanya, impianku pun terus kubatasi dan semakin kupersempit lagi…

(4) Akhirnya kuputuskan untuk mengubah diriku. Pribadi yang masih sangat labil akibat tontonan ketidakadilan di bumi pertiwi, tontonan kebodohan anak negeri yang telah dirasuki oleh setan-setan pemecah belah bangsa, tontonan “sinetron kehidupan” yang penuh dengan kepura-puraan serta tontonan kekejaman para penjahat berdasi maupun penjahat berkaos oblong yang dengan sesuka hatinya merongrong harta warisan pendiri bangsa ini.

Untuk itu, akan kuubah diriku menjadi cermin bagi para anak negeri, melalui hentakan sepuluh jari di atas halaman putih bersih yang belum bernoda. Akan kuukir beragam tulisan yang dapat menyejukkan hati dan dapat menggelorakan jiwa anak negeri untuk melakukan “sesuatu perubahan” demi kemajuan negeri tercinta.

Waktuku tinggal sedikit lagi diantara deru semangat yang masih menyala…

Kulihat Ibu Pertiwi…

Sedang bersusah hati…

Air matanya berlinang…

Mas intan yang terkenang…

Hutan gunung sawah lautan..

Simpanan kekayaan…

Kini Ibu sedang lara…

Merintih dan berdoa…

Janganlah menangis wahai Ibu Pertiwi. Hapuslah air matamu…

Kami, anak-anakmu… berjanji akan mengawal negeri ini melalui tahap demi tahap proses pembaharuan dan pembangunan menuju kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia…

Takkan kami biarkan negeri ini tercabik-cabik oleh apapun, siapapun dan sampai kapanpun…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #ibupertiwi #cintatanahair Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in POLITIK. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s