“TAKSI SETAN”

<Minggu, 08 Januari 2017 RPOT 13:39>

Abece baru saja pulang dari tempat pemakaman setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai penggali kubur dengan gaji yang lumayan besar.

Uang 800 ribu, pecahan nominal 5 ribuan, dipegang erat-erat dan tidak dimasukkan ke dalam kantong. Abece takut hasil jerih payahnya menggali lubang 3x3m menjadi sia-sia jika sampai uangnya terjatuh di jalan akibat kantong celana yang bolong.

Setelah membasuh tubuh di wc umum dekat areal pemakaman, Abece bergegas hendak pulang ke rumah Tante Mipansit.

Karena tidak mengetahui arah pulang, akhirnya Abece memanggil taxi yang kebetulan melintas di areal pemakaman. Saat berada di dalam taksi, terjadi sesuatu yang aneh…

Abece menunjukkan kertas berisi alamat rumah Tante Mipansit, sang supir taxi hanya menganggukkan kepala tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Dalam benak Abece berkata : “Mengapa si bapak sopir ini diam saja. Memangnya ada yang salah dengan saya?” 

Ketika Abece ingin mencairkan suasana yang hening dengan bertanya sesuatu, namun si bapak kembali hanya mengangguk-anggukkan kepala saja. Bahkan ketika Abece melontarkan candaan, si bapak cuma tersenyum meringis.

Abece : “Bapak tinggal dimana?”

Si bapak lagi-lagi hanya diam sambil mengarahkan telunjuk jari ke arah areal pemakaman yang baru dilalui mereka. Apakah Abece salah naik taxi. Saat Abece melihat ke arah kaca spion tengah, terlihat si bapak begitu tegang….dengan wajah serius menatap lurus ke depan. Kadang matanya melotot dengan wajah sedikit memerah….

Apa gerangan yang terjadi…?Batin Abece diliputi perasaan cemas dan sedikit ketakutan.

Abece bergumam dengan suara pelan : “Kok rasanya ada yang aneh dan janggal ya?”

Si bapak mendengar celotehan Abece dengan senyum tertahan. Abece ingin sekali menghentikan taksi ini, namun sebentar lagi akan sampai di rumah Tante Mipansit, karena Abece melihat tanda gapura ormas pemuda di samping kiri. Berarti kira-kira 400 meter lagi sudah sampai di rumah.

Abece segera menyiapkan uang pas 30 ribu, lalu menghitung enam lembar uang 5 ribuan yang berada dalam genggaman erat tangannya. Namun saat Abece sedang menghitung uang, Abece merasakan adanya aroma menyengat di dalam taksi ini. Seperti aroma busuk……kayak bau bangkai tikus mati…

Abece segera memperhatikan raut wajah si bapak yang begitu tegang dan diam membisu dengan wajah yang memerah, seperti…. Dan si bapak tidak bergerak sedikitpun…

Abece membuka jendela kaca mobil, tapi bau itu tak kunjung hilang. Wadohhhh….siapakah gerangan bapak ini…? Apakah bapak ini adalah sejenis makhluk jelmaan? Abece teringat dengan arah telunjuk si bapak ke arah areal pemakaman saat ditanya alamat rumahnya.

Abece : “Stop pak….!!!”

Untunglah taxi tersebut sudah sampai tepat di depan rumah Tante Mipansit. Abece segera turun sambil menyodorkan uang 6 lembar uang 5 ribuan.

Si bapak mengambil uang tersebut dengan cepat dari tangan Abece sambil berkata : “Terima kasih dik.. Maaf barusan saya kecepirit…. Bapak sudah tidak sanggup menahan rasa mulas dari tadi”.

Abece : “Huaaaahahaha….. Alamak… Dasar sopir taksi setaaaaannn….. Saya hampir pingsan menahan rasa bauuuu…….. Dodollah…”

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece #taksisetan #keciprit Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s