“DENGKI DAN IRI HATI”

<Sabtu, 07 Januari 2017 RPEDT 07:19>

Alkisah… Hiduplah dua orang pedagang, Opekiu dan Xwaizet, yang kebetulan juga saling bertetangga di suatu kota.

Mereka berdua hidup dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat, saling memamerkan harta kekayaan yang dimiliki dan saling meninggikan kemampuan yang dipunyai. Hubungan tidak harmonis dari kedua orang ini, berimbas hingga kepada persaingan bisnis grosir pakaian anak di suatu pasar modern.

Mereka berdua memiliki toko yang saling bersebelahan, menambah aroma persaingan bisnis, memunculkan kedengkian yang terpancar dari wajah kedua pedagang tatkala mereka berdiri di depan toko saat berlomba-lomba mengundang pengunjung untuk mampir ke toko mereka masing-masing.

Mereka saling membenci dan berupaya untuk mengalahkan toko tetangganya. Saling menjelekkan dan cenderung melakukan fitnah untuk memojokkan lawannya.

Suatu hari, seseorang di antara mereka, Opekiu insaf setelah mendengar nasehat dari seorang guru spiritual bernama Opung Toba, saat beliau sedang berceramah di depan khalayak ramai. Opekiu sudah bosan dengan suasana hidup bertetangga yang tidak harmonis.

Setelah mendengarkan petuah yang menyentuh hati, Opekiu berupaya untuk menjumpai Opung Toba, tokoh yang amat disegani di kotanya karena kearifannya.

Opekiu : “Guru, saat ini saya sudah bertobat dan insaf, namun mengapa saya masih saja merasa dengki dengan tetangga di sebelah saya. Sejujurnya, saya ingin menghilangkan rasa dengki dan iri hati ini, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Mohon pencerahannya, Guru…”

Dengan tenang Opung Toba berkata : “Saya senang karena kamu mau mendengar ceramahku. Lebih senang lagi jika kamu mau datang kehadapanku dan berniat untuk bertobat. Kejadian yang kamu alami, sering sekali dialami semua orang. Rasa dengki dan iri hati dapat merusak segala-galanya, termasuk hidupmu…”

Opekiu mendengar dengan seksama dan sesekali mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.

Opung Toba melanjutkan : “Bila seseorang datang ke tokomu hendak membeli sebuah barang dan ternyata barang tersebut tidak ada di tokomu, arahkanlah pembeli tersebut untuk mencari barang di toko tetanggamu itu…”

Dengan wajah terkejut, Opekiu berkata, “Wah, bagaimana mungkin Guru… Si Uvewe saja selalu menjelek-jelekkan barang dagangan saya, masak saya harus membantu dia dengan mengarahkan pembeli ke tokonya…?”

Dengan bijaksana, Opung Toba berkata, “Begini ya… Iri hati dan dengki hanya dapat kita hilangkan dengan melakukan perbuatan menyenangkan hati lawan kita. Mulailah dari hal yang sekecil-kecilnya. Jika kamu mau melakukannya, sebenarnya kamu sedang membunuh rasa iri hati itu. Yang paling utama dari semua itu, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki, tanpa perlu membandingkan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki…”

Akhirnya, Opekiu bersedia melakukan apa yang disarankan oleh Opung Toba. 

Setelah Opekiu melakukannya, ternyata tetangganya, Uvewe juga mulai melakukan hal yang sama. Jika ada pembeli yang ingin mencari barang yang dimilikinya, maka dia akan mengarahkan pembeli untuk mencari barang tersebut ke toko Opekiu.

Tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua sudah berbaikan dan kembali bersahabat….

Sobatku yang budiman…

Orang yang menabur kebaikan pasti akan menuai kebaikan. Orang yang menabur kebencian juga akan menuai kebencian pula.

Membandingkan milik kita dengan yang lain, bagus untuk memotivasi diri supaya lebih maju, namun bukan dengan memelihara rasa iri hati dan dengki.

Berusaha meraih apa yang sudah dimiliki orang lain dengan cara “mengambil paksa” atau “mencuri”, adalah perbuatan yang tercela dan melanggar hukum.

Berusaha meraih apa yang sudah berhasil dimiliki orang lain dengan bekerja lebih giat, merupakan perbuatan yang bermartabat dan patut diapresiasi.

Jagalah hati…

Jangan kau nodai…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #irihati #dengki Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH OPEKIU DAN UVEWE, Nasehat Opung Toba. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s