“MANUSIA ERROR”

<Jumat, 09 Desember 2016 OOR 14:55>

Saat ini adalah jamannya manusia error, jaman dimana menjamurnya perilaku negatif manusia yang tidak memiliki konsistensi antara ucapan dan perbuatan.

Mereka yang mengaku sebagai pencinta binatang, justru memenjarakan banyak binatang di halaman rumahnya, terutama binatang langka yang hampir punah.

Mereka yang mengaku sebagai pencinta alam, justru membuat kerusakan lingkungan, dengan mencorat-coret dinding tebing untuk mengukir namanya dan membuang sampah sembarangan.

Mereka yang mengaku pencinta anak-anak, justru memperlakukan buah hati mereka secara semena-mena, memaksakan kehendak dan kemauannya kepada anak-anak, tanpa mau peduli dengan kekurangan dan ketidaksukaan mereka.

Mereka yang bersumpah di atas kitab suci masing-masing saat hendak menjabat, untuk mendahulukan kepentingan umum, justru melakukan tindakan yang menyengsarakan rakyat serta menguntungkan diri dan kelompoknya. 

Mereka yang mengaku sebagai pemimpin umat dan selalu memberi wejangan yang baik-baik, terutama mengenai akhlak dan kesetiaan, justru bertindak berlawanan dengan apa yang disampaikan, memilih untuk menduakan kekasih hatinya.

Mereka yang memproklamirkan gerakan cinta damai, justru berorasi dengan sikap penuh permusuhan, berteriak-teriak dan memaki-maki orang lain, bagaikan mereka adalah seorang hakim yang pasti tidak pernah salah alias selalu benar.

Mereka yang menjunjung tinggi ajaran agamanya, justru bertindak brutal, melarang dan mengusir orang lain yang sedang beribadah dengan seribu alasan yang dibuat-buat, melarang pendirian rumah ibadah serta menghujat mereka yang tidak sepaham dengannya. Padahal semua agama mengajarkan umatnya untuk mencintai dan mengasihi sesama umat manusia.  

Sobatku yang budiman…

Jika tidak mampu melakukan apa yang dijanjikan, janganlah kita berjanji. Jika tidak sanggup menunaikan sumpah, janganlah kita bersumpah. Jika kita tidak sanggup menjalankan semua ajaran agama yang diyakini dengan baik, janganlah berlakon seperti manusia suci dengan menghujat atau menistakan agama dan kepercayaan yang lain.

Manusia yang tidak konsisten antara ucapan dan perbuatan adalah manusia munafik, mereka yang dengan lihai membalut keburukan dengan kebaikan. 

Inilah sisi gelap dari manusia error, manusia yang tidak memiliki komitmen, prinsip dan konsistensi, cenderung bersikap munafik serta hidup dalam kepalsuan.

Apa tidak capek harus berpura-pura sepanjang hidup? Let’s think about this…

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s