“GRATIS MENELEPON, ASAL…”

<Jumat, 09 Desember 2016 OOR 22:20>

Beberapa waktu lalu, Abece pernah bekerja sebagai penjaga wartel (warung telekomunikasi) yang buka 24 jam sehari. Kebetulan saat itu, Abece mendapat giliran kerja untuk shift malam hingga pagi.

Saat sedang asyik bermain game Pokemon Go, tiba-tiba Abece dikejutkan oleh kehadiran seorang perempuan muda, yang belakangan dikenal sebagai Iyem.

Iyem : “Mas yang ganteng… bolehkah saya minta tolong…?”

Abece : “Apa? Minta gendong? Sini merapat aja ke tempat dudukku…”

Iyem : “Bukan minta gendong mas, tapi minta tolong…”

Abece : “Ohhh… tak kirain minta gendong. Memangnya mau minta tolong apa? Kalau minjam duit, sorry yah mbak, gaji saya sudah habis untuk membeli hape android ini…”

Iyem : “Bukan minjam duit mas, tapi saya mau menggunakan telepon di wartel ini secara gratis. Tapi saya gak punya duit untuk membayar billnya…”

Abece : “Lah, mana bisa pakai telepon tapi tidak bayar bill… Masak saya harus menombok?”

Iyem : “Plizz mas yang gagah… Kali ini urgen sekali… Saya harus menelepon ibu saya di kampung.”

Abece : “Begini yah… Seharusnya itu masalah mbak sendiri… Aturan di sini, kalau sudah menelepon dan tersambung, maka pelanggan harus membayar bill-nya…”

Iyem : “Tolonglah mas, ini benar-benar penting… Saya bersedia melakukan apapun buat mas… Yang penting, saya diperbolehkan menelepon ibu saya di kampung.”

Abece berpikir sebentar… Keinginan Iyem untuk aksi barter sangat menarik minatnya. Tiba-tiba saja. Abece tersenyum lebar dan mulutnya menyeringai menunjukkan gigi kuningnya yang tidak beraturan.

Abece : “Saya setuju dengan keinginan mbak… Saya akan membayarkan bill telepon mbak, asalkan mbak harus mau menuruti semua keinginanku tanpa boleh membantah. Deal…?”

Dengan ragu-ragu, Iyem menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan maksud Abece.

Dengan senyum penuh kemenangan, Abece berkata : “Mari ikut saya ke belakang…”

Dengan menggandeng tangan Iyem, Abece menuntun wanita muda berparas lumayan ini ke bagian belakang bangunan yang hanya memiliki sedikit penerangan.

Abece berdiri di hadapan Iyem, lalu berkata : “Sekarang mbak harus jongkok. Ingat yah… Tidak boleh membantah apapun yang saya perintahkan…”

Iyem mengangguk dengan mimik wajah ketakutan, apalagi saat menengadah ke atas, dia melihat wajah Abece yang mirip dengan manusia purba Pithecantropus Erectus. Namun dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti semua kata-kata Abece.

Abece melepaskan sepatunya yang berbau ikan asin dan meletakkannya di depan Iyem. Sebenarnya Abece berniat menyuruh Iyem untuk membersihkan sepatunya yang kotor karena terkena lumpur yang sudah berkerak.

Iyem terlihat bingung saat mememandang sepatu usang dan kumal milik Abece. Mukanya memerah, telapak tangannya menutup hidungnya karena tidak tahan mencium bau yang sangat menyengat.

Abece merasa tidak sabaran dan mulai menghardik Iyem : “Apa yang mbak tunggu sich…? Saya sudah tidak tahan lagi. Ayo cepat lakukan dengan cepat dan benar…”

Dengan suara gemetaran, Iyem berkata : “Iya mas, tapi…”

Abece mengancam : “Sebenarnya mbak ini mau menelpon atau tidak?”

Dengan tangan gemetaran, Iyem memungut sepatu Abece ke dalam genggamannya dan mengarahkan sepatu itu ke depan mulutnya. 

Iyem mulai berkata dengan suara lirih : “Halo… Halo… ini Ibu ya…? Saya ini Iyem, anak kesayangan ibu… Saya ingin mengabarkan bahwa saya…”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Abece langsung menyerobot sepatunya dari genggaman Iyem, sambil berkata : “Hahaha… Saya pikir saya adalah manusia paling bego di dunia. Ternyata oh ternyata, masih ada lagi manusia yang lebih oon dariku….”

Gubrakkk…

#firmanbossini #joke #gokil #ceritalucu #abece          Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia

Advertisements
This entry was posted in JOKE. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s