“UJIAN KEHIDUPAN”

<Rabu, 14 Desember 2016 OOR 09:55>

Saya memiliki seorang sahabat karib, sebut saja namanya Romeo. Kami telah bersahabat sejak lama, sejak kami masih single alias jomblo dan belum memiliki pasangan hidup.

Saat ini, Romeo telah menperisteri seorang wanita berparas ayu, sebut saja namanya Juliet dan telah dikaruniai sepasang anak manis nan lucu. Karena sering pergi bersama dengan keluarga kecilnya, saya juga mengenal seluruh anggota keluarganya, akrab dengan isteri dan anak-anaknya.

Suatu hari, Romeo menyambangiku di rumah, mengajakku keluar untuk ngobrol di kedai kopi langganannya.

Di saat inilah, Romeo mengungkapkan uneg-uneg dalam hatinya : “Belakangan ini saya merasa isteriku sudah berubah drastis. Juliet tidak lagi romantis, malah bersikap cuek kepadaku dan sering melawan ucapanku….”

Saya hanya diam, menunggu Romeo menyelesaikan kalimatnya. Walau sedikit tertegun mendengar keluhannya yang tidak disangka-sangka, namun saya berusaha untuk tetap tenang. Selama ini saya menganggap keluarga mereka adalah keluarga yang rukun dan harmonis.

Romeo melanjutkan : “Seandainya Juliet mau bersikap ramah, menyenangkan, tidak memasang mimik wajah cemberut saat bersamaku, serta mau mematuhi semua perintahku, maka saya pasti akan memperlakukan isteriku jauh lebih baik dari sekarang ini. Saya tulus dan rela berkorban apa saja demi dirinya…”

Saya mendengar helaan nafas berat dari Romeo, lantas berusaha mengingatkan dirinya bahwa di dalam mahligai pernikahan, pasti ada masa pasang naik dan pasang surut, ada saatnya senang dan ada saatnya merasa sedih, ada saatnya rindu dan ada saatnya muncul kebosanan. 

Semua ini harus dilalui dan dijalani dengan hati yang tegar dan lapang. Harus segera dicari solusi terbaik untuk memperbaiki hubungan ini. Tidak boleh mengeluh, menyerah dan membiarkan semua ini berlarut-larut. Suatu hari nanti, kondisi ini pasti akan mengikis habis perasaan cinta yang masih tersisa.

Beberapa hari kemudian, saya berkunjung ke rumah Romeo, ingin mengajaknya keluar ngopi bareng. Ternyata Romeo tidak berada di rumah. Juliet mempersilahkan saya duduk sambil menunggu kepulangan suaminya.

Saat menunggu, Juliet mengunggapkan hal yang senada dengan apa yang pernah dikeluhkan Romeo.

Juliet : “Jika saja, suamiku mau mengubah sikapnya menjadi lebih ramah, pengertian dan menghargai diriku, maka saya pasti akan berbuat seribu kali lebih baik dari yang dilakukannya kepadaku…”

Saya hanya dapat membesarkan hati Juliet, dengan mengulang apa yang pernah saya sarankan kepada sahabatku, Romeo beberapa hari sebelumnya. Saya berusaha menekankan pentingnya komunikasi dalam hubungan suami isteri. Berharap semoga mereka dapat menyesaikan masalah yang berkaitan dengan ego anak manusia. Ego yang dapat meluluhlantakkan orang yang masih meninggikan hatinya.

Malamnya saya memikirkan sisi lain dari permasalahan rumah tangga Romeo, problem yang paling sering terjadi mengganggu hubungan pasangan suami isteri, dan mungkin saja dapat menimpa keluarga kecilku.

Sebenarnya mereka berdua memiliki niat untuk menyenangkan dan membahagiakan hati pasangannya. Namun terkendala oleh ego yang masih melekat dalam diri masing-masing. Keduanya teguh dalam posisi “wait and see”.

Dalam benak Romeo dan isterinya, berprinsip jika saja pasangannya mau mengalah dan bersikap baik, maka mereka akan memperlakukan pasangannya jauh lebih baik lagi. 

Nah, sebenarnya dimana letak kasih sayang dalam kehidupan mereka? Inilah ujian kehidupan yang sebenarnya. Mengapa harus menunggu pasangannya berbuat baik baru mau berbuat baik? Jika demikian adanya, tentunya kita pasti tidak akan lulus dalam ujian kehidupan ini.

Sobatku yang budiman…

Memang tidak mudah untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan perasaan. Ini merupakan karakter alamiah dari manusia yang memiliki sifat yang jauh dari kesempurnaan. 

Namun, seiring dengan bertambahnya waktu, bertambahnya usia dan pengalaman hidup, bertambahnya ilmu dan pengalaman tentang kehidupan, maka kita pasti akan mampu mengatasinya dengan baik asalkan punya niat tulus mau belajar untuk memperbaiki diri.

Kesetiaan, kesabaran dan rasa sayang akan teruji bukan di saat semuanya berjalan lancar, namun justru di saat roda kehidupan berjalan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in KISAH INSPIRATIF, PENGALAMAN PRIBADI. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s