“KETULUSAN DALAM BERBUAT BAIK”

<Minggu, 11 Desember 2016 OOR 10:05>

Beramal, bersedekah atau memberi sesuatu untuk membantu orang yang hidup dalam kekurangan dan kesusahan merupakan perbuatan mulia yang dianjurkan oleh semua ajaran agama di muka bumi.

Cara memberi bantuan, dapat mencerminkan karakter dan kepribadian mereka yang mengaku sebagai seorang dermawan apakah merupakan sebuah ketulusan atau keterpaksaan, keikhlasan atau ada maksud tersembunyi.

Sebagian orang gemar melakukan kegiatan sosial, namun dilandasi maksud dan tujuan agar dianggap sebagai orang baik. Menyampaikan bantuan dengan mengangkat kepala setinggi-tingginya, menganggap dirinya lebih hebat dari mereka yang menerima bantuan. 

Bahkan ada yang hanya duduk di kursi dan membiarkan para penerima bantuan berdesak-desakan hingga sebagian pengantri harus kehabisan nafas sebelum menerima bantuan. Dengan posisi yang lebih tinggi, mereka menyerahkan bantuan tanpa mau peduli dengan kondisi para penerima bantuan yang berhimpit-himpitan.

Perbuatan mulia ini menjadi sedikit ternoda oleh ulah dan aksi para dermawan yang memamerkan kesombongan dan memperlihatkan seakan-akan dirinya pantas untuk dipuja dan dipuji. 

Penulis tertarik dengan gambar berikut yang menampilkan aksi para pemberi bantuan dengan menundukkan badannya sembari menyerahkan bantuan. Jika dilihat sekilas, mungkin orang akan menganggap yang memberi bantuan adalah sebagai penerima bantuan.

Posisi membungkukkan badan sambil menyerahkan bantuan menunjukkan kerendahan hati dan ketulusan. Bagi mereka, kesempatan untuk beramal adalah ladang untuk menanam benih kebaikan yang akan berbuah manis di kemudian hari.

Filosofi tersirat dari aksi menundukkan kepala dan badan, menunjukkan rasa senang, bersyukur dan berterima kasih kepada para penerima bantuan, karena mereka masih diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan baik.

Sungguh mulia perbuatan mereka dan amat menggugah perasaan kita semua, bagaimana aksi mereka menundukkan badan saat menyampaikan bantuan. Sebuah contoh perbuatan yang terpuji dan wajib untuk diteladani. Sebuah perilaku yang menggambarkan kerendahan hati, menghargai dan menghormati orang lain tanpa memandang status dan jabatan.

Semua ini dilakukan dengan tulus tanpa pamrih, selalu merendahkan diri, dan para pelaku kebajikan yang memberi bantuan masih harus menundukkan kepala dan badan untuk berterima kasih kepada mereka yang dibantu.

Sobatku yang budiman…

Dalam hidup ini, kita tidak boleh menyepelekan dan mengabaikan perbuatan kebajikan kecil dan sederhana. Lantas mengurungkan niat untuk melakukannya dan menganggap perbuatan kecil ini tidak akan bermanfaat bagi orang lain.

Sesungguhnya setiap perbuatan kebajikan kecil merupakan cikal bakal dan akan bertransformasi menjadi perbuatan kebajikan besar. Semua ini akan bermakna dan berkontribusi terhadap bertambahnya kekuatan cinta kasih, yang pada akhirnya akan terpeliharanya perdamaian di muka bumi. 

Kebahagiaan yang dirasakan saat melakukan perbuatan baik adalah tidak terukur dan tidak dapat dinilai dengan apapun.

Santunlah saat menyampaikan bantuan, tunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati saat memberikan bantuan. Sebab tanpa kehadiran para penerima bantuan, maka kita tidak akan memiliki kesempatan untuk menanam benih kebajikan di dalam hidup ini.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan #YayasanTzuchi #beramal Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s