“MANUSIA SETENGAH WARAS”

<Selasa, 20 Desember 2016 OOR 07:00>

Robot itu bukan manusia, walaupun robot dapat melakukan apa yang dikerjakan oleh manusia. Robot diciptakan oleh manusia, sehingga apapun yang dikerjakan robot harus seijin dan sepengetahuan manusia.

Tidak ada yang namanya pembangkangan robot atau pengkhianatan robot, karena mereka sepenuhnya dikuasai dan dikendalikan oleh manusia. Manusia berhak mengatur segala sesuatu tentang robot ciptaannya. Bahkan untuk memusnahkan robot, bagi manusia itu adalah tindakan yang mudah, semudah membalikkan telapak tangannya.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Bagi orang-orang yang waras dan berakal sehat, akan menjalani kehidupannya dengan sadar, menolak untuk diarahkan menjadi seorang perusak. Semua tindakannya berada di bawah kendali pikirannya. Mereka bukanlah robot yang dikuasai oleh orang lain.

Sementara itu, bagi sebagian orang yang tidak waras, akan menjalani kehidupannya bagaikan robot, disuruh-suruh seseorang terutama untuk melakukan kejahatan, menyebar virus kebencian dan beragam fitnah. Tidak boleh ada bantahan atau penolakan atas semua yang diperintahkan oleh pengontrolnya walaupun bertentangan dengan hati nurani.

Bukti keberadaan robot perusak, seorang koruptor yang “terpaksa” melakukan tindakan korupsi karena tekanan atasannya, isteri dan keluarganya serta kelompoknya. Seorang penghasut dan penyebar permusuhan, “dipaksa” untuk melakukan tindakan tidak terpuji karena adanya perintah dari orang yang membayarnya.

Lain ceritanya jika berprofesi sebagai karyawan, yang memang sudah menjadi kewajibannya mengikuti perintah atasan dalam mengurus dan menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Sebab output pekerjaannya untuk kebaikan umat manusia.

Bagi mereka yang mendapat peran sebagai robot perusak dan penghancur, hidup mereka setengah waras bagaikan sedang bermimpi. Lihat saja saat kita sedang bermimpi. Tiba-tiba kita dikejar-kejar binatang buas, lalu berpindah peran sebagai manusia yang ditakut-takuti oleh hantu, menjadi raja, lalu berubah lagi menjadi ini dan itu. Kita tidak dapat memilih peran bagi diri sendiri. Tidak ubahnya seperti robot yang harus pasrah dengan apapun peran yang disodorkan, tanpa mampu menolak.

Sobatku yang budiman…

Orang yang waras akan mampu mengendalikan diri sepenuhnya. Dia sendiri yang menentukan peran apa yang hendak dijalani dalam hidupnya. Terutama menjauhi larangan ajaran agama yang dianutnya.

Sedangkan orang yang setengah waras, bagaikan sedang bermimpi, hidup seperti robot, tidak dapat mengendalikan kesadarannya. Peran yang dijalaninya bukan berasal dari dalam hatinya, namun dipilihkan oleh orang lain. 

 
Begitulah hidup ini. Ada yang waras dan ada yang setengah waras alias sedang bermimpi, hidupnya dikendalikan orang lain seperti sebuah robot hanya untuk merusak sesuatu yang sudah baik. 

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #waras #manusiarobot Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

.
.

Advertisements
This entry was posted in Renungan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s