“BEREAKSI ATAU MERESPON”

<Rabu, 07 Desember 2016 OOR 07:03>

Bukanlah pekerjaan menumpuk, yang sebenarnya mengganggu pikiran, melainkan ketidakmampuan diri kita menerima konsekuensi kewajiban, terutama dalam menghadapi beragam kesibukan yang justru menyebabkan kita merasa tertekan, terpojok dan depresi.

Bukanlah kemacetan lalu lintas di jalanan, yang sebenarnya mengganggu kelancaran hidup, melainkan ketidakmampuan diri kita memaklumi gangguan yang disebabkan oleh kemacetan tersebut dengan pikiran jernih.

Bukanlah kelelahan, yang sebenarnya mengganggu dan menyiksa tubuh, melainkan ketidakmampuan diri kita menerima gangguan rasa lelah yang mendera tubuh.

Bukanlah kehadiran orang yang tidak disukai, yang sebenarnya mengganggu kenyamanan, melainkan ketidakmampuan diri kita menetralisir hati dan perasaan, agar tetap tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

Bukanlah status negatif para hater, yang sebenarnya mengganggu pandangan kita, melainkan ketidakmampuan diri kita dalam mengendalikan mata dan hati agar tetap berpikiran positif dan rasional.

Bukanlah cibiran atau hinaan, yang sebenarnya mengganggu dan merendahkan derajat, melainkan ketidakmampuan diri kita dalam menanggapi semua perbuatan negatif itu, lantas membalas hinaan dengan hinaan secara membabi buta sehingga apa yang diperbuat justru merendahkan martabat kita sebagai manusia yang memiliki akhlak dan budi pekerti.

Reaksi kita terhadap masalah itulah yang sesungguhnya lebih menciptakan kekacauan dan kerumitan dalam hidup ini, melebihi dari masalah itu sendiri.

Sobatku yang budiman…

Kita seharusnya mengerti bahwa sikap reaktif yang kita tunjukkan mencerminkan ketidakmampuan kita dalam mengendalikan situasi dan mengontrol diri. Lebih baik kita merespon daripada bereaksi.

Saat mendapat gangguan, kebanyakan dari kita langsung bereaksi negatif dalam menanggapi gangguan yang muncul, tanpa berpikir panjang atas dampak dari sikap kita yang reaktif. Mengapa tidak mau berpikir sejenak, setelah itu merespon gangguan tersebut?

Reaksi dilakukan oleh hati secara naluriah, reaktif dan terburu-buru. Sedangkan respon dilakukan oleh pikiran setelah memikirkannya baik-baik.

Inilah sebuah cara sederhana namun indah untuk memahami arti sebuah gangguan. Merespon tentunya lebih baik daripada bereaksi. Dampaknya juga jauh lebih menguntungkan untuk kita.

#firmanbossini #inspirasi #motivasi #renungan  Obrolanbeken.wordpress.com m.facebook.com/firman.bekenmedia


Advertisements
This entry was posted in RENUNGAN. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s