“TANGGA DARURAT”

<Selasa, 24 Januari 2017 RPOT 21:56>

Abece dan sahabat akrabnya Xwaizet sedang menikmati kopi hangat buatan Si Anita, pegawai baru dari warung Bu Sur. Bukan buatan Si Anida, pegawai yang sudah dipecat karena meracuni bebek Bu Sur.

Dari jauh terlihat Mongky berjalan cepat menuju ke arah mereka. Dengan nafas masih terengah-engah, Mongky mengajak Abece dan Xwaizet ke kantor ayahnya di kota karena ada barang penting ketinggalan di sana.

Dengan berbonceng tiga menggunakan sepeda motor Xwaizet mereka segera menuju ke kota. Sesampainya di gedung berlantai 50 mereka bergegas menuju lift. Apa daya, ternyata lift gedung tidak berfungsi karena sedang ada pemadaman PLN. 

Seorang satpam mengabarkan bahwa genset gedung juga sedang mengalami kerusakan. Alhasil mereka harus menggunakan tangga darurat karena ruangan kantor ayah Mongky terletak di lantai terakhir alias lantai ke-50.

Sebenarnya Abece dan Xwaizet enggan menemani Mongky karena membayangkan harus menaiki tangga satu per satu hingga lantai ke-50. Namun karena kasihan melihat Mongky harus berjalan sendirian, khawatir diganggu oleh orang-orang yang lalu lalang menggunakan tangga darurat, akhirnya Abece dan Xwaizet bersedia menemani Mongky.

Xwaizet : “Bro, kamu kan orang pintar. Tolong kasi ide teope (top), bagaimana caranya kita dapat menyusuri tangga darurat tanpa merasa capek?”

Abece berpikir sejenak… Tingg…!!! Sebuah ide brillian muncul dari kepala Abece…

Abece : “Begini saja… Kita menaiki tangga setinggi 50 lantai sambil bercerita. Saya akan bercerita tentang cerita yang lucu-lucu dari lantai ke-1 sampai dengan lantai ke-20. Kamu, Xwaizet melanjutkan dengan cerita seram-seram dari lantai ke-21 sampai dengan lantai ke-40. Dan terakhir Mongky bercerita tentang cerita-cerita sedih dari lantai ke-41 sampai lantai ke-50. Bagaimana menurut kalian?”

Xwaizet dan Mongky serempak menjawab : “Mantap juga otak kamu… Setuju banget…!!!”

Mereka bertiga segera berlari menuju ke tangga darurat yang terletak di belakang gedung.

Abece pertama kali memulai aksi dengan menceritakan pengalaman pribadinya yang gokil dan koplak. Saking lucunya, mereka bertiga terus menerus tertawa sepanjang jalan hingga tidak terasa sudah sampai di lantai 20.

Selanjutnya giliran Xwaizet menceritakan cerita yang seram-seram. Saking seramnya, mereka segera melangkahkan kakinya secepat-cepatnya bagaikan sedang dikejar hantu pocong. Tak terasa juga mereka sudah sampai ke lantai 40.

Sekarang tibalah saatnya bagi Mongky untuk menceritakan kisah yang sedih-sedih. Entah karena Mongky yang bercerita dengan penuh perasaan atau barangkali Abece dan Xwaizet yang terbawa arus perasaan karena harus mengarungi 50 lantai melalui tangga darurat, akhirnya mereka bertiga larut dalam kesedihan yang begitu mendalam.

Sambil berjalan menaiki anak tangga, air mata ketiganya terus bercucuran, dan jatuh membasahi lantai tangga. Tidak terasa, mereka sudah hampir sampai ke tujuan yaitu lantai tertinggi di gedung ini. Tinggal 1 lantai lagi mereka akan menemukan ruangan kantor ayah Mongky.

Namun, tiba-tiba Mongky menghentikan langkahnya. Wajahnya terlihat begitu sedih. Dengan terisak Mongky berkata : “Sebenarnya saya lupa menceritakan sebuah cerita sedih, lebih sedih dari semua yang saya ceritakan barusan…”

Abece : “Sudah cukup sayangku… Sudah hampir kering air mataku mendengar ceritamu dari tadi…”

Mongky : “Benaran bang… Ada satu cerita yang paling sedih, tolong dengarkanlah…”

Abece dan Xwaizet tidak mampu melihat ratapan Mongky dan akhirnya memperbolehkan Mongky untuk bercerita.

Mongky : “Sorry banget yah… Tadi ayah pesan kalau kunci ruangan harus diambil di ruang utama sekuriti…”

Abece : “Dimana ruang utama sekuriti…?”

Mongky : “Maaf beribu maaf…. Lantai bawah basement…”

Plak…plak…

Terdengar dua kali suara gamparan di kulit manusia. Ternyata Abece dan Xwaizet sama-sama menepok jidatnya masing-masing dengan sangat keras. 

Abece berkata : “Alamakkkkk…. Lantai basement…. Ini lantai 49 bro… Matilah kita harus naik turun tangga lagi…”

Xwaizet : “Iya brooo… Apa salah dan dosaku hari ini? Mengapa begini kejam hukuman buatku…? Emakkkk…”

Singkat cerita mereka bertiga kembali menjalani aktivitas naik turun tangga sebanyak 198 (2×49+2×50) lantai. Sesampainya di dalam ruangan, Mongky menunjukkan sebuah benda keramat yang begitu berharga bagi neneknya yang tertinggal di dalam ruangan ayahnya.

Serempak Abece dan Xwaizet berteriak histeris : “Apaaaa??? Segini capeknya hanya demi sebuah gigi palsu…? Amboyyy…!!!”

Gubrakkkk….

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #tanggadarurat #repost Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s