“AGAMA KITA TIDAK AKAN TERHINA”

<Minggu, 08 Januari 2017 OOR 07:49>

Berikut ini wawancara yang dilakukan oleh seorang reporter media elektronik kepada Opekiu dan Uvewe, dua orang tokoh agama yang memiliki keyakinan yang sama. Temanya mengenai penghinaan agama yang dilakukan oleh sekelompok orang-orang intoleran dan tidak bertanggung jawab.

Reporter : “Bagaimana perasaan Anda saat agama yang kalian anut, dihina dan dilecehkan oleh orang lain?”

Uvewe : “Saya merasa sangat marah saat orang lain menghina agamaku. Saya rela mengorbankan apa saja termasuk jiwa dan ragaku demi membela agamaku…”

Opekiu : “Hina? Apakah ada yang sanggup menghina agamaku?”

Reporter tertarik dengan jawaban Opekiu yang aneh dan tidak biasa.

Reporter : “Mungkin Anda tidak memiliki akun media sosial atau barangkali tidak mengikuti perkembangan berita di media online… Lihat saja begitu banyak bertaburan orang yang menghina agama yang Anda anut…”

Opekiu : “Siapa bilang saya tidak memiliki akun media sosial? Saya punya akun Facebook, Instagram, Twitter dan sebagainya. Media online baik yang menayangkan berita akurat maupun hoax, hampir semua kulahap habis setiap harinya…”

Reporter : “Nah kan? Masak Anda tidak pernah membaca berita tentang penghinaan terhadap agama Anda?”

Opekiu : “Ooo, sering… sering banget…”

Reporter : “Jadi apa tanggapan Anda…?”

Opekiu : “Lah… biarin saja apa kata mereka… Mau menghina atau menjelek-jelekkan, silakan saja. Mau memuji atau bahkan berpindah keyakinan, boleh-boleh saja… Apapun kata mereka, agamaku tetaplah baik dimataku dan dimata pengikutnya. Bagiku, mereka adalah sekelompok manusia primitif yang belum beragama, walaupun mengaku sudah beragama. Agamaku tidak akan terhina oleh kata-kata mereka dan akan selalu menebarkan semerbak harum bagi mereka yang mempercayainya…”

Reporter : “Sesimpel itu…?”

Opekiu : “Begini yah mbak… Jika sekuntum bunga mawar yang harum baunya, jika diletakkan ke dalam tong sampah, apakah bunga mawar itu akan berganti nama menjadi tong sampah? Tidak bukan…? Namanya tetap bunga mawar…”

Uvewe menyela : “Tapi kan bunga mawar itu akan ikut menjadi berbau busuk… Siapapun tidak akan mau mengambilnya lagi…”

Opekiu : “Jika awalnya bunga mawar itu wangi harumnya, setelah dimasukkan ke dalam tong sampah, apakah bunga mawar itu akan kehilangan harumnya? Bunga mawar itu tetap akan memancarkan semerbak keharumannya, mengalahkan bau busuk yang muncul dari tong sampah. Jika tidak, berarti bunga mawarnya palsu dan memang layak diletakkan di dalam tong sampah…”

Reporter dan para penonton termangu-mangu mendengarkan penuturan kalimat brillian dari Opekiu.

Opekiu melanjutkan : “Seharusnya kita malu dengan para nabi yang telah mewariskan ajaran suci dari berbagai agama yang ada di muka bumi…”

Reporter : “Malu…? Bukankah kita harus bangga dengan agama kita?”

Opekiu : “Dimana kita harus meletakkan nilai kebanggaan kita terhadap agama kita anut? Sedangkan tugas yang diberikan oleh para nabi melalui kitab suci sejak ribuan tahun lalu, masih tidak sanggup kita jalankan dengan sungguh-sungguh…”

Reporter : “Tugas apa….?”

Opekiu : “Semua agama mengajarkan tentang kasih sayang kepada sesama umat manusia. Apakah ini sudah dilaksanakan dengan baik oleh para penganutnya? Belum bukan..? Jika kalian menganggap sudah, mengapa masih saja terjadi perang dan permusuhan atas nama agama di seantero dunia…?”

Semua orang terdiam dalam hening…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #penghinaanagama Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in AGAMA, KISAH OPEKIU DAN UVEWE, RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s