“SAUDARA DALAM KEMANUSIAAN”

<Jumat, 06 Januari 2017 OOR 14:59>

Semua orang mengenal apa yang dinamakan cinta. Bukan hanya mengenal, bahkan pasti pernah terlibat dalam urusan cinta, baik di masa lalu maupun masa sekarang.

Banyak orang selalu mengatasnamakan cinta untuk setiap prilakunya. Berteriak lantang : “Saya melakukan semua ini karena kecintaanku kepada bla…bla…bla…” Baik itu kepada pasangan, orang tua, anak, agama dan keyakinan serta kepada Tuhan. 

Karena kecintaannya yang terlalu menggebu-gebu kepada seseorang atau sesuatu, tidak jarang, mereka justru melakukan perbuatan yang berlawanan dengan semangat cinta kasih. Menganggap apa yang menjadi kecintaannya sebagai sesuatu yang paling sempurna dan tidak pernah salah. Istilahnya, fanatik yang berlebihan.

Cinta merupakan ungkapan yang sangat mudah untuk diucapkan. Dampak positif dari cinta itu begitu nyata. Membuat yang sedih menjadi bahagia, yang jahat menjadi baik, peperangan menjadi perdamaian, kebencian menjadi persaudaraan, pahit menjadi manis, luka menjadi sembuh dan yang sakit menjadi sehat. Semua itu atas nama cinta. Namun ketika cinta disalahgunakan, mengarah ke sifat fanatik berlebihan maka dampak negatif akan muncul dan mengotori kehidupan manusia.

Saat jatuh cinta, hari-hari kita akan dihiasi oleh sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Setiap hari, merasa waktu berjalan begitu cepat karena kita belum sempat mereguk butir-butir kebahagiaan hingga kandas. Rindu bergelora dan ingin selalu berdekatan dengan pujaan hati. 
 

Cinta mampu mengembangkan senyum di tiap-tiap orang. ia juga dapat membuat wajah menjadi ceria. Bahkan cinta senantiasa menjadi obat paling mujarab untuk mengobati luka batin, baik secara fisik maupun psikologis.

Pahitnya cinta tidak mungkin sebanyak indahnya cinta. Hal baik darinya pasti selalu lebih unggul jumlahnya dibandingkan hal negatifnya. Jika kita mau berfokus kepada hal yang positif dari cinta maka kebahagiaan akan dapat dirasakan setiap saat.

Sobatku yang budiman…

Hendaklah ke seluruh penjuru mata angin, kita selalu memupuk rasa cinta dan menganggap orang lain itu sebagai kerabat. Jadikanlah mereka sebagai saudara dan keluarga agar dimanapun kita pergi dan bertempat tinggal, maka kita tidak akan pernah merasa takut. Sebab disana, sudah ada saudara kita yang akan ikut menjaga hidup kita. 

Janganlah memupuk rasa benci karena itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Apakah kita masih memendam kebencian kepada seseorang? Jika masih ada, buanglah kebencian itu dan gantilah dengan kasih sayang. Hidup itu akan terasa lebih indah bila kita memiliki perasaan untuk saling menyayangi satu dengan yang lain. 

Untuk menyayangi sesama manusia tidaklah susah, tidak mahal, sangat sederhana dan tiada berbiaya.Hanya diperlukan kebesaran jiwa dan hati yang lapang untuk menerima setiap perbedaan.

Menganggap semua manusia itu adalah saudara kita, sama-sama adalah makhluk ciptaan Tuhan, saudara dalam kemanusiaan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #bersaudara Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s