“AKSESORIS NATAL”

<Rabu, 21 Desember 2016 OOR 19:09>

Mbah Tukri : “Mbah Wel, saya mau protes keras ke atasan anakku…”

Mbah Wel : “Ada apa gerangan yang mengganggumu..?”

Mbah Tukri : “Masak anakku disuruh mengenakan aksesoris Natal. Padahal anakku bukan beragama Kristen. Begitu pula dengan teman anakku yang beragama Buddha, diberikan pakaian sinterklas dan disuruh berlakon sebagai sinterklas, seorang kakek tambun berjanggut putih …”

Mbah Wel : “Memangnya ada yang salah?”

Mbah Tukri : “Itu namanya pelecehan terhadap agama…”

Mbah Wel : “Dimana letak pelecehannya…?”

Mbah Tukri : “Saya takut anakku dianggap manusia murtad dan mungkin-mungkin saja bisa berubah keyakinan menjadi seorang Kristiani…”

Mbah Wel : “Mbah terlalu berlebihan… Masak dengan mengenakan aksesoris Natal serta merta dapat mengubah keyakinan seseorang? Jangan salahkan aksesoris Natal-nya mbah… Yang salah itu manusianya…”

Mbah Tukri : “Itu haram menurut fatwa MUI…”

Mbah Wel : “Fatwa MUI itu bukan hukum positif yang mengikat di negara kita. Sebagai warga negara yang baik, kita harus mengamalkan dan mematuhi apa yang tercantum dalam Pancasila, UUD ’45 dan Undang-Undang beserta turunannya…”

Mbah Tukri : “Tapi saya takut anakku dilecehkan teman-temannya karena disangka sudah berpindah keyakinan…”

Mbah Wel : “Berarti yang salah itu teman-temannya yang berpikiran picik dan bersikap intoleran. Mereka tidak cocok hidup dan tinggal di negara kita yang memiliki keberagaman suku, agama dan budaya. Mbah Wel tidak boleh menjadi seorang perusak kedamaian di negeri ini…”

Mbah Tukri : “Mengapa mbah membela orang kristen padahal mbah bukan beragama Kristen?”

Mbah Wel : “Saya ini tidak membela siapa-siapa… Saya hanya membela keadilan dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Saya cinta damai dan mengharamkan sesuatu yang bersifat permusuhan…”

Mbah Tukri : “Jadi menurut mbah, apa yang dilakukan mereka yang non Kristen, dengan mengenakan aksesoris Natal itu tidak salah? Bukankah mereka dapat dianggap murtad karena mengenakan aksesoris Natal?”

Mbah Wel : “Tentunya tidak salah… Apakah dengan mengenakan koteka, kita langsung dianggap sebagai orang Papua? Apakah dengan mengenakan pakaian adat Betawi, seseorang akan dianggap orang Betawi?”

Mbah Tukri : “Upsss…”

Mbah Wel : “Kalau setuju dengan pendapatku, itu bagus. Namun jika tidak setuju, yah mohon jangan diboikot produk saya.”

Mbah Tukri : “Memangnya apa produk milik mbah?”

Mbah Wel : “Facebook…”

Mbah Tukri : “Upsss…. Upsss….”

#firmanbossini #mbahwel #mbahtukri #renungan #natal Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in MBAH WEL KEKINIAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s