“RUGINYA MEMBENCI ORANG LAIN”

<Sabtu, 21 Januari 2017 OOR 16:58>

Seorang teman sering berbisik kepadaku saat melihat kehadiran teman yang lain : “Bro, lihat tuh gayanya. Sok hebat dan merasa dirinya paling berkuasa seantero jagad. Aku paling benci melihat kehadirannya. Jika bukan karena pekerjaan, lebih baik aku menyingkir dari sini. Lama-lama aku bisa muntah melihat tingkahnya…” 

Ungkapan kebencian seperti ini sangat jamak terdengar dalam pergaulan sehari-hari. Barangkali kita sendiri pernah mengucapkan kalimat tersebut, disebabkan ketidaksukaan kita kepada seseorang.

Sesungguhnya rasa benci itu merupakan sesuatu yang biasa, normal dan manusiawi, yang pasti pernah dialami oleh siapapun juga. Hanya kadarnya saja yang berbeda. Ada yang hanya benci biasa namun ada yang benci sebencinya hingga merasuk ke dalam tulang sumsumnya.

Ada yang sekadar tidak suka dengan gaya penampilan orang lain, namun mampu disembunyikan dengan rapi di dalam hatinya. Ada juga yang lebih frontal menunjukkan kebenciannya dengan menampilkan aksi buang muka, menghindar, mencibir atau bahkan langsung mengucapkan kata-kata pedas kepada mereka yang dibencinys.

Perasaan benci bukanlah hal yang sangat buruk, asalkan kita bisa mampu mengontrol perasaan itu dan berusaha agar tidak terjebak dalam pusaran kebencian yang tiada berakhir. Rasa benci itu tidak boleh membuat kita menjadi gelap mata atau marah berlebihan sehingga menciptakan permusuhan. 

Kebencian tidak boleh dibiarkan mengendap menjadi sebuah bukit beracun, yang membuat kita nekad melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga, sahabat maupun orang lain.

Faktor utama timbulnya perasaan benci, ketika orang lain melakukan suatu perbuatan yang tidak kita sukai yang melukai hati dan menyinggung perasaan. Tak ada satupun keuntungan yang diperoleh dari memelihara kebencian, justru sebaliknya perasaan benci itu akan sangat merugikan diri kita sendiri.

1. Membenci itu menguras energi

Ketika kita membenci seseorang, seringkali kita menjadi kesal dan emosi saat mengingat perbuatan buruk mereka kepada kita. Malah terkadang kebencian itu dapat menyebabkan kita bertindak tidak rasional, emosi tidak terkontrol dan membuat kita marah-marah tanpa alasan jelas. 

Setiap perasaan negatif pasti akan menguras energi percuma dan hanya membuang waktu sia-sia. Akhirnya kita merasa capek hati. Bukankah itu melelahkan? 

2. Membenci itu menghilangkan nilai-nilai kebajikan

Kebencian yang begitu menggelora sering membuat kita enggan melakukan kebaikan, apabila ada kaitannya dengan orang yang kita benci. Kita berubah menjadi seorang diskriminatif, menolak membantu siapapun yang berhubungan dengannya. Akibatnya kita justru membuang kesempatan untuk berbuat kebaikan. Amat disayangkan, bukan?

3. Membenci itu membebani pikiran

Ketika kita membenci seseorang, pikiran kita akan terbebani dan hati menjadi sempit. Kebencian akan membelenggu nalar berpikir. Hidup kita menjadi tertekan dan menimbulkan perasaan tidak lega. Padahal jika kita mau membuang rasa benci maka beban dan tekanan itu akan hilang dalam hidup ini. Hidup menjadi lebih ringan, bukan?

4. Membenci itu mengusir kebahagiaan

Saat kita membenci seseorang, otomatis pikiran kita akan lebih sibuk karena memikirkan mereka. Disadari atau tidak, kebencian telah membuat hidup kita menjadi tidak nyaman, tidak tenteram dan tidak ada kedamaian. Membenci orang lain membuat kita seolah seperti memiliki musuh dalam hidup ini. Tentunya kebahagiaan akan menjauh dari kita. Hidup yang tidak punya arti, bukan?

5. Membenci itu dapat menambah musuh

Karena menganggap orang yang kita benci sebagai musuh, maka kita akan mencari berbagai cara dan upaya untuk membalas dendam. Kita akan mencari waktu dan kesempatan terbaik untuk mempermalukannya, membuatnya terjatuh dan terhina. Hari-hari kita hanya diisi dengan pikiran negatif untuk membalas dendam. Jika sudah terpenuhi, barulah kita merasa puas. Inikah yang dicari dalam hidup ini?

Sobatku yang budiman…

Hidup yang indah adalah hidup damai tanpa kebencian, sebab rasa benci selalu berujung pada pertikaian dan permusuhan. Daripada kita membuang waktu dan tenaga untuk membenci orang lain, tentunya lebih baik jika kita mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan kebencian dan memperbanyak cinta kasih. 

Orang yang selalu memelihara kebencian kepada orang lain adalah manusia picik yang hidup dalam penderitaan, berpura-pura bahagia namun batinnya sengsara.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #benci Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s