“JANGAN MEREMEHKAN ORANG LAIN”

<Senin, 23 Januari 2017 OOR 16:00>

Saya memiliki dua sahabat karib saat masih duduk di bangku kuliah, sebut saja namanya Joko dan Ronald. Walaupun berbeda etnis dan agama, namun kami tidak pernah mempersoalkan perbedaan itu dan tetap menjalin hubungan persahabatan yang harmonis. 

Saya memang akrab dengan mereka berdua, namun sebelum sebuah peristiwa kecelakaan yang menimpa Joko, kami tidak pernah duduk bertiga bersama-sama. Kala saya sedang bersama Joko, maka Ronald tidak pernah mau ikut nimbrung ngobrol bersama kami. Demikian juga, saat saya sedang bercengkerama bersama Ronald, maka Joko akan pergi menjauh kami.

Hal ini dikarenakan mereka berdua selalu mempermasalahkan perbedaan status sosial. Kadang Joko terlalu menganggap remeh Ronald, sementara itu, Ronald menganggap Joko terlalu “tinggi”, angkuh dan suka memamerkan kelebihannya.

Joko berasal dari keluarga berada karena ayahnya adalah seorang pejabat yang menduduki “lahan basah”. Sedangkan Ronald tinggal kost seorang diri, karena kedua orangtuanya berada di kampung. Kehidupan keluarga Ronald hanya bergantung dari lahan pertanian warisan yang dikelola oleh ayahnya.

Dalam bergaul, Joko lebih sering mentraktir diriku, walaupun berulangkali kutolak karena merasa risih. Kadang kami berebutan untuk membayar dan saya selalu kalah cepat darinya.

Sedangkan saat bersama Ronald, tidak pernah sekalipun saya membiarkan dirinya untuk membayar. Bukan untuk sombong-sombongan, namun saya merasa kasihan dengan kondisi keuangannya. Biasanya menjelang akhir bulan, Ronald tidak lagi nongkrong di warung, namun lebih sering berdiam di tempat kost dan hanya mengkonsumsi mie instan.

Suatu hari, Joko melakukan kesalahan fatal yang hampir merenggut jiwanya. Akibat kehilangan konsentrasi saat mengemudi, Joko menabrak seorang pelajar SD yang sedang berjalan di pinggir jalan. Akibat kerasnya benturan, anak malang ini terhempas ke aspal dengan darah mengucur deras dari kepalanya.

Masyarakat setempat yang melihat kejadian ini, segera menghalangi laju mobil agar tidak kabur, mereka berteriak-teriak memaksa Joko keluar dari mobil. Melihat kerumunan massa, Joko tidak berani keluar dari mobil, takut menjadi korban main hakim sendiri.

Beberapa massa tersulut emosinya dan mulai memukul-mukul kaca mobil dengan balok kayu. Di saat-saat kritis, kaca mobil mulai retak dan tangan-tangan kekar hampir menjangkau tubuh Joko, tiba-tiba muncul Ronald menghalau kerumunan massa.

Ronald berteriak : “Stoppp…!!!Baaangg… yang bawa mobil itu saudaraku…! Jangan main hakim sendiri…!!! Jangan pukul dia…!!! Saya berani pasang badan untuk saudaraku ini…”

Orang-orang melihat kehadiran Ronald dan mulai menghentikan aksi brutalnya. Mereka mengenal sosok Ronald sebagai warga desa yang baik, pengurus gereja yang soleh dan pemuda yang sering bergaul dengan mereka. Ternyata tempat kejadian perkara (TKP) berada tidak jauh dari tempat kost Ronald.

Berkat jaminan dari Ronald, Joko selamat dari amuk massa. Setelah bernegosiasi dengan orang tua korban, akhirnya si korban dibawa ke rumah sakit. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Joko. Untungnya anak kecil tersebut hanya mengalami geger otak ringan dan tidak parah.

Setelah kejadian tersebut, Joko tidak lagi memandang sebelah mata kepada Ronald. Dia menyadari bahwa harta kekayaan bukanlah segala-galanya. Jauh lebih penting dari itu adalah terjalinnya hubungan persahabatan dan persaudaraan.

Akhirnya kami bertiga dapat berkumpul bersama, bercengkerama dan bersenda gurau tanpa lagi melihat perbedaan status sosial. Lebih dari itu, kami bertiga sering direpresentasikan mirip dengan sebuah iklan persahabatan di saluran televisi, saat jaman kami (1900-an) yaitu Joko, Acong dan Sitorus. Iklan yang sama persis dengan kondisi kami karena yang satu beretnis Jawa, yang lain Tionghoa dan Batak, dengan agama dan keyakinan yang berbeda satu dengan lainnya.

Sobatku yang budiman…

Jangan pernah meremehkan seseorang. Terkadang orang yang kita butuhkan dan ikhlas memberikan bantuan adalah mereka yang pernah kita remehkan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #meremehkan #jokoacongsitorus Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in Pengalaman Pribadi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s